- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
By: Mawardah, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke-21 telah membawa perubahan penting terhadap cara manusia berinteraksi dan berbahasa. Salah satu bentuk perubahan tersebut tampak jelas melalui kehadiran media sosial yang kini menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja. Media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, X (Twitter), dan lain sebagainya tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium utama komunikasi dan pembentukan identitas sosial. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, media sosial turut memengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia, baik dari aspek kosakata, struktur kalimat, maupun sikap berbahasa remaja.
Salah satu pengaruh yang paling menonjol ialah munculnya ragam bahasa baru yang berkembang pesat di dunia maya. Ragam bahasa ini ditandai oleh penggunaan bahasa gaul, singkatan, serta campuran antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Contohnya adalah penggunaan istilah seperti vibes, random, cringe, btw, atau bentuk-bentuk ekspresi khas seperti wkwk, gw, dan lo. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang terbuka bagi kreativitas linguistik remaja. Meskipun demikian, penggunaan bentuk-bentuk bahasa tersebut secara berlebihan berpotensi menurunkan kepekaan remaja terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baku dan sesuai kaidah.
Selain aspek kosakata, media sosial juga memengaruhi struktur dan gaya penulisan remaja. Pola komunikasi yang cepat dan ringkas di media sosial mendorong terbentuknya kebiasaan menulis tanpa memperhatikan ejaan, tanda baca, serta struktur kalimat yang benar. Misalnya, kalimat seperti “aq gk ngerti knp dia gt” sering ditemukan dalam interaksi daring. Kebiasaan tersebut, apabila terus berlangsung, dapat berdampak negatif terhadap kemampuan berbahasa formal remaja, terutama dalam konteks akademik. Akibatnya, terjadi pergeseran dari bahasa tulis formal menuju bentuk komunikasi yang lebih praktis dan tepat, namun tidak sesuai dengan kaidah bahasa.
Meskipun demikian, tidak semua pengaruh media sosial terhadap Bahasa Indonesia bersifat negatif. Media sosial juga dapat menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan dan mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak konten kreator, lembaga pendidikan, maupun komunitas literasi yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan pengetahuan kebahasaan. Akun-akun edukatif yang membahas ejaan, diksi, dan struktur kalimat telah membantu meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan-kalangan pengguna atau anak muda. Dengan demikian, media sosial memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran bahasa apabila dimanfaatkan secara baik dan bijak.
Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dan tanggung jawab pembentukan kata dari para remaja dalam menggunakan media sosial. Mereka perlu menyadari bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga simbol identitas nasional yang mencerminkan budaya dan kepribadian bangsa. Pemanfaatan Bahasa Indonesia secara tepat dan kontekstual dapat menjaga keberlanjutan dan martabat bahasa tersebut di tengah derasnya pengaruh era globalisasi.
Sebagai kesimpulan, media sosial memberikan dampak pengaruh yang kompleks terhadap penggunaan kata Bahasa Indonesia di kalangan remaja. Di satu sisi, media sosial membuka ruang inovasi dan kreativitas berbahasa; namun di sisi lain, ia juga dapat menimbulkan penurunan kualitas berbahasa jika tidak diimbangi dengan kesadaran pembentukan kata. Oleh sebab itu, pendidikan bahasa dan literasi digital perlu berjalan beriringan untuk menumbuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri kebahasaan sebagai penutur Bahasa Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa media sosial membuat bahasa jadi lebih dinamis dan kreatif, tapi di sisi lain juga bisa menurunkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena itu, penting bagi remaja untuk lebih sadar dalam memilih kata saat berkomunikasi, terutama dalam situasi formal atau akademis. Kita tetap bisa mengikuti trend di media sosial tanpa harus meninggalkan identitas bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Dengan keseimbangan itu, penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja bisa tetap hidup, berkembang, dan relevan dengan zamannya.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.119 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.