Home » Esai dan Opini » Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Bahasa Indonesia

Pemanfaatan Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Bahasa Indonesia

admin 04 Nov 2025 198

By: Ade Ramadani. Terdapat banyak media pembelajaran yang berhasil dibuat dengan teknologiinformasi sehingga membuat pembelajaran lebih menarik, efisien, dan mudah. Arief Sadiman dikutip (Arifudin, 2022) bahwa pembelajaran merupakan suatu usaha sadar guru/pengajar untuk membantu siswa atau anak didiknya, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Dengan kata lain pembelajaran adalah usahausaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses.belajar dalam diri siswa. Menurut Hamzah & Nina dalam (Chadijah, 2023), definisi pembelajaran yaitu pengertian pembelajaran dalam konsep teknologi pembelajaran, kata pembelajaran mengandung makna yang lebih proaktif dalam melaksanakan kegiatan belajar, sebab di dalamnya bukan hanya guru atau instruktur yang aktif, tetapi siswa merupakan subjek yang aktif dalam belajar. Sedangkan menurut Cecep Kustandi & Bambang Sutjipto dikutip (Suryaningsih, 2023), pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bertujuan. Tujuan ini harus searah dengan tujuan belajar siswa dan kurikulum. Tujuan belajar pada siswa ialah mencapai perkembangan optimal, yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan yang dilakukan oleh guru secara sadar untuk membantu siswa dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif denganmemanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Kegiatan tersebut bisa disebut sebagai proses belajar. Dalam interaksi tersebut terjadi komunikasi, menyalurkan informasi.Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa diharuskan memahami dan menguasai

keterampilan seperti menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Dalam hal ini, guru memegang peran sebagai fasilitator untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mencapai keempat keterampilan tersebut. Menurut (Arifudin, 2020) bahwa salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan guru untuk mendukung keberhasilan siswa dalam mencapai keterampilan tersebut adalah dengan menerapkan media pembelajaran tertentu dalam pembelajaran.Menurut Nunuk Suryani & Leo Agung dalam (Mayasari, 2022), yang dimaksud media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam rangka mendukung usaha-usaha pelaksanaan proses belajar-mengajar yang menjurus kepada pencapaian tujuan pembelajaran. Sementara itu Briggs dalam (Ulfah, 2023)berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sadiman dkk dalam menjelaskan bahwa Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.Sanaky dikutip (Hoerudin, 2023) menjelaskan pembelajaran adalah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar, dan bahan ajar. Bentuk komunikasi tidak akan berjalan tanpa adanya bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Bentuk-bentuk stimulus dapat dipergunakan sebgai media, diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realitas, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Smaldino dkk dalam (Mayasari, 2023) bahwa ada beberapa prinsip penggunaan media secara umum yang disebut dengan “The Assure Model” yaitu: 1) Analyze learners, 2) State standards and objectives, 3) Select strategies, technology, media, and materials, 4) Utilize technology, media, and materials, 5) Require learner participation, & 6) Evaluate and revise.Dalam memilih media, menurut Sadiman dkk dikutip (Apiyani, 2022) menjelaskan bahwa untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut: (a) ketersediaan sumber setempat, artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri, (b) apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya, (c) faktoryang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waku yang lama artinya media dapat digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada

disekitarnya dan kapan pun serta mudah dijinjing dan dipindahkan, dan (d) evektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.Upaya meningkatkan mutu pembelajaran merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan mutu sumber daya manusia itu sendiri (Ulfah, 2020). Menyadari akan pentingnya proses peningkatan mutu sumber daya manusia, maka Pemerintah terus berupaya mewujudkan amanat tersebut.Secara umum, mutu mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun baik yang tangible maupun yang intangible. Mutu adalah sebuah hal yang berhubungan dengan gairah dan harga diri. Mutu terkadang dianggap sebagai konsep yang penuh teka teki, dianggap hal yang membingungkan dan sulit untuk diukur (Mardizal, 2023). Definisi mutu menurut Arcaro dalam (Kartika, 2023) adalah sebuah derajat variasi yang terduga standar yang digunakandan memiliki ketergantungan pada biaya yang rendah. Menurut Daming dalam (Kartika, 2022), mutu berarti pemecahan untuk mencapai penyempurnaan terus menerus. Dalam dunia pendidikan, Menurut Daming dalam (Darmawan, 2021), yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan adalah 1) anggota dewan sekolah dan administrasi harus menetapkan tujuan Pendidikan, 2) menekankan pada upaya kegagalan pada siswa, 3) menggunakan metode kontrol statistik untuk membantu memperbaiki outcome siswa dan administratif. Ketiga pokok tersebut sangat mendukung dan sangat penting untuk mencaapai mutu yang berkualitas di dalam dunia pendidikan. Maksudnya definisi mutu memiliki arti tingkat dan rendahnya suatu derajat. Mutu menurut bahasa mutu bararti kualitas, tingkat, derajat, kadar. Sebagai suatu konsep, mutu seringkali ditafsirkan dengan beragam definisi, bergantung pada pihak dan sudut pandang mana konsep itu di persiapkan. Dalam dunia pendidikan, dua pertanyaan yang penting dikemukakan adalah apa yang dihasilkan dan siapa pemakai pendidikan. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihak-pihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil Pendidikan (Hanafiah, 2022).Berkaitan dengan pembelajaran yang bermutu, Mulyono dalam (Riyanti, 2022)menyebutkan bahwa konsep mutu pembelajaran mengandung lima rujukan, yaitu: 1) Kesesuaian, 2) Pembelajaran, 3) Efektivitas, 4) Efisiensi, serta 5) Produktivitas.

Pembelajaran yang bermutu akan bermuara pada kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Secara sederhana kemampuan yang harus dimiliki oleh guru yaitu kemampuan merencanakan pembelajaran, proses pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam suasana tertentu dengan dukungan sarana dan prasarana pembelajaran tertentu tertentu pula (Jumiati, 2024). Oleh karena itu, keberhasilan mutu pembelajaran sangat tergantung pada: guru, siswa, sarana pembelajaran, lingkungan kelas, dan budaya kelas (Hasbi, 2021). Semua indikator tersebut harus saling mendukung dalam sebuah system kegiatan pembelajaran yang bermutu.Dalam pembelajaran yang bermutu terlibat berbagai input pembelajaran seperti; siswa (kognitif, afektif, atau psikomotorik), bahan ajar, metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), sarana sekolah, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif (Ulfah, 2021). Mutu pembelajaran ditentukan dengan metode, input, suasana, dan kemampuan melaksanakan manajemen proses pembelaran itu sendiri. Pembelajaran yang bermutu adalah pembelajaran yang efektif yang pada intinya adalah menyangkut kemampuan guru dalam proses pembelajaran di kelas(Sulaeman, 2022). Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan sangat menentukan mutu hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa mutu pembelajaran adalah Pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan sangat menentukan mutu pembelajaran Yang akan diperoleh siswa. Indikator mutu pembelajaran dalam penelitian ini, yaitu kesesuaian, pembelajaran yang bermutu juga harus mempunyai daya tarik yang kuat, efektivitas, efisiensi, dan produktivitas.Permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia muncul pada keterampilan menyimak cerita yang belum berjalan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari setiap pembelajaran, guru masih menggunakan metode ceramah pada saat proses pembelajaran berlangsung. Sehingga, siswa terlihat kurang antusias dan cenderung pasif karena proses pembelajaran bersifat monoton dan membosankan, serta guru lebih banyak mendominasi kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan menyimak cerita berlangsung. Selain itu, belum maksimalnya penggunaan media oleh guru yang sudah disediakan pihak sekolah. Hal lainnya adalah materi-materi dan tugas yang diberikan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung kurang menarik karena masih terpaku pada buku pegangan. Sehingga sangat penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut pada pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.B. METODE PENELITIANPenelitian ini berusaha untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa metode deskriptif analisis. Menurut (Haris, 2023) bahwa desktiptif analisis adalah penelaahan secara empiris yang menyelidiki suatu gejala atau fenomena khusus dalam latar kehidupan nyata. Hasil penelitian ini dikumpulkan dengan data primer dan data skunder.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam (Arifudin, 2023) menyatakan pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut (Saepudin, 2021)bahwa caranya dengan mentranskripsikan data, kemudian pengkodean pada catatancatatan yang ada di lapangan dan diinterpretasikan data tersebut untuk memperoleh kesimpulan.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Menurut (Saepudin, 2022) bahwa pendekatan ini disesuaikan dengan tujuan pokok penelitian, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis mengenai pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga dengan metode tersebut akan mampu menjelaskan permasalahan dari penelitian (Kartika, 2018).Penentuan teknik pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.Teknik dapat dilihat sebagai sarana untuk melakukan pekerjaan teknis dengan hati-hati menggunakan pikiran untuk mencapai tujuan. Walaupun kajian sebenarnya merupakan upaya dalam lingkup ilmu pengetahuan, namun dilakukan untuk mengumpulkan data secara realistik secara sistematis untuk mewujudkan kebenaran. Metodologi penelitian adalah sarana untuk menemukan obat untuk masalah apa pun. Dalam hal ini, penulis

mengumpulkan informasi tentang pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia dari buku-buku, artikel, jurnal, skripsi, tesis, ebook, dan lain-lain (Suryadi, 2022).Karena membutuhkan bahan dari perpustakaan untuk sumber datanya, maka penelitian ini memanfaatkan penelitian kepustakaan. Peneliti membutuhkan buku, artikel ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan topik dan masalah yang mereka jelajahi, baik cetak maupun online (Saepudin, 2020)Mencari informasi dari sumber data memerlukan penggunaan teknik pengumpulan data. Amir Hamzah dalam (Arifudin, 2018) mengklaim bahwa pendataan merupakan upaya untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan pokok bahasan yang diteliti. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data. Secara khusus, penulis memulai dengan perpustakaan untuk mengumpulkan informasi dari buku, kamus, jurnal, ensiklopedi, makalah, terbitan berkala, dan sumber lainnya yang membagikan pandangan terkait pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.Lebih lanjut Amir Hamzah dalam (Saepudin, 2019) mengatakan bahwa pengumpulan data diartikan berbagai usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan topik atau pembahasan yang sedang atau akan digali. Rincian tersebut dapat ditemukan dalam literatur ilmiah, penelitian, dan tulisan-tulisan ilmiah, disertasi, tesis, dan sumber tertulis lainnya. Menurut (Saepudin, 2022) bahwa pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, menggunakan sumber yang berbeda, dan menggunakan teknik yang berbeda.Observasi adalah bagian dari proses penelitian secara langsung terhadap fenomenafenomena yang hendak diteliti (Chadijah, 2017). Dengan metode ini, peneliti dapat melihat dan merasakan secara langsung suasana dan kondisi subyek penelitian (Arifudin, 2019). Hal-hal yang diamati dalam penelitian ini adalah tentang pemanfaatan media pembelajaran dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.Teknik wawancara dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan menggunakan berbagai pedoman baku yang telah ditetapkan, pertanyaan disusun sesuai dengan kebutuhan informasi dan setiap pertanyaan yang diperlukan dalam mengungkap setiap data-data empiris (Ropitasari, 2023).Dokumentasi adalah salah satu teknik pengumpulan data melalui dokumen atau catatan-catatan tertulis yang ada. Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang berarti barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, notula rapat, dan catatan

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …