Home » Esai dan Opini » PERAN LITERASI DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

PERAN LITERASI DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

admin 16 Jan 2026 187

By: Gita Safira, Bagaimana kita membentuk generasi yang cerdas dan kritis jika literasi bukan prioritas?

Di era digital ini, informasi tersedia dalam jumlah yang melimpah, tapi kemampuan untuk memahami dan menganalisis informasi itu tidak selalu ada. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tapi juga tentang bagaimana kita berpikir dan mengambil keputusan. Dengan literasi yang baik, kita bisa membentuk pola pikir yang kritis dan analitis.

Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak, dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.

Literasi merupakan peran penting dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis, dengan literasi yang baik kita bisa memahami, menganalisis dan mengevaluasi informasi dengan lebih baik. Sehingga, kita bisa membuat keputusan yang lebih tepat. Literasi juga membantu kita mengembangkan kemampuan analisis yang lebih baik. Sehingga, kita bisa menganalisis informasi dengan baik, kita juga bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan argumen, serta membuat keputusan yang lebih tepat. Literasi dalam membaca merupakan kemampuan untuk memahami dan mengerti apa yang sedang dibaca, bukan dalam artian pandai membaca kata atau kalimat saja tetapi, juga memahami makna apa yang dimaksud dari yang sedang dibaca dalam teks. Selain itu, literasi membaca juga dapat membantu kita untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menikmati bacaan dan mengembangkan minat baca. Literasi dalam menulis merupakan kemampuan untuk mengungkapkan gagasan dan ide melalui tulisan efektif dan jelas, ini bukan hanya tentang menulis dengan benar secara tata bahasa dan ejaan, tapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Selain itu, literasi menulis juga dapat membantu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional.

Menurut oktariani,evri (2020) menyatakan bahwa melalui kemampuan literasi, seseorang tidak saja memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalamannya untuk dijadikan rujukan di masa yang akan datang. Berpikir kritis merupakan proses berpikir intelektual dimana pemikir dengan sengaja menilai kualitas membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. Pemikirannya, pemikir menggunakan pemikiran yang reflektif, independent, jernih dan rasional. Dengan kemampuan literasi yang baik, maka diharapkan kemampuan berpikir kritispun akan meningkat. Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu proses berpikir yang dapat diterima akal reflektif yang diarahkan untuk memutuskan apa yang dikerjakan atau diyakini, dalam hal ini tidak sembarangan, tidak membawa ke sembarang kesimpulan tetapi kepada ke kekesimpulan yang terbaik. Dan hal ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam literasi, dengan literasi yang dilakukan individu seperti dengan membaca atau menyimak informasi atau cerita, maka individu dapat menemukan cara dalam menyelesaikan masalah, sehingga individu akan melakukan analisis dari permasalahannya tersebut, sehingga pada akhirnya akan membentuk karakter atau pribadi yang kritis.

Menurut Ayu Putri, Neza, Desry (literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar era digital) mengungkapkan bahwa literasi memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan siswa, semakin tinggi juga tingkat kekritisan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca dan memahami teka dengan baik dapat mempengaruhi bagaimana siswa mengevaluasi dan membangun argumen. Proses implementasi budaya literasi mencakup beberapa tahapan penting, seperti pemantauan pemahaman teks, penggunaan literasi multimoda (berbagai jenis media dan format), instruksi yang jelas dan eksplisit, respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, pembuatan pertanyaan oleh siswa, proses literasi yang mencakup analisis, sintesis, evaluasi dan meringkas isi teks. Melalui tahap ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan identifikasi, analisis, konstruksi argumen, evaluasi, dan menyimpulkan informasi.

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2017), literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai aktivitas membaca, menulis, dan berpikir. Literasi yang kuat melatih seseorang untuk tidak menerima informasi secara mentah, melainkan mengolahnya dengan logika dan penalaran. Sebagai penulis, saya berpendapat bahwa literasi adalah dasar bagi kemajuan bangsa. Negara yang masyarakatnya gemar membaca akan melahirkan generasi yang tidak mudah percaya begitu saja, melainkan mampu menimbang dan mengambil keputusan dengan bijak. Dengan demikian, literasi bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan proses berpikir yang membentuk karakter dan nalar. Melalui literasi, kita belajar untuk bertanya, meneliti, dan memahami dunia dengan lebih kritis. Maka, marilah kita mulai dari hal kecil—membaca satu halaman setiap hari—karena dari kebiasaan sederhana itulah lahir pemikiran besar yang mampu mengubah dunia.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa

admin

26 Apr 2026

By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …

Pembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan

admin

26 Apr 2026

By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR             Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …

Menurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …

Strategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern

admin

26 Apr 2026

By: Nurhanisa Lubis   Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …

Bahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

admin

26 Apr 2026

By: Endah Nur Hafizah   Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …

Krisis Minat Baca dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Indonesia

admin

26 Apr 2026

By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga  mengembangkan …