Home » Esai dan Opini » Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin 31 May 2026 10

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah fondasi utama dari seluruh gerbang literasi manusia.

Namun, perkembangan teknologi hari ini telah mengubah lanskap tersebut secara radikal. Kehadiran media sosial dengan video pendek, podcast yang dipercepat, serta tumpukan informasi visual yang instan telah menurunkan daya konsentrasi (attention span) kita. Kita sedang mengalami pergeseran budaya dari menyimak secara komprehensif (mendalam) menjadi menyimak secara fragmentaris (sepotong-sepotong). Akibatnya, keindahan sastra lisan—seperti puitika, intonasi, dan kedalaman cerita—sering kali kalah bersaing dengan kecepatan algoritma yang memanjakan mata.

Meski teknologi juga membawa dampak positif lewat bangkitnya audiobook dan podcast sebagai bentuk modern tradisi lisan, tantangan besarnya tetap ada pada kualitas fokus kita. Ketidakmampuan untuk menyimak dengan tuntas adalah akar dari maraknya disinformasi, salah paham di media sosial, hingga menipisnya rasa empati. Menyimak dalam sastra bukan sekadar memahami kata yang terucap, melainkan menangkap emosi dan pesan di balik kata tersebut.

Oleh karena itu, di tengah dunia yang bising di mana semua orang berebut untuk berbicara, keterampilan untuk diam dan menyimak secara mendalam adalah sebuah kebutuhan mendesak. Kita harus mengembalikan kedaulatan menyimak dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk menjaga kelestarian bahasa, tetapi juga untuk menyelamatkan budaya berpikir kritis kita.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemanfaatan Bahasa & Sastra dalam Melatih Kepercayaan Diri untuk Mengembangkan Kemampuan Berbicara Siswa

admin

31 May 2026

By: Dea Fani Khuzarisma Purba, Kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa. Melalui kemampuan berbicara, siswa dapat menyampaikan ide, pendapat, perasaan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara baik. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang merasa takut, malu, dan kurang percaya diri ketika diminta berbicara di depan kelas. Mereka sering …

Melatih Anak SD Berbicara, Bukan Cuma Menyuruh Berani Maju

admin

31 May 2026

By : Naila Abdul Ramadhani, Di sekolah dasar, kita sering melihat guru atau orang tua bangga jika ada anak yang berani maju ke depan kelas untuk angkat bicara. Kita cenderung menganggap anak yang aktif, cerewet, dan percaya diri otomatis memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Namun, fenomena sehari-hari di ruang kelas sering kali menunjukkan hal sebaliknya, …

Peran Media Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

admin

31 May 2026

By: Cahaya Purnama Sari, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital saat ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan zaman agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah penggunaan media …

Peran Apresiasi Sastra Puisi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa, Kreativitas, dan Karakter Peserta Didik

admin

31 May 2026

By: Bunga Salsa Azzara, Apresiasi sastra pusi merupakan kegiatan memahami, menghanyati, menafsir, menilai, serta memberi penghargaan terhadap karya sastra berbentuk puisi. Kegiatan apresiasi tidak hanya dilakukan dengan membaca isi puisi secar sekilas, tetapi juga melibatkan proses pemahaman makna, pesan, nilai kehidupan, serta keindahan bahassa yang digunakan penyair. Melalui apresiasi puisi seseorang dapat melatih kemampuan berpikir, …

Transformasi Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar dalam Era Literasi Digital pada Pembelajaran Bahasa Indonesia

admin

31 May 2026

By: Anjani Dwi Cahya, Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Menulis tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menyusun kata dan kalimat, tetapi juga sebagai sarana berpikir, mengekspresikan gagasan, dan membangun kreativitas siswa. Dalam era liteasi digital saat ini, kemampuan menulis mengalami transformasi yang signitifkan …

Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

31 May 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …