Home » Esai dan Opini » Menelaah Dan Merevisi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas

Menelaah Dan Merevisi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Pada Sekolah Menengah Atas

admin 04 Nov 2025 203

By: Putri Azziza Azzaro. Pendidikan Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berbahasa sekaligus berpikir kritis peserta didik. Melalui pembelajaran bahasa, siswa tidak hanya diharapkan mampu menggunakan bahasa secara benar dan efektif, tetapi juga memahami fungsi sosial, budaya, dan akademik dari bahasa itu sendiri. Dalam konteks Kurikulum 2013 edisi revisi, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk membangun kompetensi komunikatif dan literasi peserta didik, baik dalam ranah personal, sosial, akademik, maupun profesional. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui penyusunan bahan ajar yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Buku teks menjadi salah satu bentuk bahan ajar, utama yang berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan sumber belajar bagi siswa.

Oleh karena itu, penting untuk meninjau sejauh mana buku teks, khususnya Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 Edisi Revisi, telah disusun berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar yang baik. Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 edisi revisi merupakan bahan ajar yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa peserta didik secara utuh, meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Bab pertama dalam buku ini berjudul “Membuat Surat Lamaran Pekerjaan”. Materi tersebut memiliki posisi penting karena melatih siswa menghadapi dunia kerja nyata, sekaligus mengasah keterampilan menulis formal fungsional.

Namun, dalam proses pengembangan bahan ajar, perlu dianalisis apakah materi dan tujuan pembelajaran dalam bab ini telah sesuai dan mampu mencapai kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Analisis ini juga penting untuk menilai kesesuaian penyajian buku dengan prinsip pengembangan bahan ajar, seperti relevensi dengan kebutuhan peserta didik, berkemaknaan materi, konsistensi antar bagian, serta berkepihakan pada pembelajaran aktif dan kontekstual.

Menurut Prastowo (2015), pengembangan bahan ajar harus memperhatikan empat prinsip utama, yaitu relevansi, konsistensi, kecukupan, dan kontekstualitas. Daryanto (2014) menambahkan bahwa bahan ajar yang baik harus mampu memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri dan mengembangkan potensi berpikir kritis. Sementara itu, menurut Kemendikbud (2018), bahan ajar yang disusun dalam konteks Kurikulum 2013 perlu berorientasi pada pendekatan pembelajaran siswa dengan menumbuhkan nilai-nilai karakter dan literasi abad ke-21, seperti kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

Adapun empat Kompetensi Inti (KI) pada bab ini meliputi:

    1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
    2. Menghayati dan mengamalkan perilaku sosial seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan peduli.
    3. Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, dan procedural dalam bidang Bahasa Indonesia.
    4. Mengolah dan menciptakan dalam ranah konkret dan abstrak melalui kegiatan berbahasa yang kreatif.

Jika dikaitkan dengan Materi Membuat Surat Lamaran Pekerjaan, ke empat Kompotensi Inti (KI) tersebut secara umum sudah relevan. Misalnya kompotensi inti 3 dan 4 selaras dengan kegiatan memahami struktur surat dan menyusunnya secara kreatif dan efektif. Kompetensi inti  2 juga dapat diinternalisasi melalui sikap tanggung jawab dan kejujuran saat menulis surat lamaran yang mencerminkan integritas probadi. Namun, dalam implementasinya, buku cenderung hanya menonjolkan aspek pengetahuan dan keterampilan (KI 3 dan KI 4) sedangkan (KI 1 DAN KI 2) sikap spiritual dan sosial, belum diintegrasikan secara lengkap dan jelas.

Adapun terdapat empat Kompetensi Dasar (KD) dalam bab ini yaitu:

    1. Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca.
    2. Mengidentifikasikan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan
    3. Menyajikan simpulan sistematika dan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan dalam bentuk visual
    4. Menyususn surat lamaran pekerjaan dengan memperhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.

Kompetensi Dasar (KD) tersebut sudah menunjukan kesinambungan antara ranah pengetahuan dan keterampilan. Akan tetapi, kegiatan belajar tersebut masih terlalu fokus pada analisis bentuk dan penulisan ulang surat lamaran tanpa pendalman kontekstual, misalnya bagaimana menulis surat lamaran sesuai bidang pekerjaan tertentu, perusahaan, atau media digital. Adapun evaluasi berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar yaitu:

    1. Relevansi: Materi surat lamaran pekerjaan sangat relevan dengan kebutuhan siswa kelas XII yang akan menghadapi dunia kerja,. Namun, relevansi kontekstualnya dapat ditinggalkan dengan memasukkan contoh surat lamaran di dunia digital (melalui email, atau platform karier).
    2. Konsistensi: Hubungan antara kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator sudah konsisten. Akan tetapi, penyusunan kegiatan belajar perlu lebih sistematis agar alur pembelajaran dari identifikasi, analisis, hingga produksi surat menjadi lebih terpadu.
    3. Kecukupan: Materi sudah cukup memadai secara struktur, tetapi belum cukup dalam aspek kebahasaan praktis (misalnya perbedaan gaya bahasa formal dan semiformal).
    4. Kontekstualitas: Aspek kontekstual masih lemah. Contoh surat lamaran belum dikaitkan dengan bidang kerja atau profesi nyata yang dikenal siswa.
    5. Kebermaknaan: Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa memahami bahwa surat lamaran mencerminkan karakter pribadi dan etika professional.

Ada juga usulan revisi berdasarkn prinsip pengembangan bahan ajar yaitu:

    1. Perumusan Tujuan Pembelajaran Baru

Tujuan pembelajaran sebaiknya tidak hanya berfokus pada penguasan struktur teks, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan etika provisional.

    1. Revisi Materi dan Kegiatan Pembelajaran
    2. Tambahkan variasi surat lamaran digital, surat lamaran Bahasa inggris, dan surat lamaran untuk magang.
    3. Gunakan model project-based learning.
    4. Tambahkan kolom refleksi nilai.
    5. Gunakan media digital dan contoh nyata.
    6. Revisi Indikator Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran
    7. Siswa mampu mengidentifikasi struktur dan kebahasan surat lamaran pekerjaan dari berbagai sumber
    8. Siswa mampu menganalisis kesesuaian isi surat lamaran dengan jenis pekerjaan dan perusahaan.
    9. Siswa mampu menyajikan hasil analisis dan bentuk visual atas prestasi digital
    10. Siswa mampu menyusun surat lamaran yang kreatif, jujur, dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia baku.

Revisi evaluasi pembelajaran hendaknya mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Misalnya yaitu

    1. Kognitif: ketepatan isi dan struktur surat.
    2. Afektif: nilai kejujuran, tanggung jawab, bekerja sama
    3. Psikomotor: keterampilan mengetik, dan mengirim surat digital

Jadi berdasarkan analisis terhadap isi buku Lembar Kerja Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII tersebut, dapat disimpulkan bahwa materi dan tujuan pembelajaran secara umum telah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetens Dasar (KD), namun belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar yang efektif dan kontekstual. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, revisi perlu difokuskan pada penggayaan konteks actual, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pengintegrasikan nilai karakter, serta penggunaan media digital. Dengan demikian, pembelajaran menulis surat lamaran pekerjaan tidak hanya menghasilkan teks formal, tetapi juga membentuk peserta didik yang komunikatif, beretika, siap akan menghadapi dunia kerja modern.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …