- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

TINDAK TUTUR DALAM KESANTUNAN SISWA DAN GURU DI KELAS
By : Aullia Aznah, Sekar Aprilia
Tindak tutur di kelas itu pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa selama proses pembelajaran. Komunikasi siswa dan guru merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran. Dalam interaksi di kelas guru dan siswa sering menggunakan berbagai bentuk tindak tutur, seperti member perintah, dan menyampaikan informasi. Tindak tutur mencerminkan bagaimana seseorang menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Namun, jika tindak tutur yang di gunakan tidak memperhatikan aspek kesantunan, maka komunikasi dapat terganggu. Misalnya, perintah yang disampaikan dengan nada tinggi atau tanpa kesopanan bisa membuat siswa merasa kurang nyaman dan begitu juga sebaliknya , siswa yang berbicara menggunakan nada yang tinggi dan kasar kepada guru akan menimbulkan ketegangan dan kurang nyaman di dalam kelas.
Oleh karena itu, penting bagi guru dan siswa untuk memahami dan menerapkan kesantunan dalam tindak tutur selama proses pembelajaran berlangsung. Kesantunan dalam tindak tutur bukan hanya sekadar penggunaan kata-kata yang sopan, tetapi juga mencakup intonasi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi yang baik. Guru, sebagai figur yang menjadi panutan di kelas, sebaiknya memberikan instruksi dengan nada yang ramah namun tetap tegas, sehingga siswa merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mengikuti arahan yang diberikan. Sebagai contoh, dibandingkan dengan perintah yang kaku seperti “Cepat kerjakan tugas sekarang!”, guru bisa menggunakan ungkapan yang lebih santun seperti “Silakan kerjakan tugasnya sekarang, jika ada yang kurang jelas bisa bertanya ya.” Ungkapan ini tetap menyampaikan instruksi tetapi dengan cara yang lebih menghargai siswa.
Sebaliknya, siswa juga diharapkan untuk berbicara dengan sopan kepada guru sebagai bentuk penghormatan. Nada bicara yang lembut, pilihan kata yang santun, dan sikap yang menghargai akan menciptakan lingkungan kelas yang lebih harmonis. Jika seorang siswa berbicara dengan nada tinggi atau menggunakan bahasa yang kurang sopan, hal ini tidak hanya dapat menimbulkan ketegangan antara siswa dan guru tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi siswa lain dalam kelas. Misalnya, ketika seorang siswa menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap suatu penjelasan guru, ia bisa mengungkapkannya dengan cara yang lebih santun, seperti “Maaf, Bu/Guru, saya masih kurang paham dengan bagian ini. Bisa dijelaskan lagi?” dibandingkan dengan ucapan yang terkesan kasar seperti “Saya tidak setuju, ini tidak masuk akal!” Kesantunan dalam berbicara tidak hanya menunjukkan sikap hormat, tetapi juga membantu menciptakan komunikasi yang lebih efektif tanpa adanya konflik.
Selain itu, kesantunan dalam tindak tutur juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan komunikasi yang baik dan saling menghormati, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berpartisipasi dalam diskusi, bertanya, maupun menyampaikan pendapat mereka. Sebaliknya, jika komunikasi diwarnai dengan nada kasar atau kurang menghargai, siswa mungkin akan merasa enggan untuk berinteraksi, yang pada akhirnya dapat menghambat proses pemahaman materi. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa perlu menyadari pentingnya kesantunan dalam tindak tutur sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif.
Guru biasanya menggunakan tindak tutur yang bersifat mengajar, memberi intruksi dan membimbing siswa dalam memahami materi. Cara bicara guru bisa tegas tetapi juga harus tetap santun agar siswa merasa dihargai dan nyaman dalam belajar. Selain itu siswa juga harus menunjukkan kesantunannya dalam berbicara mereka dengan menggunakan bahasa yang sopan, nada bicara yang menghormati guru dan menggunakan kata yang sesuai jika ingin bertanya dan menjawab pertanyaan guru. Kesantunan dalam tindak tutur sangat penting dalam menciptakan lingkungan kelas yang nyaman, dimana siswa akan merasa lebih bebas untuk berbicara tanpa takut dimarahi , dan guru juga bisa mengajar dengan lebih efektif tanpa harus menghadapi sikap tidak sopan dari siswa.
Selain menciptakan suasana kelas yang nyaman, tindak tutur yang sopan juga membantu membangun hubungan yang lebih baik antara siswa dan guru. Ketika siswa berbicara dengan sopan, guru akan lebih menghargai pendapat mereka dan lebih terbuka dalam memberikan penjelasan, begitu juga sebaliknya jika guru menggunakan menggunakan bahasa yang ramah tetapi tetap berwibawa siswa akan lebih mersa nyaman dalam berinteraksi dan tidak merasa takut dan canggung untuk bertanya ataupun berdiskusi. Oleh karena itu, memahami bagaimana tindak tutur dalam kesantunan terjadi di kelas menjadi hal yang penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif.
Jadi kesimpulannya adalah Kesantunan dalam tindak tutur berperan penting dalam pembentukan karakter siswa, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta membangun sikap saling menghormati dan empati. Dengan berbicara sopan kepada guru dan teman, siswa akan terbiasa menerapkan kesantunan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak harus selalu menggunakan bahasa formal, yang terpenting adalah tetap menjaga ucapan dan juga memiliki rasa hormat. Kesantunan berbahasa juga membantu siswa dalam berkomunikasi dengan baik tanpa menyinggung orang lain, yang akan bermanfaat bagi kehidupan sosial mereka di masa depan.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.