Home » Esai dan Opini » Membaca Buku Vs Scroll Medsos: Mana yang Lebih Bermakna?

Membaca Buku Vs Scroll Medsos: Mana yang Lebih Bermakna?

admin 10 Apr 2026 10

By: Indah Febriyani

Di era digital seperti saat ini, kehadiran media sosial seperti Instagram, TikTok, dan lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda (Gen Z). Konten video pendek yang cepat dan menarik sering kali membuat seseorang betah berlama-lama menatap layar ponselnya. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat mengurangi minat membaca, khususnya membaca buku secara langsung.

Data terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan membaca di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Menurut UNESCO, minat baca di Indonesia tergolong rendah (0,001%). Namun, laporan terbaru menunjukkan tren yang positif. Survei GoodStats 2025 menyebutkan bahwa 20,7% responden membaca secara rutin setiap hari. Selain itu, Indeks Kegemaran Membaca Perpusnas juga meningkat menjadi sekitar 72,44 pada tahun 2024 dengan dominasi dari Gen Z. Meskipun demikian, peningkatan ini belum sepenuhnya mencerminkan kualitas literasi yang baik.

Mengapa Buku Masih Tak Tergantikan?

Membaca buku memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan mengonsumsi konten digital. Saat membaca buku, seseorang dituntut untuk lebih fokus dan berkonsentrasi agar dapat memahami isi bacaan secara utuh. Proses ini membantu pembaca menyerap informasi secara lebih mendalam, mulai dari alur cerita, konflik, hingga makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga memunculkan perasaan bermakna saat buku yang kita baca selesai, seperti mendapat pesan moral yang berharga bagi kehidupan sehari-hari dan lainnya.

Selain itu, membaca buku juga melatih kemampuan berpikir kritis. Pembaca tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk menganalisis, menafsirkan, dan merefleksikan isi bacaan. Kebiasaan ini secara tidak langsung memperkaya kosakata, karena pembaca akan menemukan berbagai kata dan ungkapan baru yang jarang ditemui dalam percakapan sehari-hari.

Aktivitas membaca juga berperan dalam melatih daya ingat. Otak bekerja lebih aktif untuk mengingat detail cerita, karakter, maupun informasi penting lainnya. Di sisi lain, membaca buku fisik memberikan pengalaman emosional yang lebih kuat karena adanya interaksi langsung dengan buku, seperti menyentuh halaman dan merasakan proses membaca secara nyata. Hal ini menciptakan keterikatan emosional yang membuat pengalaman membaca menjadi lebih bermakna dan sulit tergantikan oleh media digital.

Sebaliknya, konten digital seperti video pendek cenderung bersifat instan dan cepat berganti, sehingga membuat otak terbiasa menerima informasi secara dangkal. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menyebabkan distraksi dan menurunkan daya fokus. Berdasarkan data terbaru pada awal 2025 hingga awal 2026, konsumsi video pendek seperti shorts dan reels di Indonesia sangat tinggi, bahkan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna aktif terbesar.

Kebiasaan tanpa tujuan yang jelas ini sering kali membuat waktu terbuang tanpa menghasilkan pemahaman yang berarti. Hal ini sejalan dengan kajian dari Universitas Gadjah Mada yang menyebutkan bahwa paparan informasi berlebih dapat memengaruhi kondisi psikologis, seperti menurunnya konsentrasi dan munculnya kelelahan mental. Sebaliknya, membaca buku justru memberikan dampak yang lebih positif, seperti melatih fokus dan meningkatkan daya ingat. Membaca buku fisik dengan melihat dan memegang langsung juga dapat meningkatkan keterikatan emosional terhadap isi bacaan.

Oleh karena itu, penting untuk mulai menyeimbangkan penggunaan media sosial dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Mengurangi kebiasaan menonton video pendek dan menggantinya dengan membaca buku dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas literasi sekaligus mengembangkan diri.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Krisis Literasi Membaca di Kalangan Pelajar: Tantangan dan Solusi di Era Digital

admin

10 Apr 2026

By: Zaskia Ramadhani Di era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, akses terhadap berbagai sumber bacaan m njafi semakin mudah dan luas. Namun, kemudahan tersebut tidak membuat minat dan kemampuan membaca siswa meningkat. Justru yang terjadi adalah menurunnya tingkat literasi membaca, khususnya dalam hal pemahaman mendalan terhadap teks. Krisis literasi tidak hanya berdampak pada …

Dari Lokal ke Global: Bahasa Indonesia resmi jadi Bahasa Internasional

admin

10 Apr 2026

By: Lusi Paramitha Indonesia merupakan bahasa resmi negara Indonesia yang digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS), Bahasa Indonesia merupakan bahasa utama dalam dunia pendidikan, pemerintahan, dan komunikasi sosial.  Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi nasional, tetapi juga telah berkembang menjadi bahasa yang berpengaruh pada tingkat Internasional. Bahasa Indonesia mulai …

BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …