- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

Membaca Buku Vs Scroll Medsos: Mana yang Lebih Bermakna?
By: Indah Febriyani
Di era digital seperti saat ini, kehadiran media sosial seperti Instagram, TikTok, dan lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda (Gen Z). Konten video pendek yang cepat dan menarik sering kali membuat seseorang betah berlama-lama menatap layar ponselnya. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat mengurangi minat membaca, khususnya membaca buku secara langsung.
Data terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan membaca di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Menurut UNESCO, minat baca di Indonesia tergolong rendah (0,001%). Namun, laporan terbaru menunjukkan tren yang positif. Survei GoodStats 2025 menyebutkan bahwa 20,7% responden membaca secara rutin setiap hari. Selain itu, Indeks Kegemaran Membaca Perpusnas juga meningkat menjadi sekitar 72,44 pada tahun 2024 dengan dominasi dari Gen Z. Meskipun demikian, peningkatan ini belum sepenuhnya mencerminkan kualitas literasi yang baik.
Mengapa Buku Masih Tak Tergantikan?
Membaca buku memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan mengonsumsi konten digital. Saat membaca buku, seseorang dituntut untuk lebih fokus dan berkonsentrasi agar dapat memahami isi bacaan secara utuh. Proses ini membantu pembaca menyerap informasi secara lebih mendalam, mulai dari alur cerita, konflik, hingga makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga memunculkan perasaan bermakna saat buku yang kita baca selesai, seperti mendapat pesan moral yang berharga bagi kehidupan sehari-hari dan lainnya.
Selain itu, membaca buku juga melatih kemampuan berpikir kritis. Pembaca tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk menganalisis, menafsirkan, dan merefleksikan isi bacaan. Kebiasaan ini secara tidak langsung memperkaya kosakata, karena pembaca akan menemukan berbagai kata dan ungkapan baru yang jarang ditemui dalam percakapan sehari-hari.
Aktivitas membaca juga berperan dalam melatih daya ingat. Otak bekerja lebih aktif untuk mengingat detail cerita, karakter, maupun informasi penting lainnya. Di sisi lain, membaca buku fisik memberikan pengalaman emosional yang lebih kuat karena adanya interaksi langsung dengan buku, seperti menyentuh halaman dan merasakan proses membaca secara nyata. Hal ini menciptakan keterikatan emosional yang membuat pengalaman membaca menjadi lebih bermakna dan sulit tergantikan oleh media digital.
Sebaliknya, konten digital seperti video pendek cenderung bersifat instan dan cepat berganti, sehingga membuat otak terbiasa menerima informasi secara dangkal. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menyebabkan distraksi dan menurunkan daya fokus. Berdasarkan data terbaru pada awal 2025 hingga awal 2026, konsumsi video pendek seperti shorts dan reels di Indonesia sangat tinggi, bahkan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna aktif terbesar.
Kebiasaan tanpa tujuan yang jelas ini sering kali membuat waktu terbuang tanpa menghasilkan pemahaman yang berarti. Hal ini sejalan dengan kajian dari Universitas Gadjah Mada yang menyebutkan bahwa paparan informasi berlebih dapat memengaruhi kondisi psikologis, seperti menurunnya konsentrasi dan munculnya kelelahan mental. Sebaliknya, membaca buku justru memberikan dampak yang lebih positif, seperti melatih fokus dan meningkatkan daya ingat. Membaca buku fisik dengan melihat dan memegang langsung juga dapat meningkatkan keterikatan emosional terhadap isi bacaan.
Oleh karena itu, penting untuk mulai menyeimbangkan penggunaan media sosial dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Mengurangi kebiasaan menonton video pendek dan menggantinya dengan membaca buku dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas literasi sekaligus mengembangkan diri.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.119 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.