Home » Esai dan Opini » Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Digital

Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Digital

admin 03 Nov 2025 200

By: Santi Apriani. Belajar bahasa Indonesia harus tetap penting di zaman digital sekarang. Cara belajar harus cocok dengan anak muda yang suka teknologi. Dulu belajar bahasa pakai buku dan hafalan, sekarang ada aplikasi di ponsel yang bisa membantu latihan. Banyak anak yang sudah punya internet, jadi belajar online bisa lebih seru dan interaktif. Tapi, jika tidak menggunakan strategi yang tepat, anak bisa lebih menyukai main TikTok atau game daripada belajar bahasa Indonesia.

Secara esensial, strategi pembelajaran ini melibatkan pemanfaatan platform digital seperti aplikasi mobile (misalnya, Duolingo atau Ruangguru yang disesuaikan untuk Bahasa Indonesia), video pembelajaran berbasis multimedia, dan ruang virtual seperti Zoom atau Google Classroom. Tujuannya adalah menguasai keterampilan berbahasa meliputi mendengar, berbicara, membaca, dan menulis melalui metode blended learning, yang menggabungkan elemen tatap muka dengan konten online. Misalnya, gamifikasi dapat diterapkan untuk membuat latihan tata bahasa lebih menarik, di mana siswa “bermain” sambil mempelajari ejaan dan struktur kalimat melalui elemen kompetitif seperti poin dan level.

Di sekolah, guru bisa masukin ini ke kurikulum, seperti tugas bikin vlog review buku sastra Indonesia. Penelitian dari Universitas Indonesia tahun 2022 bilang, siswa yang belajar lewat medsos bisa naik kompetensinya sampai 30%, karena mereka kena bahasa asli dari native speaker atau influencer. Tapi, hati-hati ya, harus awasi kontennya supaya nggak kebawa bahasa gaul campur aduk yang bikin bahasa kita jadi kacau.

Gamification dan virtual reality (VR) adalah strategi canggih yang lagi menantang. Di era digital, belajar nggak harus monoton. Platform seperti Kahoot atau Quizizz dipakai bisa untuk kuis Bahasa Indonesia yang kompetitif, di mana kelas dibagi tim dan bersaing secara online. Ini bikin siswa bersemangat, apalagi kalau hadiahnya poin ekstra atau sertifikat digital. Lebih canggih lagi, VR bisa simulasi kunjungan ke museum sastra, seperti melihat proses penulisan novel Sitti Nurbaya secara virtual. Di beberapa sekolah internasional di Jakarta, sudah ada pilot project ini, dan hasilnya siswa lebih mudah mengingat sejarah sastra karena pengalaman imersif. Untuk anggaran terbatas, strategi sederhana seperti podcast dipakai bisa. Siswa merekam diskusi tentang pantun atau cerita rakyat melalui Spotify for Podcasters, lalu berbagi ke kelas. Ini melatih kemampuan berbicara dan mendengar, dua keterampilan krusial di era digital di mana komunikasi sering virtual.

Tapi, tidak semuanya mulus. Ada tantangan besar dalam strategi ini, seperti gambaran digital. Di daerah pedesaan, akses internet masih sulit, jadi strateginya harus inklusif. Pemerintah bisa mendorong program seperti Merdeka Belajar yang menyediakan hotspot gratis atau perangkat murah. Tantangan lain adalah gangguan; siswa mudah mengumpulkan game atau medsos lain saat belajar online. Solusinya, guru harus desain modul yang singkat dan menarik, plus ajarkan literasi digital supaya siswa bisa bedain konten edukatif dan hiburan. Juga, jangan lupakan aspek budaya strategi digital harus memperkuat identitas Indonesia, bukan malah membuat siswa lebih menyukai bahasa Inggris. Misalnya, integrasikan konten lokal seperti lagu-lagu daerah atau film Indonesia ke dalam aplikasi belajar.

Di tingkat yang lebih tinggi, strategi pembelajaran dapat melibatkan AI dan data besar. AI seperti ChatGPT versi lokal (kalau ada) bisa membantu koreksi tulisan siswa secara instan, terima kasih feedback tentang struktur kalimat atau pilihan kata. Ini revolusioner karena guru tidak bisa mengoreksi ratusan esai manual. Universitas seperti UI telah bereksperimen dengan tools ini untuk mata kuliah Bahasa Indonesia, dan hasilnya efisiensi waktu meningkat drastis. Tapi, etika penting: AI jangan ganti guru, tapi bantu. Strategi hybrid gabung online dan offline juga ideal, seperti kelas tatap muka diskusi materi yang dipelajari melalui aplikasi sebelumnya.

Secara keseluruhan, strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital harus adaptif, inovatif, dan berorientasi pada siswa. Dari aplikasi interaktif, media sosial kolaboratif, gamifikasi, sampai AI, semua bisa membuat bahasa kita hidup dan relevan. Tantangan seperti akses dan gangguan dapat diatasi dengan kebijakan pemerintah dan kreativitas guru. Bayangkan masa depan di mana anak-anak kita lancar berbahasa Indonesia sambil menggulir feed, menulis tweet puitis, atau membuat konten YouTube tentang budaya kita. Itu bukan mimpi lagi, asal kita mulai sekarang.

Pada intinya, strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital merupakan jembatan antara warisan budaya linguistik dan kemajuan teknologi, yang bertujuan membentuk warga negara yang kompeten dalam bahasa Inggris dan digital. Dengan demikian, ia bukan hanya metode pengajaran, melainkan investasi jangka panjang untuk keinginan pendidikan nasional di tengah-tengah gangguan global.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …