Home » Esai dan Opini » Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Tengah GempuranGlobalisasi

Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Tengah GempuranGlobalisasi

admin 30 Nov 2025 129

By: Fitriani Saragih. Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya raya, tidak hanya akan sumber daya alam, tetapi  juga kekayaan budaya  dan  bahasa. Dengan  lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar dari  Sabang   sampai  Merauke,  bahasa-bahasa  ini merupakan  pilar  utama identitas lokal dan  nasional. Namun,  di tengah  arus  deras globalisasi dan  dominasi bahasa internasional  serta  Bahasa Indonesia  sebagai  bahasa nasional,  eksistensi bahasa daerah berada di ujung tanduk. Melestarikan bahasa daerah bukan sekadar tugas nostalgia, melainkan investasi kritis untuk mempertahankan keragaman budaya bangsa. Bahasa daerah yang merupakan bahasa yang secara turun temurun digunakan oleh masyarakat di suatu wilayah tertentu berfungsi sebagai alat komunikasi utama, identitas budaya, yang wajib dilestarikan.

Bahasa Daerah sebagai Penjaga Identitas dan Kearifan Lokal

Bahasa daerah adalah warisan budaya yang berharga dan memperkaya bangsa dengan keberagaman dan kekayaanya melalui pemeliharaan, pelestarian dan pengembangan bahasa daerah kita dapat dipastikan bahwa kekayaan budaya ini tetap hidup dan berkembang. Setiap  bahasa daerah adalah gudang penyimpanan kearifan lokal, sejarah, dan filosofi hidup suatu suku bangsa. Bahasa Jawa menyimpan konsep unggah-ungguh (tata krama), Bahasa Sunda kaya akan istilah yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam, sementara  Bahasa Batak  memiliki  tingkatan   adat   yang  tersemat  dalam   kosakata. Hilangnya sebuah bahasa sama artinya dengan hilangnya ribuan tahun pengetahuan dan cara pandang yang unik terhadap dunia.  Bahasa daerah berfungsi  sebagai “jembatan memori”  yang menghubungkan generasi muda  dengan akar  budaya  leluhur  mereka, memberikan rasa kepemilikan dan harga diri.

Gempuran globalisasi, yang membawa serta  budaya  populer  asing  dan  penggunaan masif  bahasa Inggris dalam  teknologi,  telah  menggeser prioritas  komunikasi. Banyak generasi muda  di perkotaan, bahkan di pedesaan, merasa lebih “modern” atau “berpendidikan” dengan  menggunakan istilah  asing  ketimbang bahasa ibu  mereka. Situasi ini diperparah oleh kurangnya materi ajar yang menarik di sekolah dan minimnya penggunaan bahasa daerah dalam  ruang publik modern. Akibatnya, beberapa bahasa daerah kini diklasifikasikan sebagai bahasa yang terancam punah.

Strategi Pelestarian yang Progresif

Untuk menangkal kepunahan ini, upaya  pelestarian harus  bersifat  progresif  dan  tidak hanya  terbatas pada  seminar atau  museum. Ada beberapa strategi dalam melakukan pelestarian bahasa daerah, Pertama, integrasi  bahasa daerah dalam kurikulum sekolah harus  ditingkatkan  dan diajarkan  secara kreatif, tidak hanya sebagai mata   pelajaran  formal,   tetapi   juga  melalui   kegiatan   ekstrakurikuler berbasis  seni tradisional.

Kedua, teknologi  harus  dimanfaatkan. Para  pegiat  bahasa perlu  didukung untuk menciptakan aplikasi kamus digital, game edukatif, konten media sosial, dan kanal YouTube  yang  seluruhnya  menggunakan bahasa  daerah. Dengan  demikian,   bahasa daerah dapat dianggap sebagai alat komunikasi yang relevan di era digital.

Ketiga, peran  keluarga  sangatlah fundamental. Orang tua harus  didorong untuk secara aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka menggunakan bahasa  ibu sejak  dini. Upaya ini harus diperkuat oleh pemerintah daerah dengan menyediakan ruang publik yang mendukung penggunaan bahasa daerah, seperti melalui  penamaan jalan, papan informasi, dan siaran berita lokal.

Melestarikan bahasa daerah bukanlah pilihan, melainkan keharusan konstitusional dan moral bagi bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Di tengah  hiruk pikuk globalisasi,  bahasa  daerah adalah  benteng pertahanan  terakhir  dari  homogenisasi budaya. Jika kita membiarkan warisan  tak ternilai ini hilang, kita tidak hanya kehilangan kekayaan linguistik, tetapi juga kehilangan bagian integral dari jiwa dan identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Kesadaran kolektif adalah kunci untuk memastikan bahwa ratusan bahasa daerah Indonesia akan terus hidup dan bersuara lantang di masa depan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …