Home » Esai dan Opini » BAHASA GAUL VS BAHASA BAKU: HARUSKAH KITA KHAWATIR?

BAHASA GAUL VS BAHASA BAKU: HARUSKAH KITA KHAWATIR?

admin 04 Apr 2025 531

By: Purnama, Siti Khoiria Ramadhani Br. Pulungan

Dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak akan terlepas dengan istilah bahasa karena bahasa berperan sebagai penyampai informasi dan bentuk mengekspresikan diri. Mengingat bahasa berfungsi sebagai bahasa nasional juga sebagai bahasa pemersatu dan identitas bangsa Indonesia. Tapi apakah bahasa yang selama ini kita gunakan sehari-hari adalah bahasa yang baik dan benar? Apakah bahasa tersebut sesuai dengan KBBI? Jika berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar tentu yang akan terlintas dalam pikiran adalah bahasa baku. Bahasa baku menurut UU No 24 tahun 2009 adalah bahasa yang dianggap dapat digunakan sebagai bahasa di bidang pendidikan, administrasi negara, upacara resmi, karya tulis, peradilan, dan berbagai ranah yang dapat dipandang resmi.

Namun, baku sendiri bukanlah syarat suatu bahasa dikatakan baik dan benar karena bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan ranahnya, contohnya seperti pada kehidupan sehari hari dengan berbicara menggunakan bahasa non baku bukan berarti seseorang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun sebaliknya penggunaan bahasa non baku seseorang pada sebuah upacara resmi akan dianggap salah. Semakin berkembangnya era digital penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia maya mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa kekinian anak muda, yang dikenal dengan bahasa gaul.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata gaul itu sendiri adalah “campur” sedangkan menurut situs bahasa, bahasa prokem Indonesia atau bahasa gaul adalah bahasa prokem yang khas Indonesia dan jarang dijumpai di negara lain kecuali di komunitas Indonesia. Bahasa prokem yang berkembang di Indonesia lebih dipengaruhi oleh bahasa Betawi yang mengalami  penyimpangan/pengubahsuaian pemakaian kata oleh kaum remaja Indonesia yang menetap diJakarta. Bahasa gaul sendiri muncul berawal dari pelesetan anak anak muda yang kemudian digunakan terus menerus dari teman ke teman nya.

Lalu apakah penggunaan bahasa gaul memiliki pengaruh buruk untuk bangsa Indonesia?

Penggunaan bahasa gaul tentu akan menimbulkan pro kontra bagi masyarakat karena penggunaan bahasa gaul dianggap bertentangan dengan Sumpah pemuda bahkan juga dianggap bisa menghilangkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia padahal bahasa gaul juga berasal dari bahasa Indonesia itu sendiri. Selain itu bahasa gaul juga tidak selamanya memiliki dampak negatif bagi bangsa Indonesia bahasa gaul tentunya memiliki sisi positif bagi bangsa Indonesia karena dengan adanya bahasa gaul akan menambah ragam bahasa di Indonesia hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat kreatif terutama para kaum anak muda. Penggunaan bahasa gaul lebih dominan digunakan oleh anak muda saat ini dengan alasan lebih kekinian di kalangan mereka selain itu penggunaan bahasa gaul memiliki fungsi tersendiri untuk memisahkan identitas mereka dari kalangan usia lainnya.

Menurut kajian sosiolinguistik, bahasa-bahasa khas pergaulan anak muda (bahasa gaul) itu adalah salah satu variasi bahasaAda variasi geografis yang disebut dialek; ada pula variasi sosial yang disebut sosiolek. Nah, bahasa gaul termasuk sosiolek, yaitu ragam bahasa khusus dari kelompok tertentu (remaja, kaum muda, anak gaul), kata Kris Budiman, sastrawan dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bahasa gaul juga tidak selamanya bisa dinilai buruk oleh masyarakat selagi bahasa yang digunakan tidak memiliki arti yang buruk karena saat ini justru sudah banyak kata kata bahasa gaul yang masuk ke dalam KBBI seperti mager, pansos, julid, baper, kicep dan lain nya. Menurut Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia Ivan Lanin, penambahan kosakata baru dalam KBBI didasarkan pada kriteria tertentu. Salah satu kriteria tersebut adalah kekerapan penggunaan, tidak peduli apakah waktu penggunaannya sudah lama atau baru sebentar ditengah masyarakat.

 itu penggunaan bahasa gaul yang baik tidak akan menimbulkan dampak negatif selagi kata tersebut tidak mengandung arti yang buruk dan digunakan sesuai dengan tempatnya penggunaan bahasa gaul juga tidak boleh menjadikan anak bangsa melupakan bahasa Nasional yang merupakan identitas suatu bangsa. Bahasa boleh gaul tapi jangan lupa identitas bangsa ya!

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …