- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Analisis dan Revisi Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berdasarkan Prinsip Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka
By: Kartika Sari Devi. Pendidikan modern tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Perubahan paradigma ini menuntut guru dan calon pendidik untuk mampu merancang bahan ajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Dalam konteks inilah, Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi pendidikan yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran kontekstual, serta penguatan karakter peserta didik melalui Profil Pelajar Pancasila. Kajian terhadap bahan ajar Bahasa Indonesia menjadi penting untuk melihat sejauh mana prinsip-prinsip kurikulum tersebut diterapkan, baik dalam isi, struktur, maupun tujuan pembelajaran.
Buku kerja Bahasa Indonesia dengan topik “Mengungkap Fakta Alam Secara Objektif” merupakan contoh bahan ajar yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami dan menulis teks laporan hasil observasi (LHO). Materi ini bertujuan agar siswa mampu mengenali struktur teks, menemukan informasi faktual, menulis laporan observasi dengan bahasa yang objektif, serta mempresentasikannya secara ilmiah. Buku ini juga dilengkapi dengan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills), latihan literasi dan numerasi, serta muatan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, secara konseptual, bahan ajar ini sudah selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan kompetensi dan karakter.
Namun, hasil analisis menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut masih memiliki beberapa keterbatasan. Dari segi kelayakan isi, materi sudah sesuai dengan kompetensi dasar yaitu memahami dan menulis teks laporan hasil observasi, tetapi penyajiannya masih bersifat deskriptif dan informatif. Belum terdapat contoh teks laporan utuh yang dapat membantu siswa menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan secara konkret. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis siswa belum terasah secara optimal. Dari sisi kelayakan bahasa, gaya penulisan cenderung terlalu ilmiah dan kurang komunikatif bagi siswa SMP. Hal ini membuat bahan ajar berpotensi terasa kaku dan sulit dipahami.
Keterkaitan antara materi dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) sebenarnya sudah cukup baik. Materi tentang teks laporan hasil observasi telah mengacu pada KI-3 (pengetahuan) dan KI-4 (keterampilan) yang menekankan pemahaman dan penerapan bahasa secara faktual dan prosedural. Namun, kegiatan belajar dalam LKS belum sepenuhnya menuntun siswa untuk mencapai KD 4.1, yaitu menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan kegiatan nyata. Tanpa aktivitas eksploratif seperti observasi lingkungan atau praktik menulis laporan berbasis pengalaman langsung, siswa hanya akan berhenti pada tahap memahami teori tanpa menguasai keterampilan aplikatif.
Oleh karena itu, revisi bahan ajar menjadi langkah penting agar proses pembelajaran lebih terukur dan bermakna. Lembar Kerja Siswa (LKS) perlu dilengkapi dengan rumusan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang eksplisit. Capaian pembelajaran menjadi tolok ukur utama agar guru dan siswa memahami arah kompetensi yang ingin dicapai. Selain itu, LKS sebaiknya memuat contoh teks laporan observasi yang lengkap, kegiatan analisis struktur teks, serta panduan menulis yang sistematis—mulai dari menentukan objek, mengumpulkan data, hingga menyusun laporan akhir. Penambahan komponen refleksi di akhir kegiatan juga dapat membantu siswa menilai pemahamannya sendiri, sehingga pembelajaran menjadi lebih personal dan bermakna.
Revisi lain yang tak kalah penting adalah penguatan aspek kontekstual dan karakter. Kegiatan observasi dapat diarahkan pada isu-isu lingkungan sekitar, seperti kebersihan sekolah, pelestarian alam, atau budaya lokal. Dengan begitu, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya mengasah keterampilan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan empati sosial, kepedulian lingkungan, dan rasa cinta tanah air. Integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila—gotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan berakhlak mulia—dapat dimasukkan ke dalam setiap kegiatan belajar agar tujuan pembelajaran selaras dengan pembentukan karakter.
Secara keseluruhan, hasil revisi menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia harus berlandaskan prinsip keseimbangan antara isi, tujuan, capaian, dan konteks kehidupan siswa. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi perancang pengalaman belajar yang menantang dan bermakna. Bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang hidup—menginspirasi siswa untuk berpikir, bereksperimen, dan berkreasi. Dengan penerapan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar yang kritis, komunikatif, dan berkarakter kuat sebagai cerminan pelajar Pancasila.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.824 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.851 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.471 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.