Home » Esai dan Opini » BAHASA DAERAH DI SEKOLAH : PERLUKAH DIAJARKAN SECARA RESMI ERIKA SOFIA RITONGA

BAHASA DAERAH DI SEKOLAH : PERLUKAH DIAJARKAN SECARA RESMI ERIKA SOFIA RITONGA

admin 01 Apr 2025 615

By: Erika sofia Ritonga

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, ditandai oleh keberagaman bahasa daerah. Terdapat lebih dari 700 macam bahasa daerah di semua daerah, bahasa daerah memegang peran penting dalam identitas individu, melontarkan nilai budaya, serta mempertahankan kearifan setempat. Namun, bahasa daerah, di zaman globalisasi ini, semakin menghilang oleh karena dominasi bahasa nasional dan kecenderungan menggunakan bahasa asing. Salah satu tindakan yang bisa diambil adalah memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum sekolah secara resmi. Namun, apakah bahasa daerah perlu diajarkan secara resmi di sekolah? Apakah generasi muda akan memperoleh keuntungan dari tindakan tersebut, atau justru akan menjadi beban bagi mereka? Artikel ini akan membicarakan urgensi, keuntungan, serta kendala dalam memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum sekolah secara resmi..

Mengapa Bahasa Daerah Perlu Diajarkan di Sekolah?

a Menjaga Identitas Budaya

Bahasa daerah merupakan satu bagian dari identitas suatu suku atau masyarakat. Ketika bahasa daerah hilang, identitas budaya juga semakin hilang. Dengan cara diajarkan di sekolah, anak-anak sejak dini akan membiasakan bahwa bahasa daerah adalah warisan saat mereka harus menjaganya.

b Mencegah Kepunahan Bahasa Daerah.

Beberapa bahasa di Indonesia sudah digolongkan sebagai bahasa yang punah oleh UNESCO. Hal ini terjadi akibat penggunaan bahasa harian yang hanya bertahan di lingkungan sosial, terutama lingkungan sekolah. Jika bahasa itu dimasukkan ke sekolah sebagai bahasa resmi, eksistensinya tetap bisa dipertahankan.

c Mempererat Keterikatan Sosial dan Rasa Kekeluargaan.

Bahasa bukanlah cuma alat untuk disampaikan ide dan pikiran, tetapi bahasa juga merupakan cermin nilai dan tradisi. Ketika generasi muda belajar bahasa daerah, mereka juga akan belajar adat istiadat, pepatah, dan filsafat yang terkandung. Hal ini akan mempererat keterikatan sosial dalam masyarakat. Rasa solidaritas publik.

  1. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak

Belajar bahasa daerah tidak berarti memblokir bahasa Indonesia atau bahasa asing dari anak-anak. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dapat berbahasa lebih dari satu memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Mereka lebih cepat belajar konsep linguistik, berpikir lebih fleksibel.

Tantangan dalam Mengajarkan Bahasa Daerah di Sekolah

  1. Kurangnya Guru yang Kompeten

Tantangan terbesar dalam pengajaran bahasa daerah pasti adalah kurangnya guru yang dapat bahasa daerah. Kebanyakan guru hanya mampu berbahasa Indonesia atau asing selama proses belajar.

  1. Keanekaragaman Bahasa di Indonesia

Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah. Jika setiap tingkat sekolah diajarkan menggunakan bahasa daerah, bahasa daerah mana yang dimaksud? Di tempat yang mempunyai beberapa bahasa daerah, ini akan menjadi masalah untuk diatasi.

  1. Perubahan Gaya Hidup dan Minat Anak Muda

Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak lebih tertarik mempelajari bahasa asing, seperti Inggris, Mandarin, atau Jepang karena mereka bersifat lebih berfaedah masa depan. Tanpa desain kurikulum yang menarik, kemungkinan bahasa daerah akan kurang diminati oleh siswa.

  1. Keterbatasan Waktu dalam Kurikulum

Kurikulum sekolah sangat padat dengan mata pelajaran wajib dengan jam pelajaran yang sangat terbatas. Menambah bahasa daerah kedalam kurikulum sekolah menyalahi aturan dalam membatasi waktu belajar.

Solusi dan Strategi Implementasi

Untuk menerapkan bahasa daerah di sekolah, banyak solusi yang dapat dimaksimakan. Misalnya: a. Menyesuaikan Raih Kondisi Daerah. Kebijakan masih tarap bahasa daerah tidak boleh disamakan dalam konteks wilayah. Di desa yang memiliki banyak penutur aktif, baik diterapkan sebagai mata pelajaran wajib saja. Tetapi di daerah lain diperbolehlan yang menjadi salah satu mata pelajaran lepiligihan.

  1. Melibatkan komunitas lokal dan Kulturis

Untuk mengurangi kekurangan pendidik, sekolah dapat melibatkan komunitas lokal dan lebih baik lagi, para budayawan pribumi dan tetua adat untuk berbagi pengetahuan tentang bahasa dan budaya mereka.

  1. Metode yang menarik Pengajaran bahasa lokal seharusnya tidak hanya teoretis tetapi juga praktis dalam bentuk permainan, lagu rakyat, teater, dan film pendek. Dengan pendekatan interaktif seperti itu, para siswa akan lebih terlibat dalam pembelajaran.
  2. Teknologi digital Pemerintah dan kelompok budaya dapat mengembangkan aplikasi atau alat pembelajaran digital untuk memudahkan pembelajaran bahasa di antara anak-anak di negara ini. Dengan cara ini, pembelajaran tidak akan terbatas pada sekolah tetapi juga dapat dilakukan di rumah sehingga berguna dalam memantau kemajuan.
  3. Dukungan kebijakan Pemerintah harus memainkan perannya dalam memastikan bahwa program pengajaran bahasa berjalan dengan baik dengan mendukungnya melalui peraturan dan pendanaan yang tepat.

 4. Kesimpulan Mengintegrasikan bahasa lokal dalam kurikulum sekolah adalah cara untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Dengan semua tantangan yang dihadapi program, manfaatnya jauh lebih bermanfaat. Dengan strategi yang tepat, seperti kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi regional, penggunaan komunitas lokal, dan teknologi digital, pentingnya tidak dapat dilebih-lebihkan. Pada akhirnya, bahasa lokal bukan hanya tentang komunikasi tetapi refleksi dari identitas dan sejarah nasional. Jika kita tidak mengambil langkah konkret untuk menyelamatkannya, itu akan menjadi salah satu kehilangan warisan budaya yang paling tragis. Dengan demikian, waktunya telah tiba untuk menempatkan bahasa lokal ke tempat yang tepat dalam pendidikan nasional.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …