Beranda » Esai dan Opini » Pentingnya Memahami Hakikat Bahasa Dan Sastra Bagi Calon Guru SD

Pentingnya Memahami Hakikat Bahasa Dan Sastra Bagi Calon Guru SD

By : Ira Astria, Bahasa adalah alat komunikasi, kemudian bahasa juga di artikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer/arbiter (mana suka atau sewenang-wenang), yang digunakan untuk berkomunikasi dan interaksi bersifat sistematis, produktif, dan dinamis. Ada beberapa hakikat bahasa, yang dimana sebagai alat komunikasi (bahasa sebagai alat berpikir), sebagai alat ekspresi diri, dan sebagai alat integrasi sosial. Sastra adalah karya seni berbasis bahasa (tulis, lisan, gerak tubuh) yang mengandung nilai estetika, imajinasi berdasarkan pengalaman yang nyata atau sesuai kehidupan manusia. Ada juga hakikat sastra, yaitu sebagai ekspresi estetika/estetis, dan sebagai media pendidikan nilai.

Bahasa dan sastra adalah dua elemen yang saling terkait dalam kehidupan manusia terutama dalam konteks pendidikan. Bahasa berfungsi sebagai sarana utama berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta membangun interaksi sosial, sementara sastra berperan sebagai medium untuk mengekspresikan emosi, kreativitas, pengalaman hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam lingkungan pendidikan di sekolah dasar, pemahaman hakikat bahasa dan sastra sangat krusial bagi calon guru SD, karena keduanya memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan karakter siswa. Oleh karena itu, calon guru SD tidak hanya perlu mengetahui cara mengajarkan bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang makna, fungsi, serta hakikat dari kedua elemen tersebut.

Hakikat bahasa pada dasarnya berfungsi sebagai alat komunikasi yang dipakai manusia untuk menyampaikan ide, pikiran, emosi dan informasi. Bahasa tidak hanya terbatas pada kata-kata yang diucapkan, tetapi juga mencerminkan budaya, identitas, serta pola pikir individu. Dalam pendidikan, bahasa berperan sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Semua interaksi antara guru dan murid terjadi melalui bahasa. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan bahasa, siswa menjawab pertanyaan dengan bahasa, bahkan untuk memahami ilmu pengetahuan juga dilakukan melalui keterampilan berbahasa. Karena itu, seorang calon guru SD harus memiliki kemampuan berbahasa yang memadai agar dapat menyampaikan materi dengan jelas, mudah dimengerti, dan menarik perhatian siswa.

Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga berperan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Anak-anak yang berada di sekolah dasar Tengah mengalami fase penting dalam perkembangan bahasa dan kognitif mereka. Di fase ini, para siswa diajarkan untuk memahami arti kata-kata, menyusun kalimat, membaca, menulis, dan mengemukakan pendapat. Ketika guru menggunakan bahasa dengan baik dan benar, siswa akan lebih mudah menangkap materi pelajaran dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Di sisi lain, penggunaan bahasa yang tidak tepat dapat membuat siswa menghadapi kesulitan dalam memahami konten pembelajaran. Maka dari itu, calon guru SD perlu memahami hakikat bahasa agar bisa menciptakan proses belajar yang komunikatif serta efektif.

Sementara itu, sastra bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan dan pembentukan karakter. Sastra membantu siswa untuk memahami kehidupan melalui alur cerita dan pengalaman karakter-karakter di dalamnya. Dengan membaca sastra, anak-anak dapat meningkatkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan mereka dalam memahami perasaan orang lain.

Bagi calon guru SD, pentingnya memahami hakikat sastra tidak bisa diabaikan karena sastra dapat menjadi alat pembelajaran yang menyenangkan serta berarti. Anak-anak di tingkat SD biasanya menyukai cerita dan aktivitas yang melibatkan daya imajinasi. Oleh sebab itu, para guru bisa memanfaatkan karya sastra sebagai cara untuk meningkatkan ketertarikan belajar siswa. Sebagai contoh, guru dapat menerapkan dongeng untuk mengajarkan nilai kejujuran, puisi untuk melatih keberanian berbicara, atau cerita rakyat untuk memperkenalkan budaya lokal kepada siswa. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya terfokus pada aspek akademis, melainkan juga pada pengembangan karakter dan kepribadian siswa.

Di era digital saat ini, pemahaman mengenai bahasa dan sastra juga semakin krusial. Kemajuan teknologi membuat anak-anak menjadi lebih sering menggunakan media sosial dan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan penggunaan bahasa yang baik dan benar seringkali diabaikan. Banyak anak yang sudah terbiasa dengan bahasa yang singkat, tidak baku, bahkan terkadang kurang sopan dalam berkomunikasi. Pada titik ini, peran guru sangat dibutuhkan untuk membimbing siswa agar menggunakan bahasa dengan sopan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, guru juga harus menanamkan rasa cinta terhadap sastra agar siswa tetap tertarik membaca karya-karya yang memiliki nilai-nilai pendidikan dan budaya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less