
BAHASA GAUL TERHADAP BAHASA INDONESIA ANTARA TREN DAN KAIDAH
By: Rizki Pebri Aula, Vindi Aulia
Bahasa merupakan cerminan budaya yang terus berkembang sesuai dengan zaman. Salah satu fenomena linguistik yang menarik di Indonesia adalah maraknya penggunaan bahasa gaul atau slang, terutama di kalangan para anakmuda di zaman sekarang . Bahasa gaul berkembang seiring dengan perubahan sosial, teknologi, dan tren yang muncul saat ini di lingkungan masyarakat kita. Namun, keberadaannya juga menimbulkan sebuah kontroveksi: apakah bahasa gaul hanya sekadar tren sementara, atau justru dapat menggeser kaidah bahasa Indonesia yang baku?
Bahasa Gaul Tren Komunikasi Anak Muda
Bahasa gaul merupakan bentuk komunikasi informal yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, khususnya di media sosial dan lingkungan pergaulan. Kata-kata seperti bestie, guys, gaskeun, santuy, bucin, mager, galau, hingga healing adalah contoh kata dalam bahasa gaul yang populer pada saat ini. Keunikan bahasa gaul terletak pada sifatnya yang fleksibel, singkat, kreatif, dan cepat berubah sesuai dengan kemajuan sebuah zaman.
Faktor utama yang mendorong munculnya bahasa gaul adalah pengaruh media sosial, globalisasi, serta kreativitas anak muda dalam menciptakan istilah baru di kalangan. Bahasa ini juga mencerminkan identitas generasi muda yang ingin tampil lebih santai, ekspresif, dan mudah dipahami dalam berkomunikasi.
Dampak Positif Bahasa Gaul
Meskipun kerap dianggap merusak sebuah kaidah bahasa Indonesia yang baku, bahasa gaul sebenarnya memiliki beberapa dampak positif di dalamnya, di antaranya:
- Menambah Kekayaan Bahasa
Bahasa gaul memperkaya kosakata bahasa Indonesia dengan istilah-istilah baru yang mencerminkan perkembangan zaman. Kata-kata seperti gabut (gabungan dari “gaji buta”), mager (malas gerak), atau ngegas (terlalu agresif) menunjukkan bagaimana bahasa dapat berkembang secara kreatif dalam segi arti. - Mempermudah Komunikasi
Bahasa gaul sering kali lebih singkat dan mudah dipahami dalam konteks komunikasi sehari-hari, terutama di media sosial yang menuntut kecepatan dan efisiensi dalam berinteraksi. - Meningkatkan Kreativitas Berbahasa
Penggunaan bahasa gaul sendiri dapat mendorong generasi muda untuk lebih kreatif dan imajinatif dalam menciptakan istilah baru yang unik dan relevan dengan kehidupan nyata.
Dampak Negatif Bahasa Gaul terhadap Kaidah Bahasa Indonesia
Di sisi lain, penggunaan bahasa gaul yang berlebihan juga berisiko terhadap perkembangan bahasa Indonesia yang baku. Beberapa dampak negatifnya meliputi:
- Menurunnya Penggunaan Bahasa Baku Banyak anak muda yang terbiasa menggunakan bahasa gaul hingga lupa atau malas menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah, terutama dalam konteks formal seperti di sekolah atau dunia kerja.
- Potensi Perubahan Struktur Bahasa Bahasa gaul sering kali mengubah tata bahasa, struktur kalimat, atau bahkan makna kata, sehingga dapat menyebabkan pergeseran dalam kaidah berbahasa yang benar. Misalnya, kata kepo yang awalnya berasal dari bahasa Hokkien (kay poh) kini memiliki makna berbeda dalam bahasa gaul Indonesia.
- Kesulitan Dalam Komunikasi Formal Penggunaan bahasa gaul yang terlalu dominan dapat membuat seseorang kesulitan beradaptasi dalam situasi resmi seperti presentasi akademik, wawancara kerja, atau penulisan ilmiah, di mana penggunaan bahasa baku sangat diperlukan.
Antara Tren dan Kaidah: Bagaimana Menyikapinya?
Sebuah Bahasa, termasuk bahasa gaul, sejatinya bersifat dinamis dan terus berkembang. Oleh karena itu, yang perlu ditekankan adalah bagaimana menggunakannya secara bijak. Berikut beberapa cara untuk menyikapi fenomena ini:
- Menggunakan Bahasa Sesuai Konteks
Bahasa gaul sebaiknya digunakan dalam situasi yang lebih santai dan informal, sementara dalam konteks akademik atau profesional, bahasa Indonesia baku tetap harus diutamakan dikarenakan untuk menjaga keutuh sebuah bahasa sendiri. - Memahami dan Menghargai Kaidah Bahasa Indonesia
Generasi muda tetap perlu memahami dan menghormati kaidah bahasa Indonesia agar tidak kehilangan identitas linguistiknya sebagai warga negara. - Mengedepankan Literasi Bahasa
Dengan meningkatkan literasi bahasa, masyarakat dapat lebih memahami kapan dan bagaimana menggunakan bahasa yang sesuai tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia.
Kesimpulan
Bahasa gaul merupakan bagian dari dinamika bahasa yang terus berkembang. Keberadaannya membawa dampak positif maupun negatif terhadap bahasa Indonesia. Di satu sisi, bahasa gaul menambah kekayaan bahasa dan mempermudah komunikasi dalam segi perkerjaan dan sosial , tetapi di sisi lain, penggunaannya yang berlebihan dapat menggeser kaidah bahasa baku. Oleh karena itu, keseimbangan dalam penggunaan bahasa antara mengikuti tren dan mematuhi kaidah bahasa Indonesia, bahasa perlu dijaga agar bahasa nasional tetap lestari dan relevan bagi generasi yang akan datang.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.257 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.190 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.