Home » Esai dan Opini » TINDAK TUTUR DALAM KESANTUNAN SISWA DAN GURU DI KELAS

TINDAK TUTUR DALAM KESANTUNAN SISWA DAN GURU DI KELAS

admin 01 Apr 2025 314

By : Aullia Aznah, Sekar Aprilia

             Tindak tutur di kelas itu pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. Komunikasi siswa dan guru merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran. Dalam interaksi di kelas guru dan siswa sering menggunakan berbagai bentuk tindak tutur, seperti member perintah, dan menyampaikan informasi. Tindak tutur mencerminkan bagaimana seseorang menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Namun, jika tindak tutur yang di gunakan tidak memperhatikan aspek kesantunan, maka komunikasi dapat terganggu. Misalnya, perintah yang disampaikan dengan nada tinggi atau tanpa kesopanan bisa membuat siswa merasa kurang nyaman dan begitu juga sebaliknya , siswa yang berbicara menggunakan nada yang tinggi dan kasar kepada guru akan menimbulkan ketegangan dan kurang nyaman di dalam kelas.

Oleh karena itu, penting bagi guru dan siswa untuk memahami dan menerapkan kesantunan dalam tindak tutur selama proses pembelajaran berlangsung. Kesantunan dalam tindak tutur bukan hanya sekadar penggunaan kata-kata yang sopan, tetapi juga mencakup intonasi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi yang baik. Guru, sebagai figur yang menjadi panutan di kelas, sebaiknya memberikan instruksi dengan nada yang ramah namun tetap tegas, sehingga siswa merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mengikuti arahan yang diberikan. Sebagai contoh, dibandingkan dengan perintah yang kaku seperti “Cepat kerjakan tugas sekarang!”, guru bisa menggunakan ungkapan yang lebih santun seperti “Silakan kerjakan tugasnya sekarang, jika ada yang kurang jelas bisa bertanya ya.” Ungkapan ini tetap menyampaikan instruksi tetapi dengan cara yang lebih menghargai siswa.

Sebaliknya, siswa juga diharapkan untuk berbicara dengan sopan kepada guru sebagai bentuk penghormatan. Nada bicara yang lembut, pilihan kata yang santun, dan sikap yang menghargai akan menciptakan lingkungan kelas yang lebih harmonis. Jika seorang siswa berbicara dengan nada tinggi atau menggunakan bahasa yang kurang sopan, hal ini tidak hanya dapat menimbulkan ketegangan antara siswa dan guru tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi siswa lain dalam kelas. Misalnya, ketika seorang siswa menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap suatu penjelasan guru, ia bisa mengungkapkannya dengan cara yang lebih santun, seperti “Maaf, Bu/Guru, saya masih kurang paham dengan bagian ini. Bisa dijelaskan lagi?” dibandingkan dengan ucapan yang terkesan kasar seperti “Saya tidak setuju, ini tidak masuk akal!” Kesantunan dalam berbicara tidak hanya menunjukkan sikap hormat, tetapi juga membantu menciptakan komunikasi yang lebih efektif tanpa adanya konflik.

Selain itu, kesantunan dalam tindak tutur juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan komunikasi yang baik dan saling menghormati, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berpartisipasi dalam diskusi, bertanya, maupun menyampaikan pendapat mereka. Sebaliknya, jika komunikasi diwarnai dengan nada kasar atau kurang menghargai, siswa mungkin akan merasa enggan untuk berinteraksi, yang pada akhirnya dapat menghambat proses pemahaman materi. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa perlu menyadari pentingnya kesantunan dalam tindak tutur sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif.

            Guru biasanya menggunakan tindak tutur yang bersifat mengajar, memberi intruksi dan membimbing siswa dalam memahami materi. Cara bicara guru bisa tegas tetapi juga harus tetap santun agar siswa merasa dihargai dan nyaman dalam belajar. Selain itu siswa juga harus menunjukkan kesantunannya dalam berbicara mereka dengan menggunakan bahasa yang sopan, nada bicara yang menghormati guru dan menggunakan kata yang sesuai jika ingin bertanya dan menjawab pertanyaan guru. Kesantunan dalam tindak tutur sangat penting dalam menciptakan lingkungan kelas yang nyaman, dimana siswa akan merasa lebih bebas untuk berbicara tanpa takut dimarahi , dan guru juga bisa mengajar dengan lebih efektif tanpa harus menghadapi sikap tidak sopan dari siswa.

Selain menciptakan suasana kelas yang nyaman, tindak tutur yang sopan juga membantu membangun hubungan yang lebih baik antara siswa dan guru. Ketika siswa berbicara dengan sopan, guru akan lebih menghargai pendapat mereka dan lebih terbuka dalam memberikan penjelasan, begitu juga sebaliknya jika guru menggunakan menggunakan bahasa yang ramah tetapi tetap berwibawa siswa akan lebih mersa nyaman dalam berinteraksi dan tidak merasa takut dan canggung untuk bertanya ataupun berdiskusi. Oleh karena itu, memahami bagaimana tindak tutur dalam kesantunan terjadi di kelas menjadi hal yang penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif.

Jadi kesimpulannya adalah Kesantunan dalam tindak tutur berperan penting dalam pembentukan karakter siswa, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta membangun sikap saling menghormati dan empati. Dengan berbicara sopan kepada guru dan teman, siswa akan terbiasa menerapkan kesantunan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak harus selalu menggunakan bahasa formal, yang terpenting adalah tetap menjaga ucapan dan juga memiliki rasa hormat. Kesantunan berbahasa juga membantu siswa dalam berkomunikasi dengan baik tanpa menyinggung orang lain, yang akan bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka di masa depan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …