Home » Esai dan Opini » ORANG TUA, GURU PERTAMA BAGI ANAK

ORANG TUA, GURU PERTAMA BAGI ANAK

admin 16 Jan 2026 80

By: Nazla Syafitri Nasution, Sebelum anak mengenal sekolah, buku pelajaran, dan guru Bahasa Indonesia, ia sudah lebih dulu belajar bahasa di rumah. Orang tua menjadi guru pertama yang memperkenalkan kata, kalimat, dan makna melalui percakapan sehari-hari. Setiap ucapan yang terdengar di rumah adalah bagian dari pelajaran bahasa yang sesungguhnya. Dari cara orang tua berbicara, anak belajar bagaimana mengucapkan kata dengan jelas, memahami arti sebuah kalimat, serta meniru nada bicara yang sesuai dengan situasi.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, siswa diajarkan bagaimana berbahasa yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Namun, kemampuan itu tidak muncul begitu saja. Dasarnya terbentuk sejak dini, saat anak berinteraksi dengan orang tuanya. Misalnya, ketika ibu berkata, “Tolong ambilkan air, ya,” anak bukan hanya belajar menuruti perintah, tetapi juga mengenal bentuk kalimat sopan. Dari ucapan seperti “terima kasih”, “maaf”, dan “permisi”, anak mulai memahami nilai kesantunan dalam berbahasa, yang merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Peran orang tua dalam hal ini sangat besar. Bahasa yang digunakan di rumah akan membentuk pola pikir dan sikap berbahasa anak. Anak yang terbiasa mendengar bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan sopan, akan lebih mudah mengikuti pelajaran bahasa di sekolah. Sebaliknya, jika anak terbiasa mendengar bahasa campuran yang tidak teratur atau kata-kata kasar, ia bisa mengalami kesulitan dalam memahami kaidah bahasa Indonesia yang benar. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam percakapan sehari-hari, agar anak terbiasa dengan  kalimat yang tepat.

Selain berbicara, kebiasaan membaca juga menjadi sarana penting dalam pembelajaran bahasa. Orang tua dapat menumbuhkan minat baca anak dengan cara sederhana, seperti membacakan cerita sebelum tidur atau menyediakan buku-buku bergambar. Dari cerita-cerita itu, anak tidak hanya menikmati alur kisah, tetapi juga belajar mengenal kosakata baru, struktur kalimat, dan gaya bahasa. Hal ini sejalan dengan tujuan pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menumbuhkan kemampuan memahami dan mengapresiasi karya sastra.

Kegiatan menulis juga dapat diawali dari rumah. Orang tua bisa mengajak anak menulis daftar belanja, membuat kartu ucapan ulang tahun, atau menulis cerita pendek sederhana. Melalui kegiatan kecil seperti ini, anak belajar mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan. Dengan begitu, ia terbiasa merangkai kalimat, memilih kata yang tepat, dan berpikir teratur—semua itu merupakan bagian dari keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia.

Namun, di era digital sekarang, tantangan dalam pembelajaran bahasa semakin kompleks. Banyak anak lebih sering membaca pesan singkat di media sosial daripada buku pelajaran. Bahasa yang digunakan di dunia maya sering kali tidak sesuai dengan ejaan dan tata bahasa yang benar. Di sinilah peran orang tua kembali diuji. Mereka harus mampu membimbing anak agar tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan santun, baik saat berbicara maupun saat menulis secara daring. Misalnya, dengan memberi contoh cara menulis pesan dengan ejaan yang benar, atau mengingatkan anak untuk tidak menggunakan kata-kata kasar di internet.

Pada dasarnya, orang tua dan guru memiliki peran yang saling melengkapi. Guru mengajarkan teori dan kaidah Bahasa Indonesia di sekolah, sedangkan orang tua menerapkan pembiasaan berbahasa yang baik di rumah. Ketika keduanya berjalan seiring, anak akan tumbuh menjadi penutur bahasa yang cerdas, santun, dan berkarakter.Dapat disimpulkan bahwa orang tua adalah guru pertama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dari mereka, anak belajar berbicara, membaca, dan menulis dengan penuh makna. Bahasa Indonesia bukan hanya pelajaran di sekolah, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui contoh dan teladan dari orang tua, anak tidak hanya mampu berbahasa dengan benar, tetapi juga menggunakan bahasa sebagai wujud penghargaan terhadap sesama dan cinta terhadap tanah air.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAHAYA ‘KLIK-SEBAR’ DI KALANGAN REMAJA: LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR UTAMA MELAWAN DISINFORMASI DAN MENJAGA HARMONI SOSIAL

admin

25 Jan 2026

By: Auliya Rusmayanti, Literasi digital saat ini menjadi aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial remaja. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, remaja menjadi generasi yang sangat akrab dengan dunia digital. Gadget dan media sosial telah menyatu dalam aktivitas sehari-hari mereka, digunakan tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga mencari informasi dan mengekspresikan …

KETIKA KITA KEHILANGAN RASA INGIN TAHU TENTANG BAHASA YANG KITA CINTAI

admin

16 Jan 2026

By: Nasywa Khairia Siregar, Menurut saya Bahasa adalah inti dari kemajuan. ia bukan hanya alat untuk berbicara,tetapi  metode untuk kita berpikir ,alat memahami dan bahkan wawasan kita untuk melihat dunia , itulah betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kehidupan bernegara . namun apa jadinya jika kita tidak ingin tahu lagi tentang bahasa kita? Pertanyaan ini sangat …

BELAJAR NILAI KEHIDUPAN DARI KARYA SASTRA INDONESIA

admin

16 Jan 2026

By: Alnia  Sahpitriani, Karya sastra Indonesia merupakan bentuk ekspresi manusia terhadap kehidupan yang dituangkan melalui bahasa yang indah dan bermakna. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan moral, sosial, dan budaya yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami berbagai aspek kemanusiaan, seperti perjuangan, kasih sayang, tanggung jawab, …

MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR, DENGAN LITERASI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK DALAM BERKOMUNIKASI YANG TEPAT.

admin

16 Jan 2026

By:Dinda Sartika Maulina, YPI Ulfa Khairuna adalah sebuah Sekolah Dasar yang banyak memiliki keindahan tersendiri, salah satu keindahan itu ialah, penerapan Literasi Rutin. Dan juga memiliki program organisasi (ekstrakulikuler)  membaca bagi siswa-siswa yang masih kesulitan berbicara dan membaca. Literasi Ulfa Khairuna dilakukan setiap hari pada pagi hari di dalam kelas masing-masing, dan pada setiap hari …

KETIKA EYD DIABAIKAN: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA PADA LITERASI GENERASI Z.

admin

16 Jan 2026

By: Ade Jihan Raysah Putri Daulay, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan pedoman resmi untuk penulisan bahasa Indonesia yang telah disahkan sejak 1972. EYD bertujuan menjaga konsistensi, kejelasan, dan keindahan bahasa sebagai identitas bangsa. Namun, di era digital saat ini, EYD sering diabaikan, terutama di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok. Fenomena ini semakin mencolok …

BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA GAME DAN STREAMING ONLINE

admin

16 Jan 2026

By: Chintya Bella Tampubolon, Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Salah satu ruang yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa saat ini adalah dunia digital, terutama dunia game dan streaming online. Di ruang ini, bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup, identitas, dan budaya …