- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Bahasa Gaul vs Bahasa Baku: Antara Tren, Identitas, dan Masa Depan Generasi Muda
By: Dealova Natasia
Di zaman sekarang, perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara kita berbahasa. Hampir setiap hari kita berinteraksi melalui WhatsApp, Instagram, atau TikTok, yang tanpa sadar memengaruhi gaya bahasa yang kita gunakan. Banyak dari kita, terutama generasi muda, lebih sering menggunakan bahasa gaul karena dianggap lebih santai, seru, dan mudah dipahami dalam pergaulan.
Kalau diperhatikan, penggunaan bahasa gaul ini sudah seperti kebiasaan. Bahkan, kadang kita lebih cepat paham istilah gaul dibandingkan bahasa baku. Misalnya, kata-kata seperti “random”, “overthinking”, atau “bestie” sering banget muncul dalam percakapan sehari-hari. Hal ini sebenarnya wajar, karena bahasa memang selalu berkembang mengikuti zaman. Tapi di sisi lain, hal ini juga membuat penggunaan bahasa baku jadi terasa asing atau bahkan kaku bagi sebagian orang.
Dari situ muncul pertanyaan yang cukup penting, apakah kebiasaan menggunakan bahasa gaul ini bisa membuat kita jadi lupa atau kurang menguasai bahasa baku? Apalagi sebagai pelajar atau mahasiswa, kita tetap dituntut untuk bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar, terutama dalam situasi formal seperti presentasi atau penulisan tugas.
Kalau dilihat dari sisi positif, bahasa gaul punya banyak manfaat. Bahasa ini bisa membuat suasana komunikasi jadi lebih santai dan tidak terlalu kaku. Dalam pergaulan, penggunaan bahasa gaul juga bisa membuat kita merasa lebih dekat dengan teman. Selain itu, bahasa gaul juga sering dianggap sebagai bentuk kreativitas, karena banyak istilah baru yang muncul dari ide-ide unik generasi muda.
Namun, di balik itu semua, ada juga dampak yang perlu diperhatikan. Terlalu sering menggunakan bahasa gaul bisa membuat kita kesulitan saat harus menggunakan bahasa baku. Contohnya, ketika membuat makalah atau berbicara di depan kelas, masih ada yang tanpa sadar mencampurkan bahasa gaul ke dalam bahasa formal. Hal seperti ini sebenarnya bisa memengaruhi penilaian, karena dalam dunia akademik, penggunaan bahasa yang tepat itu sangat penting.
Selain itu, penggunaan bahasa gaul yang berlebihan juga bisa membuat kita kurang peka terhadap aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Misalnya, dalam penulisan ejaan, pemilihan kata, atau penyusunan kalimat. Padahal, kemampuan ini sangat dibutuhkan, tidak hanya di dunia pendidikan, tetapi juga di dunia kerja nanti. Menurut saya, yang paling penting bukan memilih salah satu, tetapi bagaimana kita bisa menempatkan penggunaan bahasa dengan tepat. Bahasa gaul boleh saja digunakan, terutama dalam situasi santai atau dengan teman sebaya. Tapi ketika berada dalam situasi formal, kita harus bisa beralih menggunakan bahasa baku. Hal ini menunjukkan bahwa kita mampu beradaptasi dan memiliki kemampuan berbahasa yang baik.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa bahasa gaul dan bahasa baku sama-sama memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Bahasa gaul membantu kita dalam bergaul dan mengekspresikan diri, sedangkan bahasa baku penting untuk keperluan formal dan akademik. Keduanya tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi.
Sebagai generasi muda, kita seharusnya bisa lebih bijak dalam menggunakan bahasa. Jangan sampai karena terlalu mengikuti tren, kita jadi melupakan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Dengan menjaga keseimbangan antara bahasa gaul dan bahasa baku, kita tidak hanya tetap mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap menjaga identitas bahasa kita sendiri.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.119 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.