- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Belajar Sepanjang Hidup
By: Dea Khairunnisa. Sejak kecil, saya selalu berpikir bahwa belajar hanyalah kewajiban yang harus dijalani di sekolah. Setiap hari rasanya sama dari bangun pagi, berangkat ke sekolah, mendengarkan guru, mencatat, lalu mengerjakan PR. Semua terasa rutinitas yang membosankan. Namun dengan seiringnya waktu, saya mulai menyadari bahwa belajar ternyata bukan hanya soal nilai dan ujian, melainkan proses panjang yang membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi kehidupan.
Kesadaran itu muncul karena hal sederhana yaitu dari rasa penasaran. Saya masih ingat saat kecil, saya suka bertanya tentang hal-hal yang bagi sebagian orang mungkin sepele. Misalnya, kenapa langit berwarna biru? Bagaimana mesin motor bisa bergerak? Dari pertanyaan-pertanyaan kecil itu, saya mulai mencari tahu lewat video, artikel, atau tanya teman. Tanpa sadar, dari situ saya belajar bahwa belajar tidak harus menunggu guru di kelas. Belajar bisa dimulai dari rasa ingin tahu kita sendiri.
Sejak saat itu, saya mulai melihat pendidikan dengan cara yang berbeda. Saya mulai memahami bahwa belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tapi juga di mana saja. Misalnya, saat saya gagal memahami pelajaran matematika atau fisika, saya tidak langsung menyerah. Saya mencoba menonton tutorial, bertanya pada teman, atau mencari metode belajar baru. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa kegagalan bukan tanda berhenti, tapi bagian dari proses tumbuh. Setiap kali berhasil memahami sesuatu yang dulu terasa sulit, saya merasa bangga dan semakin ingin belajar hal baru lagi.
Tapi pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan. Ia juga tentang nilai-nilai yang membentuk karakter. Dari sekolah, saya belajar disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Saya juga belajar memahami perasaan orang lain lewat kerja kelompok dan kegiatan sosial. Nilai-nilai inilah yang membuat pendidikan jadi bermakna. Saya jadi sadar bahwa kepintaran tidak berarti apa-apa tanpa sikap yang baik dan hati yang jujur.
Saat mulai bekerja, saya semakin paham bahwa belajar memang tidak pernah berhenti. Dunia kerja jauh berbeda dengan sekolah. Di sana, saya belajar hal-hal yang tidak diajarkan di kelas, seperti cara berkomunikasi yang baik, mengatur waktu, dan menghadapi tekanan. Dari situ saya sadar bahwa dunia nyata adalah tempat belajar yang lebih besar dan penuh tantangan. Pendidikan formal hanya memberi dasar, tapi pembelajaran sejati datang dari pengalaman hidup sehari-hari.
Apalagi di zaman digital sekarang, belajar jadi jauh lebih mudah. Kita bisa belajar apa saja dari internet dari kursus online, video edukatif, sampai podcast. Saya sendiri sering menggunakan waktu luang untuk belajar bahasa asing atau desain lewat media digital. Rasanya menyenangkan karena setiap pengetahuan baru membuat saya lebih percaya diri dan siap menghadapi masa depan.
Bagi saya, belajar bukan lagi kewajiban, tapi kebutuhan. Belajar lahir dari rasa penasaran dan keinginan untuk terus tumbuh. Ia membuat saya sadar bahwa dunia ini luas, dan masih banyak hal yang bisa dipelajari.
Kesimpulannya, belajar adalah perjalanan seumur hidup. Dari rasa ingin tahu kecil di masa sekolah, saya belajar bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan. Ia bukan hanya tentang nilai di rapor, tapi tentang bagaimana kita terus berkembang menjadi manusia yang berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi kehidupan. Selama kita mau belajar, hidup akan selalu memberi pelajaran baru yang membuat kita tumbuh dan semakin bermakna.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.