
Belajar Sepanjang Hidup
By: Dea Khairunnisa. Sejak kecil, saya selalu berpikir bahwa belajar hanyalah kewajiban yang harus dijalani di sekolah. Setiap hari rasanya sama dari bangun pagi, berangkat ke sekolah, mendengarkan guru, mencatat, lalu mengerjakan PR. Semua terasa rutinitas yang membosankan. Namun dengan seiringnya waktu, saya mulai menyadari bahwa belajar ternyata bukan hanya soal nilai dan ujian, melainkan proses panjang yang membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi kehidupan.
Kesadaran itu muncul karena hal sederhana yaitu dari rasa penasaran. Saya masih ingat saat kecil, saya suka bertanya tentang hal-hal yang bagi sebagian orang mungkin sepele. Misalnya, kenapa langit berwarna biru? Bagaimana mesin motor bisa bergerak? Dari pertanyaan-pertanyaan kecil itu, saya mulai mencari tahu lewat video, artikel, atau tanya teman. Tanpa sadar, dari situ saya belajar bahwa belajar tidak harus menunggu guru di kelas. Belajar bisa dimulai dari rasa ingin tahu kita sendiri.
Sejak saat itu, saya mulai melihat pendidikan dengan cara yang berbeda. Saya mulai memahami bahwa belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tapi juga di mana saja. Misalnya, saat saya gagal memahami pelajaran matematika atau fisika, saya tidak langsung menyerah. Saya mencoba menonton tutorial, bertanya pada teman, atau mencari metode belajar baru. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa kegagalan bukan tanda berhenti, tapi bagian dari proses tumbuh. Setiap kali berhasil memahami sesuatu yang dulu terasa sulit, saya merasa bangga dan semakin ingin belajar hal baru lagi.
Tapi pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan. Ia juga tentang nilai-nilai yang membentuk karakter. Dari sekolah, saya belajar disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Saya juga belajar memahami perasaan orang lain lewat kerja kelompok dan kegiatan sosial. Nilai-nilai inilah yang membuat pendidikan jadi bermakna. Saya jadi sadar bahwa kepintaran tidak berarti apa-apa tanpa sikap yang baik dan hati yang jujur.
Saat mulai bekerja, saya semakin paham bahwa belajar memang tidak pernah berhenti. Dunia kerja jauh berbeda dengan sekolah. Di sana, saya belajar hal-hal yang tidak diajarkan di kelas, seperti cara berkomunikasi yang baik, mengatur waktu, dan menghadapi tekanan. Dari situ saya sadar bahwa dunia nyata adalah tempat belajar yang lebih besar dan penuh tantangan. Pendidikan formal hanya memberi dasar, tapi pembelajaran sejati datang dari pengalaman hidup sehari-hari.
Apalagi di zaman digital sekarang, belajar jadi jauh lebih mudah. Kita bisa belajar apa saja dari internet dari kursus online, video edukatif, sampai podcast. Saya sendiri sering menggunakan waktu luang untuk belajar bahasa asing atau desain lewat media digital. Rasanya menyenangkan karena setiap pengetahuan baru membuat saya lebih percaya diri dan siap menghadapi masa depan.
Bagi saya, belajar bukan lagi kewajiban, tapi kebutuhan. Belajar lahir dari rasa penasaran dan keinginan untuk terus tumbuh. Ia membuat saya sadar bahwa dunia ini luas, dan masih banyak hal yang bisa dipelajari.
Kesimpulannya, belajar adalah perjalanan seumur hidup. Dari rasa ingin tahu kecil di masa sekolah, saya belajar bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan. Ia bukan hanya tentang nilai di rapor, tapi tentang bagaimana kita terus berkembang menjadi manusia yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi kehidupan. Selama kita mau belajar, hidup akan selalu memberi pelajaran baru yang membuat kita tumbuh dan semakin bermakna.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.512 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.256 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.189 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.