- BukuTELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA: Teori dan Praktik
- BeritaDOSEN UMN AL-WASHLIYAH GELAR PELATIHAN INTEGRASI NILAI TATA KRAMA DALAM PEMBELAJARAN DI MTS USWATUN HASANAH BINJAI
- BeritaDOSEN UMN AL-WASHLIYAH LAKSANAKAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI SMAS UNGGULAN UMMU RAHMAH PATUMBAK
- BukuCINTA BAHASA INDONESIA MERAWAT IDENTITAS LEWAT KATA – KATA
- BukuINOVASI PRODUK PANGAN BERBASIS KOMODITI LOKAL: Dari Bahan Tradisional Menuju Produk Modern

ERA GEN Z: PERNIKAHAN TAK LAGI PRIORITAS, APA YANG MEMBUAT MEREKA TAKUT KOMITMEN
Medan, 28/11/2025, Sebuah survey terbaru dari Lembaga riset sosial pew research center mengungkapankan bahwa generasi Z (lahir antara 1997-2012) di Indonesia lebih khawatir menghadapi krisis ekonomi dari pada prospek tidak pernah menikah seumur hidup. Fakta ini di dorong dengan adanya data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Gen Z memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia, mencapai 16% pada Mei 2025. Hal ini memperkuat kekhawatiran mereka akan stabilitas finansial. Tingkat pengangguran yang meningkat di generasi Z disebabkan oleh menyempitnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka mengalami krisis ekonomi.
Survei dari Bank Indonesia pada 2023 menunjukkan bahwa 55% Gen Z lebih memilih menabung untuk dana darurat daripada membeli cincin tunangan. “Perkawinan tanpa dasar ekonomi kuat itu seperti rumah tanpa fondasi,” ujar psikolog sosial Dr. Andi Wijaya dari Universitas Indonesia. “Gen Z melihat pernikahan sebagai risiko tambahan, bukan solusi.”
Disisi lain, norma sosial tentang pernikahan masih kuat di Indonesia, terutama di kalangan keluarga tradisional. Namun, Gen Z mulai menantang ini. Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi konten tentang “single and thriving” atau “financial independence,” di mana influencer Gen Z berbagi tips investasi dan penghematan. Fenomena ini mencerminkan pergeseran dari nilai-nilai generasi baby boomer, yang sering menekankan pernikahan sebagai pencapaian hidup.
Namun, ketakutan ini bukan tanpa konsekuensi. Beberapa ahli khawatir Gen Z mungkin terlalu fokus pada materi, mengabaikan aspek emosional. “Keseimbangan diperlukan,” tambah Dr. Wijaya. “Takut ekonomi itu baik, tapi jangan sampai menghindari hubungan yang sehat.”
Jumlah pernikahan di Indonesia terus menurun selama 10 tahun terakhir, dari angka tertinggi lebih dari 2 juta pada tahun 2018 menjadi 1,48 juta pada tahun 2024. Menurut Kepala BPS, Margo Yuwono, penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi. “Pendidikan yang lebih tinggi, karier yang menuntut, dan perubahan norma sosial membuat banyak orang menunda pernikahan,” ujarnya dalam konferensi pers. Di era digital saat ini, generasi muda lebih fokus pada pengembangan diri dan stabilitas finansial sebelum berkomitmen dalam hubungan jangka panjang.
Dari responden yang disurvei , 68% menyatakan krisis ekonomi sebagai ancaman terbesar, dibandingkan 32% yang lebih khawatir tentang pernikahan. Salah satunya seorang mahasiswa berusia 22 tahun dari Bandung, berbagi penngalamannya.” Saya takut banget kalua ekonomi ambruk lagi kayak di tahun 2020. Nikah? Itu bisa nunggu, tapi duit buat hidup harus ada sekarang, “
Ahli demografi dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Sari, menambahkan bahwa urbanisasi dan biaya hidup yang tinggi juga berperan. “Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, biaya pernikahan yang mahal membuat banyak pasangan memilih cohabitation atau menikah secara sederhana, atau bahkan menunda hingga usia lebih tua,” katanya. Rata-rata usia pernikahan pertama bagi pria kini mencapai 28 tahun, sedangkan wanita 26 tahun, naik dari 25 dan 23 tahun pada dekade lalu.
Temuan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari trauma kolektif yang diwariskan oleh resesi masa lalu, sebuah generasi yang belajar memprioritaskan keamanan ekonomi atas norma sosial tradisional. Apakah ini sinyal perubahan permanen dalam nilai-nilai masyarakat, atau hanya respons sementara terhadap volatilitas dunia? Hanya waktu yang akan menjawab, sementara Gen Z terus menavigasi masa depan dengan kalkulator di satu tangan dan impian di tangan lainnya. (Nia Dytya Nifa)
admin
08 Feb 2026
Binjai — Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah, M. Faisal Husna, S.Sos., S.Pd., M.H., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Guru dalam Integrasi Nilai Tata Krama ke dalam Pembelajaran di MTs Uswatun Hasanah Binjai, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para guru MTs Uswatun Hasanah Binjai dan berlangsung dengan antusias. Kegiatan pengabdian tersebut …
admin
06 Feb 2026
Patumbak — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAS Unggulan Ummu Rahmah Patumbak, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, pada Selasa, 3 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang guru SMAS dan disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Nazra Indrawati, S.E., M.Pd. Pengabdian masyarakat ini mengusung penguatan kapasitas guru …
admin
25 Jan 2026
Jakarta, 1 Desember 2025 — Beberapa sekolah sekarang mulai ngerasain manfaat dari program Makan Bergizi Gratis yang baru aja jalan minggu ini. Program ini dibuat supaya siswa bisa belajar lebih fokus karena kebutuhan makan mereka sudah terpenuhi. Banyak guru dan orang tua yang senang karena anak-anak jadi lebih siap mengikuti pelajaran. Di sekolah-sekolah yang ikut …
admin
21 Jan 2026
Aceh Tamiang — Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional di Lembaga Bimbingan Belajar SANG JUARA, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (14/1/2026). Kegiatan ini menyasar anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Mengusung tema “Pemulihan dan Penguatan Pendidikan …
admin
09 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kelompok 39 Anti Perundungan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema “Game Tanpa Bully” di SMP Dharma Pancasila Medan pada Sabtu, (1/11/2025). Kegiatan ini didampingi oleh Merry Alfrida Sitepu, S.H., M.Kn selaku dosen pembimbing dan Arbiahtul Insani Lubis selaku mentor. Kelompok 39 ‘anti perundungan yang terdiri dari 20 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan …
admin
08 Dec 2025
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Kelompok Perundungan 38 MKWK melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying) dan dampaknya terhadap kesehatan mental di MAN 1 Medan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas XII IPA dan XII IPS. Medan Tembung – Kelompok Perundungan 38 Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan sosialisasi …
18 Dec 2024 2.709 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.501 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.380 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.