Home » Esai dan Opini » Transformasi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas (SMA)

Transformasi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas (SMA)

admin 03 Nov 2025 143

By: Annisa Safitri. Pada masa digital saat ini banyak sekali yang menggunakan bahan ajar untuk mempermudah suatu proses pembelajaran baik itu dalam bentuk buku, modul, lkpd, lks maupun  media digital. Namun  disuatu sisi bahan ajar tersebut terdapat kekurangan ataupun kelebihan yang harus di revisi berdasarkan prinsip maupun karakteristik  agar menjadi bahan ajar yang lebih baik dari sebelumnya, diketahui bahwasanya bahan ajar yang disusun berdasarkan sistematis dan sesuai dengan kurikulum  dapat mempermudahkan siswa untuk belajar secara mandiri agar tercapainya suatu  kompetensi yang telah direncanakan sebelumnya

Terdapat beberapa prinsip maupun suatu karakteristik bahan ajar yang baik agar dapat mempermudah siswa ataupun guru, diantaranya adalah menggunakan bahasa yang sederhana agar lebih mudah dipahami siswa sehingga mereka tidak perlu lagi mencari bahan ajar lainya. Selain  itu bahan ajar yang baik haruslah disusun agar sesuai dengan kemampuan peserta didik, setelah itu terdapat  kriteria yang tepat untuk bahan ajar dimana harus memuat isi secara akurat dan komprehensif sesuai dengan sarana maupun praserana dalam sebuah bahan ajar yang baik selanjutnya  haruslah memuat penyajian materi yang bisa menarik perhatian  para peserta didik

Tidak hanya isi dan penyajian dalam suatu bahan ajar yang baik, kita bisa menggunakan sebuah ilustrasi terkait dengan teks ataupun non teks dan ilustrasi tersebut haruslah sesuai serta seimbang dengan para peserta didik, tidak hanya itu suatu bahan ajar lebih baik menggunakan unsur yang lengkap dan karakteritik, di dalam sebuah buku maupul lkpd ataupun bahan ajar lainya sehingga haruslah lengkapi dengan sebuah petunjuk teks agar mempermudah para peserta didik untuk mencapai sebuah kompetensi yang diinginkan sesuai dengan kurikulum ataupun sarana yang telah ditetapkan untuk pencapaian para peserta didik maupun  tenaga pendidik

Selain itu dalam sebuah bahan ajar kita harus pandai dalam memilih buku ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan untuk para peserta didik dimana bertujuan agar mereka lebih mudah memahami suatu pembelajaran yang diberikan. Namun saya akan merevisikan serta menambahkan beberapa yang seharusnya di tambahkan pada buku tersebut, buku ini merupakan salah satu bahan ajar yang cetak dalam sebuah bentuk LKS bahasa indonesia pada kurikulum 2013 edisi revisi terbaru

Sebuah buku lembar kerja siswa (LKS) bahasa indonesia ini terbagi hanya menjadi 3 bab di setiap semesternya dan masing-masing bab ini dibagi menjadi 4 sub bab dan di akhiri dengan ujian kompetensi pada bab nya, pada bab pertama buku ini memuat materi yang berjudul “Menikmati Novel” berdasarkan kriteria dan prinsip bahan ajar yang baik haruslah memuat isi dengan tujuan pembelajaran yang akurat, komprehensif, serta memuat daftar pustaka. Menurut saya pada bagian isi buku lks ini sudah cukup sesuai, namun untuk penyajian yang memuat materi buku lks ini kurang melengkapi adanya materi tetapi lebih banyak tertuju pada tugas kognitif dimana salah satu soal dengan pertanyaan “terangkan pengertian prosa!” sedangkan didalam materi tersebut tidak dijelaskan apa pengertian prosa sehingga peserta didik harus mencari lebih dalam tentang materi tersebut

Untuk bagian ilustrasi dimana itu harus sesuai dengan judul bab yang akan dipelajari, namun pada bab 2 ini saya melihat terdapat kesenjangan antara iludtrasi dengan judul bab nya sehingga itu kurang menarik, yang dimana judul dari bab 2 ini adalah “menyajikan gagasan artikel” dengan gambar pendukung tangan seseorang mengetik sebuah laptop sebaiknya untuk ilustrasi itu ditambah juga dengan beberapa lembaran yang sudah tertulis sehingga menjadi bentuk sebuah artikel. Selanjutnya pada bagian penyajian materi bab 2 ini tertulis “ciri-ciri artikel” yang hanya mencantumkan dua poin saja dan kurang jelas, serta pada lks ini terdapat tugas dimana memuat soal yang tidak sama dengan materi pembahasan yang tercantum sehingga hal itulah yang menyebabkan siswa harus kembali mencari bahan ajar yang lengkap dan harus memenuhi kriteria bahan ajar yang baik

Pada bab 3 lks ini berjudul “Menilai karya melalui kritik dan esai” pada bagian pertama di sungguhi dengan sebuah gambar pena yang menancap pada kertas, namun gambar tersebut kurang menjelaskan bahwasanya tidak sesuai dengan judul pada bab 3 ini untuk materi yang dijelaskan kurang sesuai dengan tugas yang tercantum didalamnya sehingga terjadinya sebuah kesenjangan antara materi dan tugas, pada materi selanjutnya tercantum sebuah judul “menyusun kritik sastra” disini hanya di jelaskan bahwasanya menyusun kritik sastra itu hanya  terbagi menjadi 2 bagian saja seharusnya untuk materi tersebut di jelaskan secara rinci dan tepat agar peserta didik lebih mudah memahaninya. Jika seperti itu maka para peserta didik haruslah mencari kembali lebih dalam tentang materi yang diajarkan. Contoh yang tercantum pada buku ini hanya sedikit dan pada materi hanya tercantum tentang pembahasan yang inti saja dan tidak dijelaskan secara detail dengan hal itulah yang membuat para peserta didik jenuh karena tidak dapat menarik perhatian peserta didiknya  dalam sebuah proses pembelajaran agar bisa meningkatkan minat belajar peserta didik untuk menjadi lebih aktif dalam pembelajaran

Dan pada buku lks ini hanya berhalaman 63 lembar yang harus di selesaikan dalam satu semester dan itu sangat sedikit untuk dibahas dalam waktu 6 bulan, namun buku ini terbagi menjadi dua yang dimana satu buku tersebut untuk satu semester. Dari hasil transformasi yang saya peroleh buku ini kembali di revisikan karena prinsip serta karkteristik bahan ajar yang tertera pada buku ini kurang sesuai dengan prinsip yang ada, sehingga harus membuat siswa untuk mencari materi lebih dalam lagi, selain itu untuk prinsip pada bahan ajar harus terdapat juga prinsip kecukupan yang dimana prinsip ini harus memadai dalam membantu serang peserta didik untuk menguasai sebuah bateri yang diajarkan oleh pendidik

Selain itu materi yang diberikan haruslah sesuai dengan kemampuan mereka, tidak boleh terlalu sedikit ataupun tidak terlalu banyak dan juga ketika kita ingin memberikan tugas ataupun soal kepada mereka sebaiknya buatlah tugas yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Kemudian pada saat memberi pelajaran kepada peserta didik tidak boleh terlalu banyak ataupun menuntut karena jika materi yang diberikan banyak maka mereka akan merasa menjadi jenuh, nyatanya yang mereka butuhkan adalah materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dari segi isi dan prinsip serta karakteristik pada bahan ajar, namun materi yang tersampaikan pada buku lks diatas tidaklah sesuai dengan karakteristik bahan ajar sehingga mereka harus lah menggali lebih dalam tentang materi yang diberikan

Namun terdapat sebuah tantangan dalam penguatan bahan ajar yang dimana apabila kita sebagai tenaga pendidik harus pandai merancang sebuah bahan ajar apabila materi yang di sampaikan kepada peserta didik itu kurang lengkap ataupun tidak sesuai kita harus membuat bahan ajar lainya yang berbasis kreatif serta inovatif agar semangat mereka untuk belajr itu kembali bangkit, terdapat beberapa saran yaitu buatlah sebuah projek yang sesuai dengan kemampuan belajar mereka. Selain itu pada sebuah pembelajaran bahan ajar yang baik ini memiliki peran sangat penting salah satunya meningkatkan kemampuan belajar mereka yang dimana membuat peserta didik lebih aktif serta dan efektif untuk mencapai sebuah pembelajaranya

Dapat dijelaskan bahwasanya bahan ajar yang baik dan sesuai dengan prinsip serta karakteristik itu sangat berpengaruh untuk peserta didik salah satunya ialah meningkatkan kualitas pembelajaran mereka, hasil pemahaman serta kreatifitas peserta didik dalam mencapai suatu pembelajaran agar menjadi lebih aktif dan inovatif. Selain itu sebagai pendidik kita juga harus pandai menggunakan bahan ajar lainya yang berbau dengan teknologi, sebaiknya materi pada buku lks tersebut harus sesuai dengan prinsip serta karakteristik yang sudah di tentukan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …