Home » Esai dan Opini » BAHASA DAERAH SEBAGAI IDENTITAS DAN TANTANGAN DALAM PELESTARIANNYA

BAHASA DAERAH SEBAGAI IDENTITAS DAN TANTANGAN DALAM PELESTARIANNYA

admin 01 Apr 2025 303

By: Fitria Rhamadona

“Bahasa daerah adalah akar budaya kita. Jika kita kehilangannya, kita kehilangan jati diri” – Ajib Rosidi (Sastrawan dan Budayawan Sunda)

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam keragaman di dalamnya. Keragaman di Indonesia meliputi keragaman budaya, keragaman suku, keragaman makanan, keragaman agama, dan keragaman bahasa.  Keragaman suku bangsa yang dimilikinya membuat Indonesia memiliki beragam bahasa daerah pula. Menurut Kemdikbud di Indonesia sendiri terdapat 718 bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi di suatu daerah tertentu. Selain menjadi alat komunikasi di daerah tertentu, bahasa daerah juga merupakan identitas budaya dari suatu suku tertentu.

Selain itu, bahasa daerah tidak hanya sebagai alat komunikasi saja melainkan hal yang dapat menciptakan hubungan emosi dan kekompakan antar individu di suatu daerah. Namun, belakang ini jumlah penutur bahasa daerah mulai menurun drastis sehingga, bahasa daerah sangat amat jarang di gunakan oleh banyak orang. Terutama dikalangan anak-anak muda zaman sekarang. Hal ini berarti, tantangan yang sangat besar  dalam melestarikan bahasa daerah di era globalisasi saat ini. Tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti bahasa daerah dapat punah atau bahkan tidak sama sekali digunakan lagi di Indonesia, karena semakin berkembangnya zaman membuat masyarakat enggan menggunakan bahasa daerah. Hal tersebut karena pandangan dari masyarakat Indonesia sendiri yang kurang melestarikan bahasa daerah. Hal ini dapat dilihat dari seseorang yang malu saat menggunakan bahasa daerahnya kerena dinilai norak atau tidak gaul oleh orang lain atau teman-temannya. Serta masuknya bahasa asing yang dinilai lebih gaul atau praktis dan memiliki kekuatan saing yang lebih tinggi di dunia global. Makanya, sangat memungkinkan jika suatu saat nanti bahasa daerah di Indonesia dapat punah ditelan zaman.

Kurangnya pendidikan bahasa daerah di Indonesia menjadi salah satu tantangan dalam melestarikan bahasa daerah. Bahasa daerah atau bahasa ibu tidak diajarkan secara formal di sekolah karena minimnya tenaga pengajar yang menguasai bahasa daerah. Hal inilah yang membuat generasi sekarang kurang mengenal dan menguasai bahasa daerah mereka dengan baik. Padahal ketidaktahuan tentang pentingnya bahasa daerah menjadi identitas suatu daerah tertentu menjadi memperburuk keadaan dalam pelestarian bahasa daerah.

Selain itu, urbanisasi dan migrasi juga menjadi tantangan dalam pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Orang-orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya orang-orang dari desa yang pindah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan atau bahkan menempuh pendidikan. Karena di desa lapangan pekerjaan atau pendidikan tidak terlalu banyak dan tidak memumpuni. Oleh sebab itu, orang-orang dari desa pindah ke kota dan lebih sering menggunakan bahasa nasional dari pada bahasa daerah mereka sendiri. Bahka tidak sedikit dari mereka yang tidak lagi fasih dalam berbahasa daerah. Karena jika sudah merantau ke kota atau ke daerah orang, tidaklah mudah untuk menemui orang-orang yang datang dari daerah yang sama. Jikapun ada, tidaklah etis menggunakan bahasa daerah jika sedang berkumpul dengan orang dari daerah lain. Tetapi jika sesama dari satu daerah hal tersebut tidaklah menjadi masalah.

Dengan tinggal di kota membuat pola komunikasi otomatis berubah. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Bahasa Indonesia yang digunakan dimedia sosial menjadi bahasa global di dunia maya, sehingga dapat mempercepat penurunan penggunaan bahasa daerah di Indonesia. Karena anak-anak remaja saat ini terlalu sering terpapar oleh bahasa nasional karena media sosial yang semakin berkembang dengan pesat. Dan mereka lebih memilih menggunakan bahasa nasional dalam interaksi mereka daripada menggunakan bahasa daerah. Bukan berarti menggunakan bahasa nasional menjadi sebuah kesalahan, karena mengingat kembali bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar suku di Indonesia, tetapi karena banyak dari orang tua di Indonesia lebih mengenalkan bahasa Indonesia ke anak mereka agar lebih mudah dalam beradabtasi di lingkungan sekolah maupun pekerjaan. Sehingga bahasa nasional lebih mendominasi daripada bahasa daerah.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda saat ini yang sudah melek teknologi hendaknya ikut melestarikan bahasa daerah melalui teknologi yang sedang berkembang saat ini.  Misalnya adalah media sosial seperti TikTok, Youtube, Instagram, Facebook, dan X. Melalui platform tersebut kita dapat membuat media digital menggunakan bahasa daerah karena dokumentasi bahasa daerah saat ini sudah mulai sulit ditemukan. Selain melalui media digital, bisa juga menggunakan media tertulis seperti kamus, cerpen, dan cerita-cerita lainnya menggunakan bahasa daerah. Dengan begitu, pasti banyak pembaca yang penasaran dengan arti dari bacaan yang mereka baca dan mencari tau artinya. Sehingga pengetahuan dari si pembaca mengenai arti dari bahasa daerah yang dibacanya menjadi bertambah. Hal tersebut dapat menjadi solusi dalam melestarikan bahasa daerah yang sudah terancam punah.

Selain menjadi salah satu solusi untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia, hal tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingnya berbahasa daerah.  Kesadaran masyarakat dalam penggunaan bahasa daerah ini dapat dilakukan dengan cara membuat kegiatan-kegiatabn budaya, misalnya festival bahasa, perlombaan debat menggunakan bahasa daerah. Bisa juga dengan membuat organisasi yang aktif dalam menggunakan bahasa daerah. Dari kegiatan seni juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah misalnya, melalui lagu daerah, tarian, dan teater. Dan hal yang paling penting dalam melestarikan bahasa daerah adalah dengan interaksi dalam keluarga menggunakan bahasa daerah. Karena sejatinya bahasa daerah merupakan bahasa ibu atau bahasa pertama yang diterima oleh anak. Dengan berbahasa daerah di rumah membuat anak-anak terbiasa dengan bahasa daerahnya dan dapat menjadi penutur ke generasi selanjutnya.

Meskipun dalam pelestarian bahasa daerah di Indonesia memiliki begitu banyak tantangan seperti, era globalisasi, kurangnya minat generasi muda dalam berbahasa daerah, serta bahasa nasional yang lebih mendominasi. Tetapi, dengan begitu juga banyak solusi yang dapat dilakukan dalam melestarikan bahasa daerah di Indonesia. Misalnya dapat melalui media sosial, pendidikan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pentingnya penggunaan bahasa daerah sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Pelestarian bahasa daerah di Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara Indonesia dengan menjaga warisan budaya yang sudah diturunkan secara turuntemurun. Dan semoga kita dapat mengenalkan budaya ke generasi selanjutnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …