Home » Esai dan Opini » Pengaruh Dongeng terhadap Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar

Pengaruh Dongeng terhadap Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar

admin 19 Apr 2026 167

By: Livia Salsabila Siregar

Dongeng punya peran yang cukup besar dalam membentuk sikap dan perilaku siswa sekolah dasar, apalagi di usia ini anak masih berada pada tahap perkembangan moral dan imajinasi yang terbuka. Mereka cenderung menerima begitu saja apa yang didengar, tanpa banyak mempertanyakan. Tokoh-tokoh dalam dongeng sering dijadikan contoh karena biasanya digambarkan dengan jelas mana yang baik dan mana yang buruk. Dari situ, anak mulai mengenal konsep benar dan salah dengan cara yang sederhana, tapi cukup melekat.

Kalau dilihat dari cara penyampaiannya, dongeng itu menarik karena tidak terasa seperti nasihat langsung. Anak merasa sedang mendengarkan cerita, bukan diajari. Di dalam cerita itu, sebenarnya banyak nilai yang ikut tersampaikan, seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, dan juga rasa peduli. Nilai-nilai ini tidak langsung terlihat, tapi perlahan masuk ke pemahaman anak. Apalagi kalau ceritanya sering diulang, biasanya anak jadi lebih ingat dan mulai mencoba menirunya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam banyak dongeng, tokoh yang baik biasanya diceritakan mendapat akhir yang bahagia, sementara yang jahat justru menerima akibat dari perbuatannya. Pola seperti ini memang sederhana, tapi cukup membantu anak memahami bahwa setiap tindakan ada konsekuensinya. Dari situ, anak mulai belajar, walaupun masih sederhana, untuk mempertimbangkan apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari.

Selain soal nilai, dongeng juga berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Saat mendengarkan cerita, anak sering ikut terbawa suasana. Mereka bisa merasa sedih, senang, atau bahkan takut tergantung alur cerita. Pengalaman seperti ini sebenarnya penting, karena bisa melatih kepekaan mereka terhadap perasaan orang lain. Jadi, anak tidak hanya memahami cerita, tapi juga mulai belajar merasakan.

Kalau diperhatikan dalam keseharian, pengaruh dongeng ini memang tidak langsung terlihat, tapi ada. Misalnya, anak yang sering mendengar cerita tentang tolong-menolong biasanya jadi lebih peka terhadap teman. Begitu juga dengan cerita tentang kejujuran, sedikit banyak bisa mendorong anak untuk berkata jujur. Perubahannya tidak instan, tapi muncul pelan-pelan dari kebiasaan.

Di bagian ini, peran guru dan orang tua penting sekali. Cara bercerita yang santai, tidak kaku, dan melibatkan anak biasanya lebih efektif. Anak jadi lebih tertarik dan tidak cepat bosan. Setelah cerita selesai, akan lebih baik kalau ada obrolan ringan tentang isi cerita, supaya anak benar-benar paham, bukan sekadar mendengar. Dengan begitu, dongeng tidak hanya jadi hiburan, tapi juga bagian dari proses belajar.

Tapi tetap perlu diperhatikan juga soal pemilihan ceritanya. Tidak semua dongeng cocok untuk anak. Cerita yang terlalu rumit atau mengandung hal yang kurang sesuai bisa membuat anak bingung atau bahkan salah paham. Jadi, sebaiknya pilih cerita yang sederhana, jelas, dan punya pesan yang positif. Ini penting supaya nilai yang ingin disampaikan benar-benar sampai.

Di sekolah, dongeng sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih dari sekadar selingan. Guru bisa mengaitkan cerita dengan pelajaran atau pengalaman sehari-hari siswa. Cara seperti ini biasanya membuat pembelajaran terasa lebih dekat dan tidak membosankan. Suasana kelas juga jadi lebih hidup karena siswa ikut terlibat, bukan hanya mendengar penjelasan.

Secara keseluruhan, dongeng memang punya pengaruh dalam membentuk sikap dan perilaku siswa sekolah dasar. Nilai-nilai yang ada di dalam cerita bekerja secara perlahan, tapi cukup kuat. Kalau digunakan dengan cara yang tepat, dongeng bisa jadi salah satu cara yang cukup efektif untuk membantu pembentukan karakter anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …