- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Pengembangan Berbicara di Sekolah Dasar
By: Jesin Kristina Hutabarat
Dalam dunia pendidikan, kemampuan berbahasa seringkali dianggap sebagai dasar dari semua pelajaran. Namun, dari empat keterampilan berbahasa, kemampuan berbicara sering kali kurang mendapatkan perhatian khusus di tingkat Sekolah Dasar (SD). Padahal, masa-masa di SD adalah waktu yang paling tepat bagi anakanak untuk belajar cara berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri di depan orang lain. Perlu kita sadari bahwa berbicara bukan hanya soal mengeluarkan suara atau merangkai kata-kata saja, melainkan sebuah proses berpikir untuk menyampaikan apa yang ada di pikiran dan perasaan secara lisan.
Sayangnya, kenyataan di sekolah saat ini masih menunjukkan bahwa proses belajar sering kali hanya berjalan satu arah, di mana guru lebih banyak menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan. Hal ini membuat siswa menjadi pasif dan takut untuk mengeluarkan pendapat. Oleh karena itu, melatih kemampuan berbicara harus menjadi fokus utama di sekolah dasar agar peserta didik tidak hanya pintar mengerjakan soal di kertas, tapi juga jago dalam bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain di masa depan.
Secara teori, perkembangan anak di usia SD memang sedang berada pada tahap di mana siswa sangat butuh interaksi nyata. Untuk melatih mereka berbicara, guru tidak bisa hanya memberi teori, tapi harus menggunakan metode yang seru dan melibatkan siswa secara langsung. Contohnya, guru bisa menerapkan metode bercerita atau bermain peran. Dengan bercerita, siswa diajak untuk menyusun jalan cerita di kepala mereka sebelum mengatakannya. Secara tidak langsung, ini adalah latihan bagi mereka untuk berpikir logis dan teratur sejak kecil.
Masalahnya, banyak anak yang sebenarnya punya ide bagus tapi takut untuk bicara karena merasa malu atau takut salah. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting. Guru tidak boleh lagi menjadi satu-satunya orang yang paling tahu di kelas. Guru harus bisa menciptakan suasana kelas yang asyik dan aman, di mana siswa merasa dihargai meskipun mereka salah saat bicara. Jika guru sering memberikan pujian atau semangat, motivasi siswa untuk mencoba bicara pasti akan meningkat. Selain itu, penggunaan alat bantu seperti video atau rekaman suara juga bisa membuat anak lebih tertarik untuk mengevaluasi cara mereka bicara sendiri.
Selain itu, cara kita memandang literasi juga harus diubah. Literasi bukan cuma soal baca-tulis saja, tapi juga soal kemampuan mendiskusikan apa yang sudah dibaca. Di dalam kelas, guru bisa mulai membiasakan diskusi kelompok kecil. Di dalam kelompok tersebut, siswa belajar banyak hal: bagaimana cara mendengarkan teman, cara menyanggah pendapat dengan sopan, dan cara mencari solusi bersama. Keterampilan-keterampilan kecil seperti inilah yang nantinya akan menjadi modal berharga saat mereka lanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan masuk ke dunia kerja.
Sebagai kesimpulan, mengabaikan latihan berbicara di sekolah dasar sama saja dengan menghambat perkembangan mental dan kemandirian siswa. Dibutuhkan kerja sama yang baik antara kurikulum yang mendukung dan kreativitas guru dalam mengelola kelas agar lebih interaktif. Jika kemampuan komunikasi ini dilatih dengan serius sejak dini, sekolah dasar akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya karakter yang kuat dan berani menyampaikan ide-idenya di depan masyarakat luas.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.