Home » Esai dan Opini » MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin 16 Jan 2026 95

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca.

Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari Sabtu literasi dilakukan oleh seluruh siswa di Aula secara bersama-sama. Kegiatan literasi dihari Sabtu berbeda pada hari lainnya, siswa melakukan literasi bukan untuk membaca saja tetapi juga menulis dan berkelompok diskusi membahas tentang apa yang mereka baca dipagi hari itu, penerapan literasinya sangat dilancarkan oleh siswa-siswa yang selalu hadir dan bersemangat untuk menambah pengetahuannya dengan membaca dan menulis. Literasi yang diterapkan tidak hanya untuk menjadikan siswa YPI Ulfa Khairuna bisa membaca, menulis dan mengembangkan pengetahuan nya saja, tetapi juga mengajarkan dan melatih siswa paham menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbicara (komunikasi). Menggunakan Bahasa Indonesia tidak cukup dengan baik saja, melainkan disertakan kebenaran didalamnya. Hal ini, mendidik karakter siswa agar bertutur kata yang sopan, setiap perkataan yang diucapkan adalah kebenaran (jujur) bisa dipertanggung jawabkan.

Di suatu hari, saat literasi dilakukan ada seorang siswa yang bernama Asya bertanya kepada guru Bahasa Indonesia Ibu Ulfi, Asya menanyakan “Bu, mengapa kita melakukan literasi dengan siswa-siswa kelas yang lain?” Bu Ulfi menjawab “Tentu saja, kegiatan literasi ini harus dilakukan oleh semua siswa di sekolah kita, agar kalian semua mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 saling mengenal dan bisa berkomunikasi dengan baik”. Program literasi ini terencana untuk memenuhi kondisi saat ini, di mana anak-anak lebih sering menggunakan bahasa sehari-hari yang seringnya tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kepala Sekolah Ibu Ulfa, berkata “Sekolah ingin seluruh anak-anak YPI Ulfa Khairuna mengenal Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai mata pelajaran di kelas saja, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi yang digunakan dengan baik, sopan, dan tepat sesuai konteks dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.

Dari beberapa cara penerapan Literasi ini, kegiatan/cara yang paling disukai oleh banyak siswa adalah “Boks Tutur Bahasa Indah” dengan ini setiap anak menulis di selembar potongan kertas yang berisi bentuk komunikasi dari buku yang mereka baca, seperti,”Lisan, Tertulis,Verbal, Non verbal”. Kemudian siswa diminta membentuk kelompok dengan bentuk komunikasi yang sama untuk berdiskusi dan memperagakan nya, lalu para guru yang menilai apakah penyampaian kalimat dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang mereka pakai itu adalah kalimat yang baik, yang di dalamnya berisi kata-kata sopan, dan tepat dalam struktur kalimat yang benar. Dengan melakukan kegiatan ini, para siswa jadi lebih tau bentuk komunikasi yang baik, benar dan tepat, juga lebih perduli akan perasaan teman dan gurunya, seperti saat seorang siswa membuat kesalahan kepada temannya, dan biasanya siswa itu hanya berkata “eh, maaf-maaf” menjadi ” maaf ya, saya tidak sengaja menyenggol bukumu sampai bukunya terjatuh” dan siswa itu ikut membantu mengambil buku yang jatuh itu.

Dari program Literasi Indah ini membuktikan dan memperlihatkan bahwa literasi tidak selalu menjadi kegiatan membosankan. Dengan menyiapkan cara-cara beserta ide-ide yang menyenangkan, siswa akan bersemangat dan bisa dapat lebih mudah belajar menerima, menambah, dan mengembangkan pengetahuan mereka, kemudian setelahnya mereka menerapkan pengetahuannya  dalam komunikasi nyata dilingkungan sekitarnya.

Guru-guru di YPI Ulfa Khairuna sangat sepakat untuk program ini akan semakin diterapkan lebih baik dan dengan cara dan ide menyenangkan lainnya. Begitu juga oleh para orang tua siswa, mereka juga sangat amat mendukung kegiatan Literasi Indah ini, karena melihat perubahan yang lebih baik dari perlakuan dan perkataan anak mereka kepada mereka orangtuanya dan pada lingkungan sekitar terutama terhadap orang yang lebih tua dari mereka. “Literasi Indah ini bukan hanya sekadar membaca dan menulis. Literasi sendiri adalah keterampilan yang sangat memungkinkan anak-anak generasi penerus bangsa ini bisa akan lebih dalam memahami informasi, kemudian mengolahnya dan mengomunikasikannya secara baik juga tepat. Di mana Bahasa Indonesia lah yang mereka gunakan sebagai bahasa yang resmi, bahasa asli negara kita yang harus mereka kenal dan perkenalkan dengan cara yang menyenangkan untuk digunakan dan dicintai oleh anak-anak kita sejak dini” tutup Ibu Ulfa sebagai kepala sekolah.

Melalui Literasi Indah menunjukkan bahwa pendekatan yang menarik dengan ide yang menyenangkan menjadi jalan utama dalam membentuk karakter pribadi akan perilaku dan cara komunikasi anak yang baik, benar, tepat efektif dan sopan, yang menumbuhkan besarnya rasa cinta mereka terhadap bahasa yang sudah dimiliki dari awal mereka diajarkan berbicara yaitu Bahasa Indonesia.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …

KRITIK TERHADAP PATRIARKI DAN PENEGASAN HAK KESETARAAN DALAM TEORI SOSIOLOGI

admin

16 Jan 2026

By: Irma Nazwa Panjaitan, Ketimpangan gender telah lama menjadi permasalahan sentral dalam penelitian sosial karena sangat memengaruhi bentuk-bentuk ketidakadilan pada kehidupan masyarakat. Dalam konteks interaksi sosial antara perempuan dan laki-laki, mayoritas masyarakat tradisional didasarkan pada sistem patriarki. Berdasarkan sistem tersebut, laki-laki ditempatkan di posisi dominan yang menguasai berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga, ekonomi, sosial, hingga …