- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Pendidikan di Sekolah Dasar Fondasi yang Sering Dianggap Sederhana
By: Mayangsari Ramadhani
Pendidikan di sekolah dasar (SD) sering dianggap sebagai tahap yang paling mudah dalam dunia pendidikan. Banyak orang berpikir bahwa pada jenjang ini, siswa hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, jika dilihat lebih dalam, pendidikan di SD justru menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan anak di masa depan. Cara guru mengajar, suasana belajar, serta pengalaman yang diperoleh siswa di SD akan membentuk karakter, pola pikir, dan minat belajar mereka.
Dalam kenyataannya, proses pembelajaran di SD masih sering berfokus pada metode konvensional, seperti mencatat dan menghafal. Guru menjelaskan materi di depan kelas, sementara siswa duduk diam mendengarkan dan menyalin. Metode ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi jika digunakan terus-menerus tanpa variasi, dapat membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik untuk belajar. Anak-anak pada usia sekolah dasar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung aktif. Oleh karena itu, pembelajaran seharusnya dirancang lebih interaktif dan menyenangkan.
Saya berpendapat bahwa pembelajaran di SD harus lebih banyak melibatkan aktivitas yang membuat siswa berpikir dan berpartisipasi secara langsung. Misalnya, melalui diskusi kelompok, permainan edukatif, atau penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video, dan alat peraga. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan mengingatnya lebih lama. Selain itu, pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa merasa bahwa belajar adalah kegiatan yang menarik, bukan sesuatu yang membebani.
Selain metode pembelajaran, peran guru juga sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan bagi siswa. Sikap guru yang sabar, ramah, dan peduli akan memberikan dampak positif bagi perkembangan emosional anak. Sebaliknya, jika guru terlalu keras atau kurang memperhatikan siswa, hal ini dapat membuat anak merasa takut dan tidak percaya diri. Oleh karena itu, guru harus mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung.
Namun, kenyataannya tidak semua guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif. Beberapa guru masih terbebani dengan administrasi yang banyak, sehingga waktu untuk merancang pembelajaran menjadi terbatas. Hal ini menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD. Menurut saya, perlu adanya dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah untuk memberikan pelatihan serta fasilitas yang memadai bagi guru, agar mereka dapat mengajar dengan lebih efektif.
Selain itu, keterlibatan orang tua juga tidak kalah penting dalam pendidikan anak di SD. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak sebelum mereka masuk sekolah. Jika orang tua aktif mendampingi anak belajar di rumah, maka proses pembelajaran akan menjadi lebih optimal. Namun, masih banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Padahal, kerja sama antara orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh besar terhadap pendidikan di SD. Saat ini, banyak siswa yang sudah terbiasa menggunakan gadget sejak usia dini. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik, misalnya melalui aplikasi edukasi atau video pembelajaran. Namun, jika tidak diawasi, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan minat belajar siswa.
Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran harus dilakukan secara bijak. Guru dan orang tua perlu bekerja sama dalam mengarahkan siswa agar menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif. Selain itu, perlu adanya batasan waktu agar anak tidak terlalu bergantung pada gadget. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang membantu meningkatkan kualitas pendidikan di SD.
Pendidikan di sekolah dasar bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama harus ditanamkan sejak dini. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti kerja kelompok, piket kelas, dan kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.
Kesimpulannya, pendidikan di SD merupakan tahap yang sangat penting dan tidak boleh dianggap sepele. Pembelajaran harus dirancang agar lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru, orang tua, dan lingkungan sekitar harus bekerja sama dalam mendukung proses pendidikan anak. Dengan fondasi yang kuat sejak SD, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas, kreatif, dan berkarakter baik di masa depan.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.117 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.