Home » Esai dan Opini » PELESTARIAN BAHASA DAERAH DALAM UPAYA MENGOKOHKAN KEBUDAYAAN NASIONAL

PELESTARIAN BAHASA DAERAH DALAM UPAYA MENGOKOHKAN KEBUDAYAAN NASIONAL

admin 01 Apr 2025 326

By: Haura Nabillah

Bahasa merupakan bagian dari kearifan lokal setiap bangsa. Bahasa daerah merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita yang sangat patut dilestarikan. Kebahasaan merupakan pengejawantahan dari budaya lokal setiap suku bangsa di Indonesia. Bahasa daerah Sunda adalah salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang memiliki nilai historis dan budaya yab tinggi. Seiring berjalannya waktu dan era globalisasi yang semakin berkembang eksistensi bahasa Sunda pun terus bergeser kepunahannya. Dengan demikian maka pelestarian bahasa daerah Sunda wajib di lakukan untuk mengupankan kebudayaan nasional kita.

Bahasa Sunda bukan sekedar alat komunikasi masyarakat dan tempat hidupnya. Lebih dari itu bahasa Sunda sendiri merupakan suatu nilai luhur dari masyarakat Sunda. Bahasa Sunda mencerminkan nilai-nilai luhur adalah masyarakat Sunda dalam melakukan kehidupannya sehari-hari. Pada hakikatnya bahasa Sunda mempunyai karakter yang berbeda-beda dengan bahasa daerah lainnya. Bahasa Sunda lebih mementingkan tata krama, yang terungkap dalam konsep “someah hade ka semah”(ramah terhadap tamu), serta “silih asah, silih asih, silih asuh”(saling mengasah, mengasihi, dan membimbing). Kedua ungkapan ini menyampaikan pesan sosial budaya yang perlu untuk terus di pertahankan pada kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Namun secara faktual saat ini banyak kaum muda yang kurang familiar atau memahami bahasa Sunda. Berbagai bahasa asing, utamanya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, membuat bahasa Sunda semakin jarang digunakan dalam meningkatkan percakapan sehari-hari. Orang tua memilih lebih mengajarkan murid ke ankan-anaknya bahasa Indonesia yang membuat anak-anak jadi tidak mahir berbahasa Sunda. Jika terus dibiarkan, bukan hal yang mustahil bahasa Sunda akan punah dari jaman. Hal ini tentu tidak ingin terjadi bukan?

Untuk mengatasi hal ini maka berbagai macam perlu dilakukan. Pertama adalah melalui menggunakan bahasa Sunda perlu lebih gita calakkan sejak dini, baik pada keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Orang tua lebih intens berbicara dengan anaknya minimal di percakapan sehari-hari. Kedua di sekolah pembelajaran bahasa Sunda calakkan di ajarkan dengan cara yang bagus mulai dare dari lagu, permainan, media digital yang pas bagi remaja dan anak-anak. Serta ketiga pihak pengusaha dan masyarakat dalam kebudayaan perlu lebih aktif lagi dalam melakukan kegiatan resmi berupa semin dan lomba.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …