
PERAN LITERASI DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
By: Gita Safira, Bagaimana kita membentuk generasi yang cerdas dan kritis jika literasi bukan prioritas?
Di era digital ini, informasi tersedia dalam jumlah yang melimpah, tapi kemampuan untuk memahami dan menganalisis informasi itu tidak selalu ada. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi juga tentang bagaimana kita berpikir dan mengambil keputusan. Dengan literasi yang baik, kita bisa membentuk pola pikir yang kritis dan analitis.
Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak, dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.
Literasi merupakan peran penting dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis, dengan literasi yang baik kita bisa memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi dengan lebih baik. Sehingga, kita bisa membuat keputusan yang lebih tepat. Literasi juga membantu kita mengembangkan kemampuan analisis yang lebih baik. Sehingga, kita bisa menganalisis informasi dengan baik, kita juga bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan argumen, serta membuat keputusan yang lebih tepat. Literasi dalam membaca merupakan kemampuan untuk memahami dan mengerti apa yang sedang dibaca, bukan dalam artian pandai membaca kata atau kalimat saja tetapi, juga memahami makna apa yang dimaksud dari yang sedang dibaca dalam teks. Selain itu, literasi membaca juga dapat membantu kita untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menikmati bacaan dan mengembangkan minat baca. Literasi dalam menulis merupakan kemampuan untuk mengungkapkan gagasan dan ide melalui tulisan efektif dan jelas, ini bukan hanya tentang menulis dengan benar secara tata bahasa dan ejaan, tapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Selain itu, literasi menulis juga dapat membantu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional.
Menurut oktariani,evri (2020) menyatakan bahwa melalui kemampuan literasi, seseorang tidak saja memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalamannya untuk dijadikan rujukan di masa yang akan datang. Berpikir kritis merupakan proses berpikir intelektual dimana pemikir dengan sengaja menilai kualitas membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. Pemikirannya, pemikir menggunakan pemikiran yang reflektif, independent, jernih dan rasional. Dengan kemampuan literasi yang baik, maka diharapkan kemampuan berpikir kritispun akan meningkat. Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu proses berpikir yang dapat diterima akal reflektif yang diarahkan untuk memutuskan apa yang dikerjakan atau diyakini, dalam hal ini tidak sembarangan, tidak membawa ke sembarang kesimpulan tetapi kepada ke kekesimpulan yang terbaik. Dan hal ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam literasi, dengan literasi yang dilakukan individu seperti dengan membaca atau menyimak informasi atau cerita, maka individu dapat menemukan cara dalam menyelesaikan masalah, sehingga individu akan melakukan analisis dari permasalahannya tersebut, sehingga pada akhirnya akan membentuk karakter atau pribadi yang kritis.
Menurut Ayu Putri, Neza, Desry (literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar era digital) mengungkapkan bahwa literasi memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan siswa, semakin tinggi juga tingkat kekritisan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca dan memahami teka dengan baik dapat mempengaruhi bagaimana siswa mengevaluasi dan membangun argumen. Proses implementasi budaya literasi mencakup beberapa tahapan penting, seperti pemantauan pemahaman teks, penggunaan literasi multimoda (berbagai jenis media dan format), instruksi yang jelas dan eksplisit, respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, pembuatan pertanyaan oleh siswa, proses literasi yang mencakup analisis, sintesis, evaluasi dan meringkas isi teks. Melalui tahap ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan identifikasi, analisis, konstruksi argumen, evaluasi, dan menyimpulkan informasi.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2017), literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai aktivitas membaca, menulis, dan berpikir. Literasi yang kuat melatih seseorang untuk tidak menerima informasi secara mentah, melainkan mengolahnya dengan logika dan penalaran. Sebagai penulis, saya berpendapat bahwa literasi adalah dasar bagi kemajuan bangsa. Negara yang masyarakatnya gemar membaca akan melahirkan generasi yang tidak mudah percaya begitu saja, melainkan mampu menimbang dan mengambil keputusan dengan bijak. Dengan demikian, literasi bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan proses berpikir yang membentuk karakter dan nalar. Melalui literasi, kita belajar untuk bertanya, meneliti, dan memahami dunia dengan lebih kritis. Maka, marilah kita mulai dari hal kecil—membaca satu halaman setiap hari—karena dari kebiasaan sederhana itulah lahir pemikiran besar yang mampu mengubah dunia.
admin
25 Jan 2026
By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …
admin
16 Jan 2026
By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …
admin
16 Jan 2026
By: Alnia Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …
admin
16 Jan 2026
By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler) membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …
admin
16 Jan 2026
By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …
admin
16 Jan 2026
By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …
18 Dec 2024 2.511 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
03 Jan 2025 1.255 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
03 Jan 2025 1.188 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, bersama tim dosen dari Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu Patumbak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital. Bertajuk “Sosialisasi Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Proyek dan …
Comments are not available at the moment.