Home » Esai dan Opini » BAHASA GAUL VS BAHASA BAKU: HARUSKAH KITA KHAWATIR?

BAHASA GAUL VS BAHASA BAKU: HARUSKAH KITA KHAWATIR?

admin 04 Apr 2025 344

By: Purnama, Siti Khoiria Ramadhani Br. Pulungan

Dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak akan terlepas dengan istilah bahasa karena bahasa berperan sebagai penyampai informasi dan bentuk mengekspresikan diri. Mengingat bahasa berfungsi sebagai bahasa nasional juga sebagai bahasa pemersatu dan identitas bangsa Indonesia. Tapi apakah bahasa yang selama ini kita gunakan sehari-hari adalah bahasa yang baik dan benar? Apakah bahasa tersebut sesuai dengan KBBI? Jika berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar tentu yang akan terlintas dalam pikiran adalah bahasa baku. Bahasa baku menurut UU No 24 tahun 2009 adalah bahasa yang dianggap dapat digunakan sebagai bahasa di bidang pendidikan, administrasi negara, upacara resmi, karya tulis, peradilan, dan berbagai ranah yang dapat dipandang resmi.

Namun, baku sendiri bukanlah syarat suatu bahasa dikatakan baik dan benar karena bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan ranahnya, contohnya seperti pada kehidupan sehari hari dengan berbicara menggunakan bahasa non baku bukan berarti seseorang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun sebaliknya penggunaan bahasa non baku seseorang pada sebuah upacara resmi akan dianggap salah. Semakin berkembangnya era digital penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia maya mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa kekinian anak muda, yang dikenal dengan bahasa gaul.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata gaul itu sendiri adalah “campur” sedangkan menurut situs bahasa, bahasa prokem Indonesia atau bahasa gaul adalah bahasa prokem yang khas Indonesia dan jarang dijumpai di negara lain kecuali di komunitas Indonesia. Bahasa prokem yang berkembang di Indonesia lebih dipengaruhi oleh bahasa Betawi yang mengalami  penyimpangan/pengubahsuaian pemakaian kata oleh kaum remaja Indonesia yang menetap diJakarta. Bahasa gaul sendiri muncul berawal dari pelesetan anak anak muda yang kemudian digunakan terus menerus dari teman ke teman nya.

Lalu apakah penggunaan bahasa gaul memiliki pengaruh buruk untuk bangsa Indonesia?

Penggunaan bahasa gaul tentu akan menimbulkan pro kontra bagi masyarakat karena penggunaan bahasa gaul dianggap bertentangan dengan Sumpah pemuda bahkan juga dianggap bisa menghilangkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia padahal bahasa gaul juga berasal dari bahasa Indonesia itu sendiri. Selain itu bahasa gaul juga tidak selamanya memiliki dampak negatif bagi bangsa Indonesia bahasa gaul tentunya memiliki sisi positif bagi bangsa Indonesia karena dengan adanya bahasa gaul akan menambah ragam bahasa di Indonesia hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat kreatif terutama para kaum anak muda. Penggunaan bahasa gaul lebih dominan digunakan oleh anak muda saat ini dengan alasan lebih kekinian di kalangan mereka selain itu penggunaan bahasa gaul memiliki fungsi tersendiri untuk memisahkan identitas mereka dari kalangan usia lainnya.

Menurut kajian sosiolinguistik, bahasa-bahasa khas pergaulan anak muda (bahasa gaul) itu adalah salah satu variasi bahasaAda variasi geografis yang disebut dialek; ada pula variasi sosial yang disebut sosiolek. Nah, bahasa gaul termasuk sosiolek, yaitu ragam bahasa khusus dari kelompok tertentu (remaja, kaum muda, anak gaul), kata Kris Budiman, sastrawan dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bahasa gaul juga tidak selamanya bisa dinilai buruk oleh masyarakat selagi bahasa yang digunakan tidak memiliki arti yang buruk karena saat ini justru sudah banyak kata kata bahasa gaul yang masuk ke dalam KBBI seperti mager, pansos, julid, baper, kicep dan lain nya. Menurut Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia Ivan Lanin, penambahan kosakata baru dalam KBBI didasarkan pada kriteria tertentu. Salah satu kriteria tersebut adalah kekerapan penggunaan, tidak peduli apakah waktu penggunaannya sudah lama atau baru sebentar ditengah masyarakat.

 itu penggunaan bahasa gaul yang baik tidak akan menimbulkan dampak negatif selagi kata tersebut tidak mengandung arti yang buruk dan digunakan sesuai dengan tempatnya penggunaan bahasa gaul juga tidak boleh menjadikan anak bangsa melupakan bahasa Nasional yang merupakan identitas suatu bangsa. Bahasa boleh gaul tapi jangan lupa identitas bangsa ya!

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …