Home » Esai dan Opini » Meningkatkan Pemahaman Dan Kemampuan Literasi

Meningkatkan Pemahaman Dan Kemampuan Literasi

admin 03 Nov 2025 107

By: Ledi Yuliana Butar Butar. Kemampuan Literasi adalah keterampilan  yang mendasar dan juga harus dimiliki setiap individu agar kita dapat beradaptasi dengan zaman yang semakin berkembang pesat ini Literasi juga tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis,memahami,dan menilai,serta menggunakan informasi secara tepat dan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Di era modern yang penuh dengan arus informasi seperti sekarang, kemampuan literasi menjadi sangat penting dikarenakan masyarakat dituntut untuk memilah dan memahami berbagai bentuk informasi yang tersebar diberbagai media maupun digital. Literasi modern juga melibatkan pemahaman kritis terhadap berbagai bentuk media, kemampuan untuk menganalisis informasi dari berbagai sumber, serta keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai platform.

Contoh: Sekarang banyak Berita atau informasi yang belom tentu benar(HOAKS) sudah disebar luaskan sehingga terjadi kesalah pahaman dan memicu keributan antar individu dengan individu lainnya, dikarenakan kurangnya literasi dalam masalah tersebut, dan sebelum menyebarkan berita atau informasi yang belum tentu benar dibaca atau dicari dahulu konflik-konflik apa mengakibat masalah itu terjadi.

Pemahaman literasi perlu dikembangkan sejak usia dini. Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kemampuan literasi peserta didik. Guru sebagai pendidik berperan besar dalam menanamkan kebiasaan membaca dan menulis melalui kegiatan yang menarik dan bermakna. Misalnya, guru dapat mengajak siswa membaca bersama, menganalisis isi bacaan, atau menulis tanggapan terhadap teks yang telah dibaca. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenal huruf dan kata, tetapi juga memahami makna dan pesan dari bacaan tersebut. Proses ini melatih kemampuan berpikir kritis dan logis serta menumbuhkan rasa ingin tahu yang  tinggi pada peserta didik.

Selain lingkungan sekolah, keluarga juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kemampuan literasi anak. Orang tua dapat menumbuhkan minat baca sejak dini dengan membacakan cerita seperti dongeng dan menyediakan bahan bacaan yang menarik, serta mengajak anak berdiskusi mengenai isi buku yang dibaca. Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang gemar membaca akan memiliki semangat belajar tinggi, kemampuan memahami informasi yang lebih baik, dan pandangan yang luas terhadap dunia. Dengan demikian, rumah dapat disebut sebagai tempat pertama untuk menumbuhkan budaya literasi.

Di era digital seperti saat ini, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca buku cetak. Literasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Literasi digital berarti kemampuan untuk mencari, memahami, menilai, serta menggunakan informasi dari internet secara bijak dan bertanggung jawab. Banyaknya informasi yang beredar di media sosial menuntut masyarakat untuk lebih kritis dalam membedakan antara fakta dan opini, serta mampu menghindari penyebaran berita yang belum tentu benar atau palsu . Selain itu, literasi digital juga mencakup kemampuan dalam menggunakan teknologi secara etis, produktif, dan positif.

Pemerintah dan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan literasi. Program-program seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS), taman bacaan masyarakat, dan pengembangan perpustakaan digital juga merupakan contoh nyata yang dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas. Selain itu, kegiatan seperti lomba membaca puisi, menulis cerita pendek, dan bedah buku juga menjadi upaya menarik untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan pelajar dan masyarakat luas.

Upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan literasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, baik keluarga, sekolah, masyarakat, maupun pemerintah. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan untuk memahami dunia, berpikir kritis, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan meningkatnya kemampuan literasi, masyarakat akan menjadi lebih cerdas, terbuka terhadap perubahan, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita  membangun budaya literasi mulai dari hal kecil seperti membaca setiap hari, berdiskusi, dan menulis gagasan secara rutin. Dengan langkah sederhana tersebut, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berpengetahuan luas, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …