Home » Esai dan Opini » ORANG TUA, GURU PERTAMA BAGI ANAK

ORANG TUA, GURU PERTAMA BAGI ANAK

admin 16 Jan 2026 293

By: Nazla Syafitri Nasution, Sebelum anak mengenal sekolah, buku pelajaran, dan guru Bahasa Indonesia, ia sudah lebih dulu belajar bahasa di rumah. Orang tua menjadi guru pertama yang memperkenalkan kata, kalimat, dan makna melalui percakapan sehari-hari. Setiap ucapan yang terdengar di rumah adalah bagian dari pelajaran bahasa yang sesungguhnya. Dari cara orang tua berbicara, anak belajar bagaimana mengucapkan kata dengan jelas, memahami arti sebuah kalimat, serta meniru nada bicara yang sesuai dengan situasi.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, siswa diajarkan bagaimana berbahasa yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Namun, kemampuan itu tidak muncul begitu saja. Dasarnya terbentuk sejak dini, saat anak berinteraksi dengan orang tuanya. Misalnya, ketika ibu berkata, “Tolong ambilkan air, ya,” anak bukan hanya belajar menuruti perintah, tetapi juga mengenal bentuk kalimat sopan. Dari ucapan seperti “terima kasih”, “maaf”, dan “permisi”, anak mulai memahami nilai kesantunan dalam berbahasa, yang merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Peran orang tua dalam hal ini sangat besar. Bahasa yang digunakan di rumah akan membentuk pola pikir dan sikap berbahasa anak. Anak yang terbiasa mendengar bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan sopan, akan lebih mudah mengikuti pelajaran bahasa di sekolah. Sebaliknya, jika anak terbiasa mendengar bahasa campuran yang tidak teratur atau kata-kata kasar, ia bisa mengalami kesulitan dalam memahami kaidah bahasa Indonesia yang benar. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam percakapan sehari-hari, agar anak terbiasa dengan  kalimat yang tepat.

Selain berbicara, kebiasaan membaca juga menjadi sarana penting dalam pembelajaran bahasa. Orang tua dapat menumbuhkan minat baca anak dengan cara sederhana, seperti membacakan cerita sebelum tidur atau menyediakan buku-buku bergambar. Dari cerita-cerita itu, anak tidak hanya menikmati alur kisah, tetapi juga belajar mengenal kosakata baru, struktur kalimat, dan gaya bahasa. Hal ini sejalan dengan tujuan pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menumbuhkan kemampuan memahami dan mengapresiasi karya sastra.

Kegiatan menulis juga dapat diawali dari rumah. Orang tua bisa mengajak anak menulis daftar belanja, membuat kartu ucapan ulang tahun, atau menulis cerita pendek sederhana. Melalui kegiatan kecil seperti ini, anak belajar mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan. Dengan begitu, ia terbiasa merangkai kalimat, memilih kata yang tepat, dan berpikir teratur—semua itu merupakan bagian dari keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia.

Namun, di era digital sekarang, tantangan dalam pembelajaran bahasa semakin kompleks. Banyak anak lebih sering membaca pesan singkat di media sosial daripada buku pelajaran. Bahasa yang digunakan di dunia maya sering kali tidak sesuai dengan ejaan dan tata bahasa yang benar. Di sinilah peran orang tua kembali diuji. Mereka harus mampu membimbing anak agar tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan santun, baik saat berbicara maupun saat menulis secara daring. Misalnya, dengan memberi contoh cara menulis pesan dengan ejaan yang benar, atau mengingatkan anak untuk tidak menggunakan kata-kata kasar di internet.

Pada dasarnya, orang tua dan guru memiliki peran yang saling melengkapi. Guru mengajarkan teori dan kaidah Bahasa Indonesia di sekolah, sedangkan orang tua menerapkan pembiasaan berbahasa yang baik di rumah. Ketika keduanya berjalan seiring, anak akan tumbuh menjadi penutur bahasa yang cerdas, santun, dan berkarakter.Dapat disimpulkan bahwa orang tua adalah guru pertama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dari mereka, anak belajar berbicara, membaca, dan menulis dengan penuh makna. Bahasa Indonesia bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui contoh dan teladan dari orang tua, anak tidak hanya mampu berbahasa dengan benar, tetapi juga menggunakan bahasa sebagai wujud penghargaan terhadap sesama dan cinta terhadap tanah air.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …