Home » Esai dan Opini » Apresiasi Sastra Puisi

Apresiasi Sastra Puisi

admin 30 May 2026 37

By: NAZWAH SALSABILAH HARAHAP, Pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat strategi di dalam upaya Mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat menjaga tantangan tantangan yang Terjadi di masyarakat. Tantangan tersebut antara lain berupa perubahan social budaya, Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih .Guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan diharapkan memiliki semangat Untuk berperan aktif menghadapi tantangan tersebut termasuk membantu mengarahkan Siswa dalam menghadapi perubahan atau pergeseran nilai nilai kehidupan di masyarakat.Guru sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan mediator Proses belajar mengajar diharapkan memiliki persiapan pembelajaran lengkap dan tepat. Oleh karena itu guru benar benar dituntut untuk memiliki kemampuan dalam Melaksanakan tugasnya.

Apresiasi sastra merupakan hal yang sangat penting sebab apresiasi sastra dapat memperkaya wawasan dan kehalusan perasaan. Dengan kata lain, karya sastra bermanfaat untuk kehidupan. Secara umum, sastra mempunyai dua manfaat atau fungsi utama sebagaimana dikemukakan oleh Horatius, yaitu dulce et utile. Dulce berarti kenikmatan, sedangkan utile berarti isinya bersifat mendidik (Mikics, 2007). Sastra sebagai bahan renungan dan refleksi kehidupan karena bersifat koekstensi dalam kehidupan. Senada dengan pendapat di atas Welllek dan Warren menyatakan fungsi sastra diantaranya sebagai hiburan, sebagai renungan, sebagai bahasan pelajaran, sebagai media komunikasi simbolik, dan sebagai pembuka paradigma berpikir (Wellek et al., 2014).

Dari dua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa apresiasi sastra adalah suatu ungkapan perasaan, dengan bahasa yang indah dan bermakna yang berisi sebuah renungan serta pesan yang dapat menimbulkan rasa emosional ,terbawa suasana yang menjadi hiburan perasaan dengan memahami sebuah pesan dengan penuh penghayatan, sehingga kita dapat mengetahui pesan dan keindahan nya serta sebagai media komunikasi atau alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi bagi pembaca.

Apresiasi sastra juga bukan hanya sekedar mendapat hiburan tetapi juga mendapatkan pembelajaran berharga tentang kehidupan.karena di dalam apresiasi sastra berisi pelajaran-pelajaran dan nilai-nilai kebajikan, kemanusiaan, pengetahuan serta daya berpikir kritis,pesan moral berharga, seperti puisi,pidato drama, atas dasar inilah menjadi pelajaran berharga karena terdapat di dalamnya nilai-nilai berharga seperti nilai kebajikan kemanusiaan, pengetahuan,dan pesan moral. Mengapresiasi, mengekspresi, dan mengkreasi berarti menggemari, Menikmati, mengekspresi, mereaksi dan mengkreasi karya sastra, baik itu puisi,prosa fiksi, dan drama.

Pembelajaran Bahasa Indonesia disekolah memiliki beberapa tujuan Antaranya agar siswa memiliki kemampuan untuk menikmati dan memanfaatkan karya Sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai Hazanah budaya dan intelektual manusia. Indonesia (BNSP, 2006:261) Lebih khusus lagi Pembelajaran apresiasi sastra bertujuan agar siswa mampu mengapresiasi dan Mengekspresi sastra melalui kegiatan mendengarkan, menonton, membaca dan Melisankan hasil sastra, baik berupa dongeng, puisi dan drama pendek maupun Pengalaman dalam bentuk cerita dan puisi (Depdinas, 2003). Hal ini berarti bahwa siswa Diharapkan mampu melaksanakan apresiasi sastra secara aktif kreatif dan inovatif.

Dari kedua pendapat diatas tentang tujuan apresiasi sastra dapat disimpulkan bahwa apresiasi sastra penting di ajarkan di sekolah dasar karena dengan ini dapat membangun jiwa kreatif siswa baik didalam lisan maupun tulisan dengan ini siswa dapat berkarya dan memanfaatkan karya nya dan mampu mengapresiasi dan mengekspresikan melalui kegiatan mendengarkan menonton membaca dan melisankan hasil sastra, baik berupa dongeng puisi drama maupun pengalaman baik dalam bentuk cerita tulisan dan maupun lisan.

Pembelajaran apresiasi sastra merupakan bentuk seni yang bersifat apresiatif. Oleh karena itu pembelajaran sastra hendaknya lebih ditekankan pada segi apresiasinya. Apresiasi sastra meliputi apresiasi prosa puisi dan drama. Pembelajaran apresiasi puisi Merupakan salah satu pembelajaran apresiasi sastra. Materi yang harus diberikan kepada Siswa adalah materi yang bertujuan agar siswa lebih mengenal, memahami, menghayati Kepribadian sikap wawasan serta peningktan pengetahuan dan kemampuan Berkomunikasi maupun berbahasa.pembelajaran apresiasi puisi Sangat menyenangkan bagi siswa, karena siswa merasa bebas untuk berekspresi dalam Apresiasi puisi dan hasilnya pun pasti akan optimal.

Pemahaman siswa terhadap karya sastra baik yang dibaca, didengar atau Ditonton akan mengantarkan siswa ke tingkat penghayatan. Indikator yang dapat dilihat Setelah menghayati karya sastra ialah jika bacaan, didengar, atau ditonton sedih, maka Siswa akan ikut sedih, jika gembira siswa, mendengar, melihat dan merasakan dari apa Yang dibacanya. Siswa benar-benar terlibat dengan karya sastra yang digeluti atau yang Diakrabinya.Setelah menghayati karya sastra, peserta didik akan masuk ke fase penikmatan. Pada fase ini siswa telah mampu merasakan secara mendalami berbagai keindahan yang didapatkannya di dalam karya sastra. Perasaan tersebut akan membantunya menemukan Nilai-nilai manusia dan kemanusiaan, tentang hidup dan kehidupan yang di gunakan Didalam sebuah sastra. Menurut Rusyana (1984:322), kemampuan mengalami Pengalaman pengarang yang tertuang di dalam karyanya dapat menimbulkan rasa nikmat Pada pembacanya. Selanjutnya dikatakan, kenikmatan timbul karena: (1) merasa berhasil Dalam menerima pengalaman orang lain, (2) bertambah pengalaman sehingga dapat Menghadapi kehidupan lebih baik, (3) menikmati sesuatu demi sesuatu itu sendiri, yaitu Kenikmatan estetis.

Dari menurut Rusyana (1984:322), dapat disimpulkan bahwa timbul rasa nikmat pada pembaca itu karena ada suatu hal yang membuat dia merasa menikmati akan sebuah karya yang dia baca yaitu dalam sebuah karya tersebut berisi pengalaman yang di rasakannya sehingga dia merasa menikmati hasil karya tersebut ,dan dalam sebuah karya tersebut berisi tentang pengalaman hidup yang berharga sehingga dia mendapatkan ilmu baru tentang pengalaman untuk mengahadapi kehidupan yang lebih baik lagi,atau kenikmatan datang sendirinya seperti rasa senang, puas, atau kagum yang muncul ketika seseorang menikmati keindahan sesuatu, seperti karya sastra, misalnya saat membaca puisi tersentuh oleh kata-kata nya.

Dari uraian tersebut menunjukan kegiatan atau pembelajaran mengapresiasikan Karya sastra khususnya puisi pada dasarnya melibatkan pikiran dan perasaan, serta Pembelajaran puisi ini (di kelas tinggi) tentu saja materinya harus sesuai dengan tingkat Siswa sekolah Dasar yakni pembelajarannya lebih ditingkatkan dari pembelajaran puisi Bebas berdasarkan ide pokok, hal ini dimaksudkan agar siswa bisa mengapresiasi puisi Yakni mendengar serta memahami, mendeklamasikan, membaca dan menulis puisi anak. Pembelajaran puisi dilaksanakan secara integratif berdasarkan ke empat aspek Keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Pengertian Puisi

Kata puisi berasal dari kata yunani yaitu berartti penciptaan. Namun arti yang semula ini lama kelamaan semakin di persempit ruang lingkupnya menjadi hasil sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat yang tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan (Tarigan, 1997:4). Pendapat-pendapat tentang pengertian puisi terus mengalami dinamika sampai sekarang Pengertian tentang puisi sampai sekarang ini sangat sulit untk dibatasi. Blair dan Chandler berdapat bahwa, puisi ialah peluapan spontan dari perasaan-perasaan yang Penuh daya, dia bercikal bakal dari emosi yang berpadu kembali dalam kedamaian (dalam Tarigan, 1997:5). Demikian juga dengan pendapat Byron yang mendefinisikan puisi Dengan lava imajinasi, yang letusannya mencegah timbulnya gempa bumi.Tarigan, 1997:5).

Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Puisi adalah karya sastra yang dibuat berdasarkan perasaan, pengalaman, atau renungan seseorang. Puisi lahir dari pikiran dan imajinasi penulis sehingga tercipta karya yang indah dan memiliki makna. Melalui puisi, pembaca dapat merasakan emosi, ketenangan, dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Pengertian Apresiasi Puisi, Apresiasi berasal dari kata apreciato (bahasa latin) yang berarti mengindahkan Atau menghargai. Kegiatan mengapresiasikan pada dasarnya bukan merupakan konsep abstrak yang pernah terwujud dalam melainkan juga berwujud secara kegiatan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung maksudnya adalah kegiatan membaca atau menikmati teks maupun perfonmansi puis secara langsung. Kegiatan dapat berwujud seperti membaca, menikmati, memahami serta mengevaluasi teks puisi dan perfermansinya (melihat, mehami, menikamati atau menilai pada kegiatan membaca dipanggung, atau media elektronik). Kemudian, kegiatan mengapresiasikan secara tidak langsung dapat ditempuh dengan cara mempelajari teori sastra (puisi), membaca buku, secara tidak langsung tapi ikut berperan dalam pengembangan kemampuan mengapresiasikan karya sastra (puisi). Lebih luas, apresiasi menurut Gove mengandung makna: 1) pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin dan 2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai keindahan yang diungkapkan pengarang.

Menurut Disick (1975) menyebutkan ada 4 (empat) tingkat apresiasi yaitu:

  • Tingkat menggemari
  • Tingkat menikmati
  • Tingkat meraksi
  • Tingkat produktif

Manfaat mengapresiasikan Puisi Ada beberapa manfaat yang kita peroleh dalam mengapresiasikan puisi seperti Dikemukanan oleh Horatius adalah dulce et utile menyenangkan dan berguna seperti:

  • Pengisi waktu luang
  • Memberikan hiburan
  • Memberikan informasi yang berhubungan dengan pemerolehan nilai-nilai kehidupan.
  • Memperkaya pandangan atau wawasan kehidupan sebagai satu unsur yang Berhubungan dengan pemberian arti peningkatan nilai kehidupan manusia itu sendiri.
  • Memberikan pengetahuan tentang nilai sosio-kultural suatu zaman ketika puisi tersebut Diciptakan.
  • Bisa mendekatkan manusia kepada Tuhan pecipta alam dan sesama manusia
  • Bisa membantu manusia menjalani kehidupannya dengan lebih baik.
  • Pembuka jalan ke masa depan bahasa-bahasa.
  • Memahami Puisi

Memahami karya sastra puisi lebih sulit dari pada memahami karya sastra lainnya Seperti prosa dan dram, karean puisi curahan perasaan pengarang, di samping itu juga Puisi banyak menggunakan bahasa yang bermakna konotasi, simbol atau lambang,Perbandingan maupun kiasan. Ada dua cara untuk dapat memahami makna sebuah puisi yaitu:

  • Dengan mencari unsur instrinsik dan unsur Ekstrinsiknya.
  • Dengan Memparafrasekan puisi.
  • Yang dimaksud dengna unsur instrinsik puisi adalah
  • Musikalitas
  • Tema
  • Imajinasi
  • Feeling/nada
  • Tone/rasa
  • Diksi
  • Gaya bahasa

Sedangkan yang dimaksud dengan unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang ikut Membentuk penciptaan sebuah puisi seperti latar belakang penulisan, latar belakang pengarang dan latar belakang sosial budaya. Pemahaman puisi melalui unsur instrinsik Dapat dlakukan dengan memahami tema, feeling dan tone. Sedangkan pemahaman puisi Melalui unsur ekstrinsik dapat dilakukan melalui latar belakang penulisan dan latar Belakang sosial budaya. Membuat parafrase dapat dilakukan dengan cara menambahkan bagian-bagian puisi seperti kata-kata, frase atau kalimat yang sengaja dihilangkan oleh Pengarangnya. Parafrase adalah penguraian kembali suatu karangan (puisi) dalam bentuk Yang lain (prosa) dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.

Mendengarkan Puisi, Bernyanyi dan Tanya Jawab Mendengarkan puisi secara langsung merupakan salah satu strategi Pembelajaran apresiasi puisi. Strategi ini dapat dilakukan dengan mendengarkan guru Membacakan puisi atau guru memperdengarkan kaset rekaman. Apabila guru sebagai Model, maka guru dituntut dapat menjadi contoh bahkan model cara membaca puisi.Sebagaimana yang telah diuraikan bahwa materi puisi untuk siswa kelas rendah Berupa syair lagu. Banyak syair lagu yang sangat akrab bagi siswa kelas rendah yang Cukup puitis. Strategi pembelajaran puisi di atas dilakukan dengan bernyanyi yang dimulai oleh Guru dan guru bersama siswa. Kegiatan pembelajaran dapat juga dilakukan dengan mendengarkan rekaman lagu tersebut.Mendengarkan lagu ini tentunya lebih menarik perhatian siswa, karena adanya media tape recorder.Evaluasi pembelajaran mendengarkan syair lagu dapat dilakukan dengan cara : 1) Guru menanyakan judul syair lagu, 2) Menanyakan kata-kata yang dianggap belum Dipahami siswa, 3) Menanyakan makna puisi atau makna lagu. Pembelajaran puisi secara langsung dapat dilakukan juga di kelas tinggi. Materi Puisi yang digunakan dipilih syair lagu anak atau remaja yang lebih puitis, misalnya lagulagu ibu Kasur, Bimbo dll. Disamping itu materi puisi untuk kelas tinggi dapat berupa Pantun anak dan puisi bebas untuk anak.

