
Inovasi Bahan Ajar Bahasa Indonesia Untuk Mendorong Pembelajaran YangInteraktif
By: Zubaidah Lubis. Dunia pendidikan memanglah memiliki daya tarik tersendiri diberbagai aspek yang dimilikinya, baik itu dalam hal proses pembelajaran, modul pembelajaran, sistem pembelajaran, ataupun sampai tahap pengembangan bahan ajarnya. Dalam hakikatnya pengembangan bahan ajar sangatlah perlu dilakukan untuk mencapi kesuksesan tujuan pembelajaran yang ada. Selain itu hal tersebut juga merupakan salah satu faktor pendukung perencanaan kemajuan sistem pendidikan di Indonesia, yang mana jika pendidikan telah berjalan dengan baik maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang baik pula. Untuk itu kita perlu mempelajari lebih dalam lagi mengenai aspek dalam dunia pendidikan terutama dalam pengembangan bahan ajar.
Menurut Hermawan (2012) Bahan ajar (learning materials) merupakan seperangkat materi atau substansi pelajaran yang disusun secara runtut dan sistematis serta menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dari pengertian tersebut kita dapat tahu bahwa bahan ajar dapat memungkinkan siswa dengan mudah mempelajari suatu kompetensi secara urut dan sistematis sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat secara terbimbing dan terpadu. Dikarenakan hal tersebut, maka bahan ajar sangat penting dibuat dan dikembangkan oleh seorang pendidik.
Pada buku pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI kurikulum 2013. Pada buku tersebut kompetensi siswanya yaitu 1) sikap spiritual, 2) sikap sosial, 3) pengetahuan, 4) keterampilan, ingin diwujudkan secara seimbang melalui kegiatan belajar.
Adapun acuan kompetensi inti yang ingin diwujudkan yaitu 1) menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, 2) Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dan solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia, 3) Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora, dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajin yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untum memecahkan masalah, 4) Mengolah, menalar, menyaji, dan menciptakan dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri serta tertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Pada bab 1 yang berjudul Teks Prosedur kompetensi dasar yang perlu diperhatikan adalah 3.1) Mengonstruksi informasi berupa. Pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur, 3.2) Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur, 3.7) Mengidentifikasi butir-butir penting dari satu buku, 4.1) Merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur dengan organisasi yang tepat secara lisan dan tulis, 4.2) Mengembangakan teks prosedur dengan memperhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan.
Materi inti pembelajaran pada Bab 1 yang terdapat pada buku tersebut antara lain 1) Mengonstruksi informsi dalam teks prosedur, 2) Merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan, 3) Struktur dan kebahasaan teks prosedur, 4) Menganalisi struktur dan kebahasaan teks prosedur, 5) Mengembangkan teks prosedur, 6) Melaporkan kegiatan membaca buku nonfiksi. Dibawah ini adalah contoh soal yang terdapat pada buku.
Tujuan pembelajaran dari materi tersebut adalah 1) Dengan membaca teks prosedur, siswa dapat memahami informasi dalam teks dengan baik, 2) Setelah memahami informasi dalam teks prosedur, siswa dapat menunjukkan pernyataan-pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur, 3) Dengan memahami isi teks peosedur, siswa dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur, 4) Dengan mencermati teks prosedur, siswa dapat memahami dan menyusun teks prosedur dengan baik.
Revisian
Pada kompetensi dasar (KD) sudah cukup baik, namun perlu ditulis lebih ringkas dan jelas agar peserta didik mudah dalam memahami dan mencapainya, tambahkan aspek keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Namun, hubungan antar KI 1 dan KI 2 masih lemah, hanya tersirat. Pada bagian tujuan pembelajaran masih umum, harus lebih spesifik dan tertata. Tambahkan keterampilan penggunaan teknologi. Sudah mendukung KD dan KI 3-4, tetapi belum mangaitkan sikap (KI 1 dan 2), masih terbatas pada aspek kognitif, kurang ke arah kolaborasi, komunikasi, dan kreatifitas. Dalam materi inti pembelajaran masih berupa poin-poin umum. Perlu menambahkan variasi sumber belajar dan contoh yang konkret, sudah mendukung tujuan pembelajaran tetapi, kurang variasi media dan sumber belajar (hanya buku teks). Perlu menggunakan teknologi digital atau mempraktikkan secara langsung materi pembelajaran secara kelompok. Selain itu penting aktivitas kreatif untuk menguatkan KI 4 (menyaji dan mencipta). Kemudian merode dan media pembelajaran masih bersifat satu arah yaitu, antara guru dan siswa. Perlu menambahakan metode yang interaktif dan media variatif, seperti diskusi kelompok, project-based learning. Dengan menggunakan media digital yaitu video tutorial dari YouTube misalnya cara membuat makanan/minuman, infografis (poster langkah-langkah), dan aplikasi presentasi (canva, power point).
Hasil revisi Kompetensi Inti (KI) yaitu:
KI 1 dikaitkan dengan sikap syukur, disiplin, dan ibadah (melalui contoh teks positif)
KI 2 diperkuat lewat kerja kelompok, komunikasi, sikap jujur, dan peduli
KI 3 dipenuhi dengan analisis struktur dan kebahasaan teks
KI 4 Dipenuhi lewat penyusunan teks prosedur kreatif (poster/video)
Hasil revisi Kompetensi Dasar (KD) yaitu:
-
- Mengonstruksi informasi berupa pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur
- Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur dengan tepat
- Menyusun teks prosedur secara lisan maulun tulisan dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan.
- Mengomunikasikan hasil analisi teks prosedur secara kreatif menggunakan media digital atau non-digital.
Hasil revisi materi inti pembelajaran yaitu:
Pengertian teks prosedur dan fungsinya
Struktur teks prosedur (judul, tujuan, alat/bahan, langkah-langkah, penutup)
Ciri kebahasaan (kata kerja imperatif, konjungsi kronologis, kata bilangan, keterangan cara/waktu)
Contoh teks prosedur dari berbagai sumber; resep makanan, petunjuk penggunaan alat, cara membuat kerajinan, tutorial digital
Analisis teks prosedur dari media cetak dan digital
Latihan menyusun teks prosedur secara individu dan kelompok
Hasil revisi tujuan pembelajaran yaitu
Menjelaskan informasi dalam teks prosedur dengan benar melalui diskusi kelompok
Menyusun pernyataan umum dan tahapan-tahapan teks prosedur sesuai dengan kaidah kebahasaan
Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur dari berbagai sumber (buku, artikel, atau video)
– Menyajikan teks prosedur dalam bentuk lisan, tulisan, atau media digital (poster, video, tutorial singkat, infografis)
Kesimpulan
Pengembangan bahan ajar merupkan aspek penting dalam dunia pendidikan karena berperan langsung dalam keberhasilan proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Bahan ajar yang baik harus disusun secara runtut, sistematis, serta mendukung penguasaan kompetensi siswa secara menyeluruh. Berdasarkan analisi terhadap buku pendamping Bahasa Indonesia kelas XI Kurikulum 2013, dapat disimpulkan bahwa adanya penyempurnaan pada beberapa komponen, terutama dalam keterpaduan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), serta penyusunan tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad-12 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital.
Hasil revisi menunjukkan perbaikan yang lebih terarah, dimana KI dan KD saling berhubungan dan mendukung pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa secara seimbang. Materi inti juga diperluas dengan contoh konkret dan dan sumber belajar variatif dari media digital maupun non-digital. Selain itu, metode pembelajaran yang di revisi menekankan pada keaktifan, siswa melalui diskusi, kerja kelompok, dan penggunaan media interaktif seperti video, poster, dan infografis. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta didik menjadi lebih kreatif, komunikatif, dan sikap menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.