- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Mengenal Huruf, Suku Kata Dan Kata Pada Murid Kelas 1 Sekolah Dasar
By: Maziah Tul Akmal. Kemampuan membaca dan menulis merupakan dasar dari seluruh proses belajar. Pada murid kelas 1 sekolah dasar, tahap awal pembelajaran bahasa dimulai dengan mengenal huruf, suku kata, dan kata. Proses ini sangat penting karena menjadi fondasi bagi kemampuan berbahasa seperti membaca kalimat dan memahami teks sederhana. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) perlu memahami proses ini secara mendalam agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Pertama mengenal huruf. murid perlu mengetahui nama huruf dan bunyinya. Misalnya, huruf A Dibaca “a”, huruf B Dibaca “be”,huruf c Dibaca“ce”, dan seterusnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan melalui lagu alfabet, permainan kartu huruf, atau menulis huruf di buku tulis. Dengan mengenal huruf, murid akan terbiasa dengan bentuk dan suara setiap huruf. Setelah murid mengenal huruf, langkah berikutnya adalah belajar menggabungkan huruf menjadi suku kata. Misalnya:
B + A =BA
B + I = BI
B + U =BU
B + E = BE
B + O =BO
Dengan langkah ini, murid belajar bahwa huruf-huruf dapat digabung menjadi bunyi yang bermakna. Guru biasanya menggunakan metode membaca suku kata berulang, seperti ‘ba-bi-bu-be-bo” agar murid terbiasa mengenali pola bunyi. langkah selanjutnya adalah menghubungkan suku kata menjadi kata Contohnya:
BA + JU = BAJU
ME + JA = MEJA
BU + KU = BUKU
BA + CA = BACA
BO + LA = BOLA
murid akan belajar memahami bahwa setiap kata memiliki arti tertentu. Dengan mengenal kata, murid dapat membaca, menyusun dan menulis kalimat sederhana seperti “Ini baju saya” atau “Saya bantu ibu”. Dengan demikian, kemampuan membaca murid berkembang dari tahap simbolik menuju pemahaman makna, sementara kemampuan menulisnya meningkat melalui latihan menyalin kata dan membuat kalimat sederhana.
Proses pembelajaran membaca dan menulis juga harus memperhatikan aspek psikologis murid. murid usia kelas 1 sekolah dasar umumnya masih berada pada tahap berpikir konkret, sehingga pembelajaran perlu menggunakan benda nyata, gambar, atau kegiatan yang melibatkan gerak tubuh. Misalnya, guru dapat mengajak murid menulis huruf di udara, menyusun huruf dari potongan kertas, atau membaca tulisan di lingkungan sekitar seperti papan nama dan kemasan makanan. Kegiatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Dengan cara tersebut, murid tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, kemampuan membaca dan menulis harus dikembangkan secara bertahap, konsisten, dan penuh dukungan dari guru maupun orang tua.
Guru memiliki peran penting dalam membantu murid mengenal huruf, suku kata, dan kata. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan murid. Dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan “tematik integratif”dianjurkan agar pembelajaran membaca dan menulis dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.guru perlu memperhatikan perbedaan individu di antara peserta didik. Tidak semua murid belajar dengan kecepatan yang sama; oleh karena itu, guru perlu memberikan pendampingan individual, menggunakan media visual dan audio, serta memberikan penguatan positif agar. murid merasa percaya diri dan termotivasi untuk belajar. Mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) harus memahami pentingnya strategi ini agar ketika terjun ke dunia kerja nanti, mereka mampu membimbing anak dengan sabar dan empati.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.824 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.851 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.471 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.