Pembelajaran puisi secara langsung dapat dilakukan juga di kelas tinggi. Syair lagu, pantun dan puisi bebas untuk anak dapat direkam serta dapat Dicontohkan oleh guru, siswa mendengarkan dengan seksama. Pembelajaran di kelas Tinggi disamping diarahkan agar siswa dapat membaca dan mendeklamasikan puisi, siswa Dituntut dapat mengubah puisi ke dalam prosa sederhana serta menulis puisi berdasarkan Ide ynag telah ditetapkan.pantun merupakan salah satu puisi yang harus dibelajarkan di Sekolah Dasar. Pantun merupakan puisi tradisional atau lama yang sampai sekarang masih banyak Digunakan masyarakat sebagai berbagai keperluan.seperti,media sarana komunikasi hiburan, pendidikan.

Membaca Puisi Dan Mendiskusikan Amanatnya, Membaca puisi sedikit berbeda dengan deklamasi. Membaca puisi secara estetis Sangat tepat dibelajarkan di kelas tinggi. Hal ini karena siswa kelas tinggi sudah Mempunyai kemampuan membaca dengan baik. Pembelajaran membaca puisi secara Estetis dimaksudkan agar siswa dapat membaca dengan intonasi, jeda, tempo yang tepat, Serta melatih siswa menghayati karakter (sedih, haru, gembira) puisi yang dibacanya. Dengan latihan membaca dengan intonasi dengan jeda yang tepat, siswa dilatih Membedakan perubahan makna yang terjadi karena intonasi dan jeda yang berbeda. Diskusi merupakan salah Satu sarana menggali kemampuan siswa berimajinasi dan menafsirkan makna kata dan Kalimat dalam puisi tersebut. Guru dapat menjadi pemimpin diskusi agar diskusi lebih terarah. Aspek-aspek Yang akan didiskusikan berupa makna kata, kalimat, dan kesuluruhan.

Menulis Puisi Berdasarkan Tema yang Ditentukan dalam Diskusi Pembelajaran menulis puisi, baru dapat dilakukan di kelas tinggi. Hal ini karena Berdasarkan kurikulum 2004, menulis puisi dirahkan pada pengembangan gagasan pokok Atau ide menjadi sebuah puisi dan mengubah prosa menjadi puisi. Pada siswa kelas rendah Kemampuan seperti ini belum dilakukan. Tema yang dapat dikembangkan olok siswa yaitu Tema-tema lucu dan kepahlawanan sangat disenangi siswa Sekolah Dasar, sedangkan Tema-tema percintaan dan romatisme belum sesuai bagi siswa sekolah Dasar. Misalnya Tema tentang perjuangan seorang ibu, pahlawan, dll. Pengembangan tema menjadi sebuah Puisi dapat digali dari diri siswa sendiri, misalnya tema anggota/organ tubuh, akan tercipta puisi yang berkaitan dengan fungsi mata, telinga, tangan, kaki, dll. Pengembangan tema dari luar diri siswa misalnya indahnya lingkungan, fungsi lingkungan, fungsi udara segar,jalan becek dll. Dengan pancingan tema tersebut siswa Akan terbuka wawasannya bahwa menulis puisi tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan Biaya dan waktu yang banyak.

Berdasarkan pembahasan diatas bahwa pembelajaran puisi dapat di lakukan dikelas tinggi. Hal ini karena Berdasarkan kurikulum 2004, menulis puisi diarahkan pada pengembangan gagasan Pokok atau ide menjadi sebuah puisi dan mengubah prosa menjadi puisi. Ini karena siswa kelas tinggi sudah Mempunyai kemampuan membaca dengan baik. Kemampuan Siswa Sekolah Dasar menulis puisi sudah cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari Banyaknya puisi mereka yang dimuat di berbagai majalah anak-anak. Dan untuk dikelas Rendah Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa materi puisi untuk siswa kelas rendah Berupa syair lagu. Banyak syair lagu yang sangat akrab bagi siswa kelas rendah yang Cukup puitis.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …