
Analisis Keterkaitan Tujuan Pembelajaran dengan Kompetensi Inti dalam Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII: Revisi Berdasarkan Prinsip Pengembangan Bahan Ajar
By: Dinda Nur Aini. Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan fasilitator yang membantu peserta didik menemukan makna dari proses belajar. Dalam konteks ini, bahan ajar berperan penting sebagai panduan yang mengarahkan pembelajaran menuju capaian kompetensi yang diharapkan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana merancang bahan ajar Bahasa Indonesia yang mampu mengintegrasikan tujuan pembelajaran dengan kompetensi inti (KI) secara utuh, relevan, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Bahan ajar Bahasa Indonesia kelas VII yang dikaji menunjukkan upaya untuk menanamkan nilai-nilai Kurikulum Merdeka. Buku ini menampilkan berbagai keterampilan abad ke-21, seperti communication, collaboration, creativity, dan critical thinking (4C), yang menjadi dasar dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, terdapat fokus pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diharapkan mampu mendorong siswa berpikir kritis, logis, dan reflektif. Tujuan besar bahan ajar ini adalah membentuk pelajar yang mandiri, kreatif, serta berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Namun, jika ditinjau lebih dalam, masih terdapat kesenjangan antara idealisme kurikulum dan implementasi yang tertuang dalam rumusan tujuan pembelajaran.
Analisis menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran yang ada telah mengakomodasi sebagian besar kompetensi inti, terutama KI-3 (pengetahuan) dan KI-4 (keterampilan). Siswa diarahkan untuk memahami, mengidentifikasi, serta menulis teks deskripsi secara baik dan benar. Namun, keterkaitan dengan KI-1 (spiritual) dan KI-2 (sosial) belum tampak secara eksplisit dalam rumusan tujuan. Nilai-nilai seperti gotong royong, tanggung jawab, dan menghargai karya teman baru muncul secara tersirat, padahal seharusnya menjadi bagian integral dari setiap kegiatan belajar. Selain itu, masih terdapat dominasi aktivitas kognitif tingkat rendah, seperti “menemukan” dan “mengidentifikasi,” yang belum sepenuhnya mengasah kemampuan analisis dan evaluasi siswa.
Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, revisi bahan ajar perlu diarahkan agar lebih kontekstual dan menantang daya pikir siswa. Misalnya, kegiatan menulis teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi proyek berbasis kolaborasi, seperti membuat brosur wisata lokal, video deskripsi budaya daerah, atau laporan observasi lingkungan. Pendekatan proyek semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga mengasah kreativitas, kerja sama, dan komunikasi siswa. Selain itu, integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila dapat diperkuat melalui kegiatan yang menumbuhkan sikap gotong royong dan bernalar kritis, seperti diskusi kelompok atau refleksi individu terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Revisi juga perlu memperhatikan aspek penilaian yang berorientasi pada AKM dan HOTS. Selama ini, sebagian besar soal hanya menilai kemampuan mengingat dan memahami. Dengan menambahkan soal berbasis konteks visual, teks interaktif, dan studi kasus sederhana, siswa akan lebih terlatih menalar informasi dan memecahkan masalah secara mandiri. Guru juga dapat menyediakan rubrik penilaian yang menilai proses berpikir, bukan hanya hasil akhir. Dengan demikian, penilaian akan menjadi alat pembelajaran yang memotivasi, bukan sekadar pengukur kemampuan kognitif.
Selain isi dan evaluasi, konsistensi antara kata pengantar, isi bab, dan tujuan pembelajaran menjadi elemen penting. Setiap bagian dari bahan ajar harus memantulkan semangat pembelajaran yang berpusat pada siswa. Misalnya, dengan menambahkan aktivitas refleksi di setiap akhir bab agar siswa dapat mengevaluasi sendiri pencapaian mereka. Di sisi lain, variasi teks dan gaya bahasa dalam materi juga penting untuk memperluas wawasan siswa. Menghadirkan teks deskripsi dari berbagai daerah di Indonesia tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga memperkuat rasa cinta tanah air dan penghargaan terhadap keberagaman budaya.
Secara keseluruhan, revisi bahan ajar Bahasa Indonesia kelas VII berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan humanis. Keterpaduan antara tujuan pembelajaran dan kompetensi inti harus terus dijaga agar setiap kegiatan belajar benar-benar mengembangkan potensi siswa secara utuh—baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Bahan ajar yang ideal bukan hanya mengajarkan siswa cara menulis teks deskripsi, tetapi juga mengajarkan mereka bagaimana melihat dunia dengan lebih kritis, berempati, dan kreatif. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi mata pelajaran, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan jati diri pelajar Indonesia yang berprofil Pancasila.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.