Beranda » Esai dan Opini » PELESTARIAN BAHASA DAERAH DALAM UPAYA MENGOKOHKAN KEBUDAYAAN NASIONAL

PELESTARIAN BAHASA DAERAH DALAM UPAYA MENGOKOHKAN KEBUDAYAAN NASIONAL

By: Haura Nabillah

Bahasa merupakan bagian dari kearifan lokal setiap bangsa. Bahasa daerah merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita yang sangat patut dilestarikan. Kebahasaan merupakan pengejawantahan dari budaya lokal setiap suku bangsa di Indonesia. Bahasa daerah Sunda adalah salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang memiliki nilai historis dan budaya yab tinggi. Seiring berjalannya waktu dan era globalisasi yang semakin berkembang eksistensi bahasa Sunda pun terus bergeser kepunahannya. Dengan demikian maka pelestarian bahasa daerah Sunda wajib di lakukan untuk mengupankan kebudayaan nasional kita.

Bahasa Sunda bukan sekedar alat komunikasi masyarakat dan tempat hidupnya. Lebih dari itu bahasa Sunda sendiri merupakan suatu nilai luhur dari masyarakat Sunda. Bahasa Sunda mencerminkan nilai-nilai luhur adalah masyarakat Sunda dalam melakukan kehidupannya sehari-hari. Pada hakikatnya bahasa Sunda mempunyai karakter yang berbeda-beda dengan bahasa daerah lainnya. Bahasa Sunda lebih mementingkan tata krama, yang terungkap dalam konsep “someah hade ka semah”(ramah terhadap tamu), serta “silih asah, silih asih, silih asuh”(saling mengasah, mengasihi, dan membimbing). Kedua ungkapan ini menyampaikan pesan sosial budaya yang perlu untuk terus di pertahankan pada kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Namun secara faktual saat ini banyak kaum muda yang kurang familiar atau memahami bahasa Sunda. Berbagai bahasa asing, utamanya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, membuat bahasa Sunda semakin jarang digunakan dalam meningkatkan percakapan sehari-hari. Orang tua memilih lebih mengajarkan murid ke ankan-anaknya bahasa Indonesia yang membuat anak-anak jadi tidak mahir berbahasa Sunda. Jika terus dibiarkan, bukan hal yang mustahil bahasa Sunda akan punah dari jaman. Hal ini tentu tidak ingin terjadi bukan?

Untuk mengatasi hal ini maka berbagai macam perlu dilakukan. Pertama adalah melalui menggunakan bahasa Sunda perlu lebih gita calakkan sejak dini, baik pada keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar. Orang tua lebih intens berbicara dengan anaknya minimal di percakapan sehari-hari. Kedua di sekolah pembelajaran bahasa Sunda calakkan di ajarkan dengan cara yang bagus mulai dare dari lagu, permainan, media digital yang pas bagi remaja dan anak-anak. Serta ketiga pihak pengusaha dan masyarakat dalam kebudayaan perlu lebih aktif lagi dalam melakukan kegiatan resmi berupa semin dan lomba.

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less