Home » Esai dan Opini » TELAAH BUKU TEKS DIGITAL VS. CETAK: MANA YANG LEBIH EFEKTIF?

TELAAH BUKU TEKS DIGITAL VS. CETAK: MANA YANG LEBIH EFEKTIF?

admin 04 Apr 2025 459

By: Mahyul Syahputra Nst, Sahmadi Harahap

Dalam era digital saat ini, perdebatan mengenai efektivitas buku teks digital dibandingkan dengan buku teks cetak semakin berkembang. Baik buku digital maupun cetak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang membuat keduanya tetap relevan dalam dunia pendidikan. Artikel ini akan menelaah kedua jenis buku teks dari berbagai aspek, seperti keterjangkauan, kemudahan akses, efektivitas pembelajaran, serta dampaknya terhadap kesehatan.

1.  Kemudahan Akses dan Portabilitas

 Buku teks digital menawarkan kemudahan akses yang luar biasa. Dengan satu perangkat, seperti tablet atau laptop, siswa dapat membawa ratusan bahkan ribuan buku ke mana saja tanpa harus menambah beban fisik. Selain itu, buku digital sering kali lebih mudah diperbarui, memungkinkan akses ke informasi terbaru tanpa perlu mencetak edisi baru.

Di sisi lain, buku cetak masih menjadi pilihan utama bagi sebagian siswa karena tidak bergantung pada daya baterai atau koneksi internet. Buku cetak juga tidak mengalami gangguan teknis seperti aplikasi yang tidak responsif atau perangkat yang rusak.

2.  Efektivitas dalam Pembelajaran

 Penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa merasa lebih fokus saat membaca dari buku cetak dibandingkan dengan layar digital. Kertas memungkinkan pembaca untuk lebih memahami dan mengingat informasi karena tidak adanya gangguan seperti notifikasi atau tautan eksternal.

Namun, buku digital memiliki fitur tambahan seperti pencarian kata kunci, anotasi digital, serta multimedia interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang

kompleks. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih cepat menemukan informasi dalam buku digital dibandingkan dengan buku cetak.

3.  Dampak terhadap Kesehatan

 Salah satu kekhawatiran terbesar terhadap buku digital adalah dampaknya terhadap kesehatan mata. Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, dan gangguan tidur akibat paparan cahaya biru. Sementara itu, membaca dari kertas tidak memiliki dampak negatif yang sama terhadap kesehatan mata.

Selain itu, postur tubuh saat membaca juga menjadi perhatian. Membaca dari perangkat digital sering kali menyebabkan postur tubuh yang kurang ideal, seperti menunduk dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan masalah pada leher dan punggung.

4.  Aspek Ekonomi dan Lingkungan

 Dari sisi biaya, buku digital umumnya lebih murah dibandingkan dengan buku cetak, terutama dalam jangka panjang. Buku cetak memerlukan biaya produksi dan distribusi yang lebih tinggi, sementara buku digital dapat diunduh dengan harga lebih murah atau bahkan gratis melalui platform tertentu.

Namun, dari perspektif lingkungan, kedua format memiliki dampak masing-masing. Produksi kertas untuk buku cetak berkontribusi pada penebangan pohon, tetapi perangkat elektronik yang digunakan untuk membaca buku digital juga menghasilkan limbah elektronik yang sulit didaur ulang.

Kesimpulan

 Baik buku teks digital maupun cetak memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Jika fokus utama adalah kemudahan akses dan fitur interaktif, buku digital bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, jika tujuan utamanya adalah kenyamanan membaca, daya ingat yang lebih baik, serta kesehatan mata, buku cetak tetap menjadi pilihan yang unggul.

Pada akhirnya, pendekatan yang paling efektif mungkin bukan memilih salah satu secara eksklusif, melainkan mengombinasikan keduanya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masing-masing individu.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …