STRATEGI UNTUK MEMPERTAHANKAN BAHASA DAERAH DI DESA MAHATO
- account_circle admin
- calendar_month 1/04/2025
- visibility 297
- comment 0 komentar
- label Esai dan Opini
By: Ningsih Maya Sari
Bahasa daerah adalah bagian intrinsik dari kebudayaan abadi dan unik ,bahasa ini seharusnya tercermin dalam idiosinkrasi dan pengetahuan ideal sekelompok orang dalam interaksi sosial. Di desa Mahato, Riau. Bahasa daerah menjadi salah satu turun temurun yang harus dijaga. Sayangnya, sekarang dengan kemajuan teknologi dan keadaan globalisasi, desa-desa maupun lingkungan benar-benar mempresentasikan bahasa daerah yang menghilang. Ini karena anak-anak muda yang terus-menurus diajarkan bahasa Indonesia dan ikatan-ikatan publik teror, bersama dengan aplikasi digital, tidak begitu mengambil minat terhadap bahasa ini atau malah lupakan bahasa ini. Karena itu, semua pihak pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan harus berusaha keras untuk mencari cara terbaik untuk mencegah bahasa daerah dari pelestarian yang efektif bahkan, bukan hanya tentang komunikasi, sebaiknya itu membawa nilai sendiri. Untuk alasan ini, strategi tidak hanya bergantung pada pengajaran bahasa di sekolah ,sebaliknya bahasa Indonesia adalah bagian dari hidup sehari-hari dan kebudayaan lokal.
Strategi mempertahankan bahasa daerah di desa Mahato , bahasa daerah merupakan salah satu aspek budaya warisan yang dapat merefleksikan identitas dan kearifan lokal suatu komunitas. Namun, mempertahankan bahasa daerah di desa Mahato menjadi suatu tantangan di era globalisasi ini, terlebih di mana bahasa nasional maupun asing semakin mendominasi. Tetapi, tidak ada yang mustahil jika dilakukan secara bersama-sama, berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan agar bahasa daerah tetap eksis dan terjaga hingga masa mendatang.
Pertama, mengintegrasikan bahasa daerah dalam pendidikan informal dan formal, diantaranya dengan membuka kelas bahasa daerah di sekolah formal atau sanggar belajar di tingkat komunitas. Pendidikan seperti ini bisa memberi ruang bagi anak-anak dan remaja unutk mengenal, memaknai, dan menggunakan bahasa ibu mereka dengan aktif.
Kedua, membuat kembali tradisi lisan seperti pantun, syair, cerita rakyat, dan lain sebagainya yang menggunakan bahasa daerah, serta menyelenggarakan festival budaya, perlombaan, atau acara adat yang diadakan tiap tahunnya. Hal ini bisa menjadi penghibur dan sarana yang efektif untuk mengenalkan kekayaan bahasa daerah yang bersifat fun.
Ketiga adalah dengan memanfaatkan media digital dan media sosial, yaitu dengan membuat konten menggunakan bahasa daerah seperti lagu atau film pendek dan bisa di unggah di Video,Tiktok,Youtobe,Facebook dan tulisan ringkas yang banyak disukai remaja dan generasi Z. Dengan cara ini, bahasa daerah tetap relevan dan bisa diakses kapan saja melalui merekalah usaha-usaha pelestarian ini akan hidup.
Keempat, yaitu dengan mengampanyekan penggunaan bahasa daerah dalam praktik sehari-hari, mulai dari lingkup keluarga misalnya mengajak anak-anak ber komunikasi dalam bahasa daerah.Ini sangat membantu kita untuk mempertahankan Bahasa daerah kita sendiri. Penggunaan bahasa daerah dalam upacara keagamaan, musyawarah desa, dan aktivitas lingkungan lainnya akan memberi sentakan kuat untuk melanjutkan pemakaian Bahasa.
Terakhir, mempertahankan Bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab individu tetapi merupakan kewajiban kita bersama untuk menjaga dan mempertahankan Bahasa daerah agar terus terjaga untuk generasi mendatang .Dengan melibatkan sesepuh dan sejumlah tokoh adat dalam upaya pelestarian bahasa daerah. para sesepuh dan tokoh adat memiliki beberapa pengetahuan yang terkadang tidak dimilki pada generasi muda tentang makna kultural dan filosofis. Berbagai ragam masyarakat desa Mahato meminta mereka untuk menjadi mentor, pembicara dalam acara-acara forum lingkungan bisa menjadi penyemangat bagi generasi muda tentang asal usul dan makna di balik bahasa daerah. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam usaha pelestarian bahasa daerah di Desa Mahato akan berpengalaman dan mempertahankan eksistensi. Sehingga, dari sinilah bahwa orang akan terbiasa untuk menggunakan bahasa daerah. maka keseluruhan desa Mahato merupakan sebuah contoh bagaimana komunitas lokal dapat menciptakan identitas warisan yang tetap relevan. Secara keseluruhan mempertahankan suatu bahasa daerah dapat menjadi jalan untuk mengaktualisasikan diri sebagai sebuah ekspresi gerak budaya dalam masyarakat upanda heritage asosiate Badahsa, tetapi juga sebagai tindak lanjut dari keberagaman budaya Indonesia.

Saat ini belum ada komentar