Home » Esai dan Opini » Mengenal Huruf, Suku Kata Dan Kata Pada Murid Kelas 1 Sekolah Dasar

Mengenal Huruf, Suku Kata Dan Kata Pada Murid Kelas 1 Sekolah Dasar

admin 04 Nov 2025 234

By: Maziah Tul Akmal. Kemampuan membaca dan menulis merupakan dasar dari seluruh proses belajar. Pada murid kelas 1 sekolah dasar, tahap awal pembelajaran bahasa dimulai dengan mengenal huruf, suku kata, dan kata. Proses ini sangat penting karena menjadi fondasi bagi kemampuan berbahasa seperti membaca kalimat dan memahami teks sederhana. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) perlu memahami proses ini secara mendalam agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Pertama mengenal huruf. murid  perlu mengetahui nama huruf dan bunyinya. Misalnya, huruf A Dibaca “a”, huruf B Dibaca “be”,huruf c Dibaca“ce”, dan seterusnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan melalui lagu alfabet, permainan kartu huruf, atau menulis huruf di buku tulis. Dengan mengenal huruf, murid  akan terbiasa dengan bentuk dan suara setiap huruf. Setelah murid mengenal huruf, langkah berikutnya adalah belajar menggabungkan huruf menjadi suku kata. Misalnya:

B + A =BA

B + I   = BI

B + U =BU

B + E = BE

B + O =BO

Dengan langkah ini, murid  belajar bahwa huruf-huruf dapat digabung menjadi bunyi yang bermakna. Guru biasanya menggunakan metode membaca suku kata berulang, seperti ‘ba-bi-bu-be-bo” agar murid terbiasa mengenali pola bunyi. langkah selanjutnya adalah menghubungkan suku kata menjadi kata  Contohnya:

BA + JU = BAJU

ME + JA = MEJA

BU + KU = BUKU

BA + CA = BACA

BO + LA = BOLA

murid akan belajar memahami bahwa setiap kata memiliki arti tertentu. Dengan mengenal kata, murid dapat membaca, menyusun dan menulis kalimat sederhana seperti “Ini baju saya” atau “Saya bantu ibu”. Dengan demikian, kemampuan membaca murid  berkembang dari tahap simbolik menuju pemahaman makna, sementara kemampuan menulisnya meningkat melalui latihan menyalin kata dan membuat kalimat sederhana.

Proses pembelajaran membaca dan menulis juga harus memperhatikan aspek psikologis murid. murid usia kelas 1 sekolah dasar  umumnya masih berada pada tahap berpikir konkret, sehingga pembelajaran perlu menggunakan benda nyata, gambar, atau kegiatan yang melibatkan gerak tubuh. Misalnya, guru dapat mengajak murid menulis huruf di udara, menyusun huruf dari potongan kertas, atau membaca tulisan di lingkungan sekitar seperti papan nama dan kemasan makanan. Kegiatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Dengan cara tersebut, murid tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, kemampuan membaca dan menulis harus dikembangkan secara bertahap, konsisten, dan penuh dukungan dari guru maupun orang tua.

Guru memiliki peran penting dalam membantu murid mengenal huruf, suku kata, dan kata. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan murid. Dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan “tematik integratif”dianjurkan agar pembelajaran membaca dan menulis dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.guru perlu memperhatikan perbedaan individu di antara peserta didik. Tidak semua murid belajar dengan kecepatan yang sama; oleh karena itu, guru perlu memberikan pendampingan individual, menggunakan media visual dan audio, serta memberikan penguatan positif agar. murid merasa percaya diri dan termotivasi untuk belajar. Mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) harus memahami pentingnya strategi ini agar ketika terjun ke dunia kerja nanti, mereka mampu membimbing anak dengan sabar dan empati.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …