Perubahan Pola Hidup Masyarakat Akibat Perkembangan Teknologi Dan Literasi Manusiaasdfg
By: Salsa Safitri, Dalam kehidupan modern saat ini, tidak dapat ditolak bahwa teknologi sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kegiatan dan aktivitas manusia. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi, teknologi ini selalu hadir menemani, Handphone, laptop, internet, dan media sosial kini bukan hanya alat bantu, tetapi sudah seperti kebutuhan pokok. Perkembangan teknologi yang begitu signifikan yang membawa banyak perubahan dalam cara pola hidup manusia.mulai dari cara berkomunikasi, bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Tetapi di balik semua kemudahan yang diberikan, perubahan ini juga mempunyai dampak yang sangat besar terhadap pola pikir, perilaku, dan kemampuan literasi manusia di zaman sekarang.
Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, cara masyarakat berinteraksi memang sudah jauh berbeda. Dulu orang lebih sering bertemu langsung, ngobrol di warung, atau sekadar main ke rumah tetangga. Sekarang, semua bisa dilakukan lewat ponsel. Mau ngobrol? Chat saja. Mau silaturahmi? Cukup video call. Memang lebih cepat dan praktis, tapi perlahan-lahan kedekatan emosional mulai berkurang. Banyak keluarga yang tinggal serumah tapi jarang ngobrol, karena masing-masing sibuk dengan HP. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tapi juga mempengaruhi hubungan sosial yang dulunya lebih akrab dan lebih hangat.
Selain itu, perkembangan teknologi juga berpengaruh besar terhadap tingkat literasi masyarakat. Di era digital seperti sekarang ini, informasi bisa diakses di mana pun dan kapan pun. Hanya dengan mengetik satu kata di mesin pencarian, berbagai berita langsung muncul. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut bisa dipercaya. Banyak orang yang belum terbiasa memilih mana informasi yang benar dan mana yang hoaks. Akibatnya, munculnya kesalahpahaman, saling tuduh, bahkan perdebatan yang tidak perlu di media sosial. Hal seperti ini memperlihatkan pentingnya literasi digital kemampuan untuk berpikir kritis dan tidak mudah termakan informasi hoaks dari internet.
Teknologi ini juga membawa perubahan besar terhadap gaya hidup masyarakat. Dulu, orang-orang banyak beraktivitas di luar rumah, berinteraksi dengan tetangga, dan ikut kegiatan sosial. Sekarang, hampir semua bisa dilakukan secara online, contonya belanja, kerja, belajar, bahkan olahraga pun bisa lewat aplikasi. Memang terasa lebih muda, tapi juga membuat orang semakin jarang berinteraksi secara langsung. Banyak yang lebih nyaman hidup di dunia sosial media, tapi justru merasa canggung ketika harus bersosialisasi di dunia nyata. Hal ini jadi tantangan besar, terutama bagi generasi muda yang seharusnya membawa perubahan sosial.
Kalau kita kaitkan dengan mata kuliah Sosiologi dan Literasi Manusia, perubahan ini sangat menarik untuk dibahas. Sosiologi membahas tentang perilaku dan hubungan sosial di masyarakat, sementara literasi manusia menekankan kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan informasi secara bijak. Kedua hal ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Seseorang yang punya literasi rendah akan lebih mudah terbawa arus informasi, bahkan bisa kehilangan kemampuan berpikir kritis. Sedangkan orang yang memiliki literasi dan sosial biasanya lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan lebih peka terhadap perubahan di lingkungannya.
Perubahan yang terjadi akibat teknologi juga mempengaruhi nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Dulu, sopan santun, rasa hormat, dan gotong royong, hal ini sangat dijunjung tinggi. Sekarang, nilai-nilai itu mulai tergeser. Banyak yang merasa bebas berkomentar di media sosial tanpa memikirkan perasaan orang lain. Budaya menghargai perlahan digantikan oleh budaya saling menjatuhkan. Padahal, kebebasan berpendapat bukan berarti bebas melukai hati orang lain. Di sinilah pentingnya literasi sosial dan emosional agar masyarakat bisa tetap menjaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun di dunia media sosial.
Namun, tentu tidak semua dampak teknologi itu bersifat negatif. Banyak juga sisi positifnya. Teknologi mempermudah akses terhadap pendidikan dan informasi. Siapa pun bisa belajar apa saja dan dimana saja dari internet, tanpa batas ruang dan waktu. Banyak juga yang memanfaatkan teknologi untuk usaha, mengembangkan kreativitas, atau membangun jaringan sosial yang lebih luas. Literasi manusia pun kini berkembang menjadi berbagai bentuk seperti literasi digital, literasi media, dan literasi budaya. Hal ini menunjukkan bahwa jika digunakan dengan benar, teknologi bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kuncinya adalah bagaimana manusia bisa menggunakan teknologi dengan bijak. Teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pusat kehidupan. Banyak orang yang terlalu fokus dengan dunia maya sampai lupa menikmati kehidupan nyata. Padahal, keseimbangan antara keduanya penting. Literasi manusia bukan hanya soal kemampuan membaca atau menulis, tetapi juga soal memahami konteks sosial dan emosional. Misalnya, tahu kapan harus berhenti bermain ponsel, bagaimana berbicara sopan di media sosial, atau bagaimana menggunakan teknologi untuk hal yang lebih bermanfaat.
Bagi mahasiswa, hal ini sangat relevan. Mahasiswa adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi dan informasi. Hampir semua aktivitas kampus dilakukan secara digital, mulai dari belajar, mengerjakan tugas, hingga berkomunikasi dengan dosen. Karena hal itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi yang baik agar tidak mudah terjebak pada penggunaan teknologi yang tidak produktif. Mahasiswa seharusnya bisa menjadi contoh dalam memanfaatkan teknologi secara positif misalnya dengan membuat konten edukatif, mengikuti forum diskusi, atau membangun jejaring akademik. Dengan begitu, teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tapi juga untuk pengembangan diri dan pemanfaatan dalam hal Pendidikan.
Perubahan teknologi ini juga ikut memengaruhi pola pikir masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan. Misalnya, semangat gotong royong yang dulu sangat kuat kini mulai berkurang. Banyak yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan cenderung individualis. Padahal, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial adalah ciri khas masyarakat Indonesia. Perubahan ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, kita tidak boleh kehilangan identitas dan nilai kemanusiaan. Literasi manusia di sini berperan penting untuk menjaga agar masyarakat tetap berpikir kritis, peduli terhadap sesama, dan tidak larut dalam arus digital yang serba instan.
Secara keseluruhan, perkembangan teknologi dan literasi manusia punya hubungan yang sangat erat. Teknologi membawa perubahan besar, tapi literasi menentukan bagaimana seseorang menyikapi perubahan itu. Jika masyarakat memiliki literasi yang baik, teknologi bisa menjadi jalan menuju kemajuan. Tapi jika literasinya rendah, teknologi justru bisa menimbulkan masalah baru. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus belajar, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindari, tapi manusia tetap punya kendali untuk menentukannya ke arah yang positif. Hidup di era digital bukan berarti harus kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Justru, di tengah derasnya arus informasi, manusia perlu semakin bijak dan beretika. Masyarakat yang benar-benar maju bukan hanya yang mengikuti perkembangan zaman, tapi yang mampu menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dengan kearifan sosial. Dengan begitu, teknologi tidak akan menjauhkan manusia dari kemanusiaannya, tetapi justru mendekatkan kita pada kehidupan yang lebih bermakna dan saling menghargai.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.