
Pengaruh Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Kualitas Anak Pendalaman
By: Harnisa Zaskia Ilmi. Seperti yang tertera di UU NO. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran, dan latihan agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan mencapai kedewasaan. Definisi ini menegaskan bahwa pendidikan adalah hak fundamental dan sebuah investasi masa depan. Namun, realitas yang dihadapi oleh anak-anak di daerah pedalaman seringkali berbanding terbalik dengan cita-cita luhur undang-undang tersebut.
Anak-anak di pedalaman menghadapi kesulitan yang berlapis untuk mendapat kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Jangankan fasilitas modern, mereka bahkan kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih, dan pendidikan yang mereka terima sangat terbatas. Keterbatasan ini membuat mereka sulit mengikuti perkembangan zaman; banyak di antara mereka bahkan tidak mengenal alat komunikasi modern seperti telepon genggam, menciptakan jurang digital yang signifikan.
Hal pokok ini menjadi sorotan utama: betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang layak dan mengenyam bangku sekolah. Kesulitan menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah krusial. Anak-anak harus mengarungi sungai dengan perahu seadanya atau meniti jembatan yang rapuh. Mereka juga harus berjalan kaki hingga berpuluh-puluh kilometer, bahkan seringkali tanpa alas kaki yang memadai, mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari. Ini bukan semata-mata kemalasan, namun hambatan geografis dan infrastruktur yang nyata.
Masalah ini diperparah dengan kekurangan tenaga pengajar yang berkualitas dan berkomitmen. Sulitnya mencari guru yang mau mengajar dan bertahan lama di daerah terpencil menjadi disayangkan, padahal kualitas seseorang diukur melalui seberapa jauh pendidikan yang dicapai. Kualitas lulusan Sekolah Dasar (SD) tentu berbeda secara signifikan dengan kualitas sarjana dalam hal keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan peluang karir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangat memengaruhi kualitas seorang anak pedalaman. Pendidikan adalah katalis utama untuk memutus rantai kemiskinan dan keterbelakangan di wilayah ini.
Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat
Keterlibatan orang tua dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, di daerah pedalaman, kesadaran akan pentingnya pendidikan masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh kuatnya faktor ekonomi, di mana anak-anak seringkali lebih diutamakan untuk membantu orang tua mencari nafkah sejak usia dini, serta tradisi lokal yang kurang mendukung sekolah formal. Pendidikan formal sering dianggap sebagai sesuatu yang mahal dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, diperlukan program penyuluhan yang bersifat adaptif dan menghargai nilai-nilai lokal.
Kebijakan Pemerintah
Pemerintah memiliki peran sentral dan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedalaman melalui kebijakan yang mendukung. Kebijakan ini harus mencakup peningkatan infrastruktur sekolah, pembangunan fasilitas yang layak, serta program pelatihan dan insentif yang menarik bagi guru agar bersedia mengabdi. Dukungan dana yang memadai, pengawasan yang berkelanjutan, dan transparansi sangat krusial agar setiap program bantuan, seperti beasiswa atau dana BOS, tepat sasaran dan tidak terdistribusi secara tidak merata. Pemerintah perlu menciptakan sistem “Guru Garis Depan” yang efektif dan memberikan kompensasi yang setara dengan tantangan yang mereka hadapi.
Dampak dari Keterbatasan Akses Pendidikan
Dampak dari keterbatasan ini sangat nyata dan memiliki efek domino yang merugikan:
Rendahnya Prestasi Akademik: Anak-anak di daerah pedalaman seringkali memiliki prestasi akademik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak di daerah perkotaan. Kurikulum yang disusun secara nasional seringkali tidak relevan dengan konteks sosial dan lingkungan lokal mereka. Minimnya fasilitas belajar, seperti buku, perpustakaan, dan laboratorium, menjadi pemicu utama kegagalan mereka bersaing.
Kurangnya Kesadaran akan Pentingnya Pendidikan: Banyak anak dan orang tua di daerah pedalaman yang tidak menyadari secara mendalam pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup. Pola pikir yang menganggap bahwa hidup akan selalu bergantung pada sektor pertanian atau sumber daya alam tradisional sulit diubah tanpa adanya intervensi sosial dan pendekatan persuasif dari pihak luar, seperti tokoh masyarakat, relawan, dan pemerintah daerah.
Keterbatasan Pilihan Karir: Keterbatasan akses pendidikan secara langsung menutup peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kompetitif, dan berkelanjutan. Akibatnya, mereka sering terjerumus kembali pada lingkaran kemiskinan dan hanya mampu mengakses pekerjaan sektor informal atau buruh tani dengan upah rendah. Pendidikan yang memadai adalah satu-satunya jalan keluar mereka menuju mobilitas sosial.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, tantangan pendidikan di daerah pedalaman adalah masalah kompleks yang melibatkan faktor geografis, infrastruktur, ketersediaan tenaga pengajar, kesadaran masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah. Pendidikan bukan hanya sekadar hak, melainkan fondasi utama untuk membentuk kualitas anak pedalaman agar mereka memiliki daya saing, pengetahuan, dan keterampilan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Tanpa intervensi yang serius dan terintegrasi dari semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta—anak-anak di pedalaman akan terus terisolasi dari kemajuan, dan potensi sumber daya manusia mereka tidak akan pernah terwujudkan sepenuhnya.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.