Pembelajaran Sastra Sebagai Tempat Melatih Rasa Dan Empati Siswa Sekolah Dasar
- account_circle admin
- calendar_month 15/04/2026
- visibility 200
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Nabila Marsya Sitompul
Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian, sikap, serta karakter pada anak. Pada masa itulah, membaca, menulis, dan menghitung tidak menjadi satu-satunya tujuan siswa untuk sekolah, melainkan pada masa itu siswa dapat memulai untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang menjadi dasar dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, diharapkannya proses pembelajaran yang diberikan di bangku sekolah dasar tidak hanya berfokus pada aspek kognitif siswa, tetapi juga mencakup pada perkembangan emosional dan sosial siswa. Dengan harapan tersebut, salah satu yang dapat dilakukan yaitu melalui pembelajaran sastra. Karena hanya dengan sastra siswa dapat mencapai rasa serta empati, ketika sisswa membaca mereka tidak lagi hanya sekedar membaca tulisannya saja, melainkan dapat merasakan emosionalnya cerita tersebut. Namun dalam praktik pembalajaran di sekolah dasar, sastra sering kali hanya di jadikan sebagai bahan bacaan biasa atau sekedar latihan membaca teks. Padahal jika di manfaatkan secara optimal sastra dapat menjadi sarana yang efektif dalam penumbuhan rasa dan empati pada .
Sastra merupakan ungkapan pikiran maupun perasaan manusia yang dituangkan ataupun diungkapkan melalui bahasa yang dikemas secara kretif dan imajinatif. Dalam konteks pendidikan, sastra memiliki peran yang sangat penting karena bisa menjadi tempat untuk pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Dari sastra siswa dapat mengenal yang namanya pengalaman hidup, nilai-nilai moral, serta hubungan antar manusia melalui cerita. Kemudia sastra juga dapat membangun imajinasi dan kreativitas dari siswa, seperti melalui cerita, siswa dapat membayangkan tokoh-tokoh yang ada di cerita tersebut yang dapat melatih siswa dalam hal berfikir, juga dalam hal memahami perasaan yang di alami oleh tokoh tersebut.
Pembelajaran bahasa memiliki banyak sekali manfaat, salah satu dari manfaat pembelajaran sastra yaitu kemampuannya dalam melatih kepekaan rasa pada siswa. Kepekaan rasa merupakan kemampuan seseorang dalam merasakan, memahami, serta menghargai pengalaman emosionala yang di lalui atau dialami oleh diri sendiri maupun orang lain. Contohnya ketika siswa membaca cerita tentang “Seorang Anak Yatim Piatu”. Misalnya, mereka siswa dapat mersakan kesedihan yang di alami oleh tokoh tersebut. Begitu pula jika siswa membaca cerita yang menggambarkan kegembiraan siswa menjadi ikut merasakan kegembiraan tersebut. Sehingga, Pengalaman emosional tersebut dapat membantu siswa dalam memahami perasaan manusia secara lebih mendalam. Melalui sastra siswa juga menjadi lebih mudah memahami nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, kemanusiaan, dan rasa sayang. Dengan sastra nilai-nilai tersebut tidak disampaikan secara langsung melainkan melalui cerita-cerita yang dikemas semenarik mungkin.
Selaindari melatih kepekaan rasa pada siswa, pembelajaran sastra juga berperan penting sebagai media menumbuhkan empati pada siswa. Empati merupakan kemampuan dalam hal merasakan dan memahami apa yang di alami oleh orang lain, serta mampu menempatkan diri pada posisi orang tersebut. Misalnya, melalui cerita siswa dapat memahami bagaimana perasaan seseorang yang sedang mengalami kesulitan, bagaimana seseorang berjuang dalam menghadapi kehidupannya, serta siswa menjadi tau pentingnya mempunyai sikap saling membantu dan menghargai, sehingga siswa dapat melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Empati yang dihasilkan dari pembelajaran sastra tentunya menjadi dampak yang positif bagi siswa, dimana siswa yang memiliki empati tentunya akan cenderung lebih peduli terhadap teman-temannya, mampu bekerja sama, dapat menghargai, serta dapat memecahkan konflik dengan baik.
Dalam hal ini tentunya peran guru sangatlah penting, dimana guru menjadi fasilitator yang membantu siswa dalam memahami makna yang terkandung dalam karya sastra tersebut, sehingga rasa dan empati siswa dapat benar-benar terlatih dengan baik. Dalam mencapai hal tersebut tentunya guru harus mempersiapkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
Meskipun sastra memiliki banyak manfaat, pelajaran sastra tetap memiliki tantangan. Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran sastra yaitu masih adanya anggapan bahwa sastra hanya berfungsi sebagai pelengkap dari pembelajaran bahasa. Diamana akibatnya banyak guru yang kurang memperhatikan dengan baik. Guru lebih fokus kepada kemampuan siswa dalam menulis, membaca, dan menghitung secara teknis. Tanpa memperhatikan nilai yang terkandung dalam sastra tersebut. Selain itu, keterbatasan bahan bacaan yang menarik serta sesuai dengan usia siswa menjadi salah satu kendala dalam proses pemebelajaran sastra. Oleh karena itu, diperlukannya upaya dari berbagai pihak dalam menyediakan bahan bacaan yang sesuai serta berkualitas dalam mendukung pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan penjabaran-penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian, sikap, serta karakter pada anak. Pada masa itulah, membaca, menulis, dan menghitung tidak menjadi satu-satunya tujuan siswa untuk sekolah, melainkan pada masa itu siswa dapat memulai untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang menjadi dasar dalam berinteraksi dengan orang lain. Dimana dengan pembelajaran sastra siswa dapat menjadi pribadi yang memiliki kepekaan rasa dan empati, menjadikan siswa bukan hanya sekedar mampu membaca secara teknis, melainkan dapat memahami nilai yang terkandung dalam cerita tersebut. Dengan guru yang bertugas sebagai fasilitator menghadirkan pembelajaran-pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif sehingga pembelajaran yang di rasakan siswa menjadi sangat bermakna.

Saat ini belum ada komentar