Mengenal Huruf, Suku Kata Dan Kata Pada Murid Kelas 1 Sekolah Dasar
- account_circle admin
- calendar_month 4/11/2025
- visibility 755
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Maziah Tul Akmal. Kemampuan membaca dan menulis merupakan dasar dari seluruh proses belajar. Pada murid kelas 1 sekolah dasar, tahap awal pembelajaran bahasa dimulai dengan mengenal huruf, suku kata, dan kata. Proses ini sangat penting karena menjadi fondasi bagi kemampuan berbahasa seperti membaca kalimat dan memahami teks sederhana. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) perlu memahami proses ini secara mendalam agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Pertama mengenal huruf. murid perlu mengetahui nama huruf dan bunyinya. Misalnya, huruf A Dibaca “a”, huruf B Dibaca “be”,huruf c Dibaca“ce”, dan seterusnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan melalui lagu alfabet, permainan kartu huruf, atau menulis huruf di buku tulis. Dengan mengenal huruf, murid akan terbiasa dengan bentuk dan suara setiap huruf. Setelah murid mengenal huruf, langkah berikutnya adalah belajar menggabungkan huruf menjadi suku kata. Misalnya:
B + A =BA
B + I = BI
B + U =BU
B + E = BE
B + O =BO
Dengan langkah ini, murid belajar bahwa huruf-huruf dapat digabung menjadi bunyi yang bermakna. Guru biasanya menggunakan metode membaca suku kata berulang, seperti ‘ba-bi-bu-be-bo” agar murid terbiasa mengenali pola bunyi. langkah selanjutnya adalah menghubungkan suku kata menjadi kata Contohnya:
BA + JU = BAJU
ME + JA = MEJA
BU + KU = BUKU
BA + CA = BACA
BO + LA = BOLA
murid akan belajar memahami bahwa setiap kata memiliki arti tertentu. Dengan mengenal kata, murid dapat membaca, menyusun dan menulis kalimat sederhana seperti “Ini baju saya” atau “Saya bantu ibu”. Dengan demikian, kemampuan membaca murid berkembang dari tahap simbolik menuju pemahaman makna, sementara kemampuan menulisnya meningkat melalui latihan menyalin kata dan membuat kalimat sederhana.
Proses pembelajaran membaca dan menulis juga harus memperhatikan aspek psikologis murid. murid usia kelas 1 sekolah dasar umumnya masih berada pada tahap berpikir konkret, sehingga pembelajaran perlu menggunakan benda nyata, gambar, atau kegiatan yang melibatkan gerak tubuh. Misalnya, guru dapat mengajak murid menulis huruf di udara, menyusun huruf dari potongan kertas, atau membaca tulisan di lingkungan sekitar seperti papan nama dan kemasan makanan. Kegiatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Dengan cara tersebut, murid tidak hanya menghafal huruf, tetapi juga memahami penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, kemampuan membaca dan menulis harus dikembangkan secara bertahap, konsisten, dan penuh dukungan dari guru maupun orang tua.
Guru memiliki peran penting dalam membantu murid mengenal huruf, suku kata, dan kata. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan murid. Dalam Kurikulum Merdeka, pendekatan “tematik integratif”dianjurkan agar pembelajaran membaca dan menulis dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.guru perlu memperhatikan perbedaan individu di antara peserta didik. Tidak semua murid belajar dengan kecepatan yang sama; oleh karena itu, guru perlu memberikan pendampingan individual, menggunakan media visual dan audio, serta memberikan penguatan positif agar. murid merasa percaya diri dan termotivasi untuk belajar. Mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) harus memahami pentingnya strategi ini agar ketika terjun ke dunia kerja nanti, mereka mampu membimbing anak dengan sabar dan empati.

Saat ini belum ada komentar