Home » Esai dan Opini » APRESIASI SASTRA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN

APRESIASI SASTRA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN

admin 25 Jun 2025 498

By: Erika Ramadhani Siregar
            Di tengah kemajuan teknologi serta arus globalisasi yang begitu pesat, dunia anak-anak mengalami perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam hal perihal pembentukan karakter. Kini, banyak dari mereka lebih akrab dengan hiburan konten digital dibandingkan dengan novel cerita. Dunia mereka dipenuhi oleh tayangan Youtube yang bergerak cepat, video Tiktok yang singkat namun memikat dan game online yang interaktif dan kompetitif. Hal ini tentu mengkhawatirkan karena masa anak-anak adalah masa emas dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial, khususnya di jenjang sekolah dasar.

             Pada jenjang sekolah dasar, mereka tidak hanya sekadar datang untuk belajar membaca dan berhitung, tetapi untuk mengenal diri sendiri, memahami orang lain, dan menanakan benih-benih karakter nilai kehidupan. Lewat puisi sederhana, anak belajar menyuarakan isi hatinya, melalui drama anak memahami peran orang lain dan melalui cerita pendek anak memaknai baik buruknya karakter orang lain. Disitulah letak kekuatan apresiasi sastra baik secara reseptif maupun produktif. Inilah mengapa apresiasi terhadap sastra anak menjadi penting, bukan hanya sebagai metode literasi biasa, tetapi juga sebagai jalan membentuk manusia kecil yang mampu berpikir, memiliki empati dan bertindak secara bijaksana.

            Kota Medan sebagai kota multikultural di Sumatera Utara memilki budaya dan ragam narasi lokal, yang sepatutnya bisa menjadi modal untuk sumber daya pendidikan karakter yang luar biasa. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem pembelajaran di sekolah dasar. Oleh karena itu, perlu upaya serius untuk menghidupkan kembali apresiasi sastra di lingkungan pendidikan dasar sebagai media strategis dalam menanamkan karakter pada anak sejak dini. Dengan mengangkat karya sastra lokal dalam pembelajaran, tidak hanya nilai karakter yang akan terbentuk, tetapi juga identitas budaya anak yang semakin kokoh. Seperti, Sitorus dan Sembiring (2023), peserta didik yang rutin dikenalkan dengan sastra lokal cenderung memiliki tingkat empati yang lebih tinggi karena mereka diajak memahami berbagai konflik dan sudut pandang tokoh dalam cerita. Di sinilah apresiasi sastra bukan hanya sebagai aktivitas membaca atau mendengarkan cerita saja, tetapi juga menjadi proses penanaman nilai-nilai karakter yang mendalam namun dengan cara yang menarik. Selain itu, sastra juga membantu anak mengembangkan imajinasi, memperkaya kosa kata, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif kompetensi yang sangat dibutuhkan di era kurikulum merdeka saat ini yang mengintegrasikan ke dalam nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum Merdeka sesungguhnya membuka ruang luas bagi penguatan karakter melalui literasi sastra. Melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pendekatan tematik, dan kemerdekaan dalam memilih sumber ajar, guru diberi peluang untuk menghadirkan karya sastra anak yang kontekstual dan transformatif. Namun peluang itu tampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal sastra memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan berkebinekaan global. Sastra lokal sebagai sumber belajar sangat cocok untuk menumbuhkan enam dimensi tersebut secara kontekstual dan menyenangkan. Melalui karya sastra, anak belajar menjadi manusia yang peka terhadap sesama, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan bangga akan budayanya. Tetapi, banyaknya karya lokal tersebut belum menjadi bagian dari bahan ajar atau bacaan wajib di sekolah dasar. Padahal, berdasarkan hasil penelitian oleh Nababan (2024), integrasi karya sastra lokal dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman nilai karakter hingga 35% dibandingkan metode konvensional. Cerita rakyat, legenda daerah, atau bahkan pantun Melayu yang sederhana dapat menjadi jembatan efektif dalam memperkenalkan nilai seperti kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab.

              Strategi implementasi apresiasi sastra dalam pengembangan karakter siswa SD juga perlu dirancang dengan pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Guru harus berperan aktif dalam memilih karya sastra yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif anak dan sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan. Selain itu, proses pembelajaran harus dilengkapi dengan aktivitas menarik dan aktif pada anak.  Namun tantangannya adalah minimnya pelatihan bagi guru tentang integrasi sastra dalam pendidikan karakter serta kurangnya ketersediaan bahan ajar sastra lokal yang sistematis serta dukungan dari pihak sekolah untuk memberikan ruang ekspresi kreatif. Untuk itu, dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Medan juga sangat diperlukan dalam bentuk pelatihan guru dalam literasi sastra anak dan penyusunan modul pembelajaran berbasis sastra lokal yang sesuai dengan capaian Kurikulum Merdeka serta disesuaikan dengan fase perkembangan anak.

Apresiasi sastra anak di pendidikan dasar bukan sekadar hanya tren dan pengayaan semata, tetapi kebutuhan mendesak dalam membentuk karakter generasi bangsa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kaya rasa, berkarakter, dan berbudaya. akan cinta budayanya. Baik itu puisi, prosa, maupun drama adalah media yang tepat menyampaikan dan menanamkan nilai-nilai karakter bangsa tersebut. Kota Medan memiliki kekayaan budaya dan cerita, namun tanpa strategi apresiasi yang sistematis dan tepat, peluang itu akan menjadi ruang kosong belaka. Kurikulum Merdeka yang membuka jalannya, tetapi semua pihak harus berjalan bersama: pendidik, pemerintah, dan masyarakat. Saatnya Kota Medan menempatkan sastra sebagai pilar pendidikan karakter yang utama, bukan sebagai hanya pelengkap, maka mari kita pastikan bahwa mereka mendengar cerita yang tepat, dari tanah yang mereka pijak dan dalam bahasa yang menyentuh hati mereka

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …