- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Bahasa Indonesia di Era Globalisasi: Antara Kebanggaan dan Tantangan Generasi Muda
By: Nazila Husnah Rangkuti. Bahasa Indonesia adalah identitas nasional yang mempersatukan lebih dari 700 bahasa daerah di Nusantara. Melalui bahasa Indonesia, bangsa ini dapat saling memahami, berkomunikasi, dan membangun kebersamaan dalam perbedaan. Namun, di era globalisasi yang penuh dengan arus informasi dan budaya asing, posisi bahasa Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pengaruh bahasa asing, terutama bahasa Inggris, serta kebiasaan berkomunikasi melalui media sosial membuat generasi muda sering kali melupakan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: masihkan generasi muda menjadikan bahasa Indonesia sebagai sumber kebanggaan nasional?
Globalisasi membawa dampak positif dalam bidang pendidikan dan teknologi, tetapi di sisi lain, ia juga mengubah pola komunikasi masyarakat. Mahasiswa, sebagai kelompok intelektual muda, kini terbiasa menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kata-kata seperti “update,” “deadline,” “meeting,” atau “event” menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Penggunaan istilah tersebut memang menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan dunia global, namun jika dilakukan berlebihan, hal ini dapat menimbulkan kesan bahwa bahasa Indonesia kurang modern atau tidak mampu menampung istilah ilmiah.
Padahal, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang terus berkembang. Banyak istilah baru yang telah diadaptasi agar sesuai dengan konteks zaman, seperti “pranala” untuk link, “gawai” untuk gadget, dan “unggah” untuk upload. Namun, masih sedikit generasi muda yang terbiasa menggunakan istilah tersebut karena kurangnya sosialisasi dan kebiasaan. Di sinilah pentingnya peran lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi, untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia melalui pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain persoalan kosakata, cara berbahasa di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak anak muda yang terbiasa menulis tanpa memperhatikan ejaan, tanda baca, dan kesantunan. Misalnya, penggunaan huruf kapital berlebihan, singkatan yang tidak baku, atau kata-kata kasar yang mengabaikan nilai sopan santun. Fenomena ini mencerminkan penurunan kualitas berbahasa dan beretika. Padahal, bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cermin kepribadian seseorang. Mahasiswa yang mampu berbahasa dengan baik dan santun akan lebih dihargai, karena kemampuan berbahasa menjukkan kemampuan berpikir dan berkarakter
Namun, tidak semua dampak globalisasi bersifat negatif. Media sosial dan teknologi juga dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat eksistensi bahasa Indonesia. Banyak kreator konten muda yang berhasil menggunakan bahasa Indonesia dengan cara yang menarik, edukatif, dan kreatif. Mereka membuktikan bahwa bahasa Indonesia tetap bisa hidup dan berkembang di tengah budaya digital, asalkan digunakan dengan rasa bangga dan tanggung jawab.
Untuk menjaga keberlangsungan bahasa Indonesia, setiap generasi memiliki peran penting. Mahasiswa dapat mulai dari hal sederhana: menggunakan bahasa Indonesia baku dalam karya ilmiah, berbicara santun dalam diskusi, serta membiasakan diri membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia yang baik. Semakin sering digunakan dalam konteks positif, semakin tinggi pula derajat bahasa itu di mata penggunanya.
Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi, mempertahankan dan membanggakan bahasa Indonesia bukan berarti menolak kemajuan, tetapi justru menunjukkan kecerdasan dalam menjaga identitas di tengah perubahan. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam melestarikan bahasa Indonesia dengan menggunakannya secara baik, kreatif, dan bermartabat. Dengan demikian, bahasa Indonesia tidak hanya akan tetap hidup, tetapi juga berkembang sebagai bahasa modern yang mampu berdiri sejajar dengan bahasa dunia lainnya.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.824 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.851 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.471 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.