Home » Esai dan Opini » Pengaruh Dongeng terhadap Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar

Pengaruh Dongeng terhadap Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar

admin 19 Apr 2026 16

By: Livia Salsabila Siregar

Dongeng punya peran yang cukup besar dalam membentuk sikap dan perilaku siswa sekolah dasar, apalagi di usia ini anak masih berada pada tahap perkembangan moral dan imajinasi yang terbuka. Mereka cenderung menerima begitu saja apa yang didengar, tanpa banyak mempertanyakan. Tokoh-tokoh dalam dongeng sering dijadikan contoh karena biasanya digambarkan dengan jelas mana yang baik dan mana yang buruk. Dari situ, anak mulai mengenal konsep benar dan salah dengan cara yang sederhana, tapi cukup melekat.

Kalau dilihat dari cara penyampaiannya, dongeng itu menarik karena tidak terasa seperti nasihat langsung. Anak merasa sedang mendengarkan cerita, bukan diajari. Di dalam cerita itu, sebenarnya banyak nilai yang ikut tersampaikan, seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, dan juga rasa peduli. Nilai-nilai ini tidak langsung terlihat, tapi perlahan masuk ke pemahaman anak. Apalagi kalau ceritanya sering diulang, biasanya anak jadi lebih ingat dan mulai mencoba menirunya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam banyak dongeng, tokoh yang baik biasanya diceritakan mendapat akhir yang bahagia, sementara yang jahat justru menerima akibat dari perbuatannya. Pola seperti ini memang sederhana, tapi cukup membantu anak memahami bahwa setiap tindakan ada konsekuensinya. Dari situ, anak mulai belajar, walaupun masih sederhana, untuk mempertimbangkan apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari.

Selain soal nilai, dongeng juga berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Saat mendengarkan cerita, anak sering ikut terbawa suasana. Mereka bisa merasa sedih, senang, atau bahkan takut tergantung alur cerita. Pengalaman seperti ini sebenarnya penting, karena bisa melatih kepekaan mereka terhadap perasaan orang lain. Jadi, anak tidak hanya memahami cerita, tapi juga mulai belajar merasakan.

Kalau diperhatikan dalam keseharian, pengaruh dongeng ini memang tidak langsung terlihat, tapi ada. Misalnya, anak yang sering mendengar cerita tentang tolong-menolong biasanya jadi lebih peka terhadap teman. Begitu juga dengan cerita tentang kejujuran, sedikit banyak bisa mendorong anak untuk berkata jujur. Perubahannya tidak instan, tapi muncul pelan-pelan dari kebiasaan.

Di bagian ini, peran guru dan orang tua penting sekali. Cara bercerita yang santai, tidak kaku, dan melibatkan anak biasanya lebih efektif. Anak jadi lebih tertarik dan tidak cepat bosan. Setelah cerita selesai, akan lebih baik kalau ada obrolan ringan tentang isi cerita, supaya anak benar-benar paham, bukan sekadar mendengar. Dengan begitu, dongeng tidak hanya jadi hiburan, tapi juga bagian dari proses belajar.

Tapi tetap perlu diperhatikan juga soal pemilihan ceritanya. Tidak semua dongeng cocok untuk anak. Cerita yang terlalu rumit atau mengandung hal yang kurang sesuai bisa membuat anak bingung atau bahkan salah paham. Jadi, sebaiknya pilih cerita yang sederhana, jelas, dan punya pesan yang positif. Ini penting supaya nilai yang ingin disampaikan benar-benar sampai.

Di sekolah, dongeng sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih dari sekadar selingan. Guru bisa mengaitkan cerita dengan pelajaran atau pengalaman sehari-hari siswa. Cara seperti ini biasanya membuat pembelajaran terasa lebih dekat dan tidak membosankan. Suasana kelas juga jadi lebih hidup karena siswa ikut terlibat, bukan hanya mendengar penjelasan.

Secara keseluruhan, dongeng memang punya pengaruh dalam membentuk sikap dan perilaku siswa sekolah dasar. Nilai-nilai yang ada di dalam cerita bekerja secara perlahan, tapi cukup kuat. Kalau digunakan dengan cara yang tepat, dongeng bisa jadi salah satu cara yang cukup efektif untuk membantu pembentukan karakter anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Belajar Bahasa Dan Sastra Di SD Merupakan Merupakan Pondasi Untuk Komunikasi Dan Kreativitas

admin

19 Apr 2026

By: Melati Sapriza Khairani   Bahasa dan sastra bukan hanya mata pelajaran di sekolah dasar, melainkan jendela bagi anak-anak untuk mengenal dunia, menyampaikan pikiran dan mengembangkan imajinasi mereka. di usia di mana otak sedang berkembang dengan cepat pembelajaran yang tepat dapat membentuk kemampuan berkomunikasi yang kuat dan cinta akan budaya serta sastra sejak dini. Pembelajaran …

Pendidikan di Sekolah Dasar Fondasi yang Sering Dianggap Sederhana

admin

19 Apr 2026

By: Mayangsari Ramadhani Pendidikan di sekolah dasar (SD) sering dianggap sebagai tahap yang paling mudah dalam dunia pendidikan. Banyak orang berpikir bahwa pada jenjang ini, siswa hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, jika dilihat lebih dalam, pendidikan di SD justru menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan anak di masa depan. Cara guru mengajar, suasana …

Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Pilar Pendidikan dan Pembentukan Karakter Siswa

admin

19 Apr 2026

By: Risky Widya Resti Ritonga Menurut saya, bahasa adalah alat utama yang digunakan manusia untuk berpikir dan berkomunikasi. Bahasa bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata, tetapi juga merupakan sarana untuk menyusun gagasan, menyampaikan perasaan, serta memahami lingkungan sekitar. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua aktivitas manusia melibatkan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, kemampuan …

Keterampilan Menyimak Sebagai Sarana Meningkatkan Fokus Dan Pemahaman Siswa SD

admin

19 Apr 2026

By: Maya Ardila Gaurifa Menurut saya, keterampilan menyimak merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat penting dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar, tetapi sering kali kurang mendapatkan perhatian yang serius. Banyak guru lebih menekankan pada kemampuan membaca dan menulis karena dianggap lebih terlihat hasilnya. Padahal, tanpa kemampuan menyimak yang baik, siswa akan kesulitan memahami apa …

Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Pembelajaran Sastra

admin

19 Apr 2026

By: Rezeki Melati            Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa di sekolah, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD). Melalui kegiatan membaca, siswa dapat memperoleh berbagai informasi, pengetahuan, dan pengalaman baru. Selain itu, membaca juga dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Oleh karena itu, kemampuan …

Sastra Di Sekolah Dasar Bukan Sekadar Hafalan, Tapi Menjaga “Nafas” Jati Diri Bangksa

admin

19 Apr 2026

By: Arifin Saleh Harahap  Pernahkah kita sejenak merenung di tengah hiruk-pikuk kota Medan yang makin modern ini, ke mana perginya logat-logat kental dan antusiasme anak-anak saat mendengar cerita rakyat atau membaca puisi di kelas? Sebagai mahasiswa yang setiap hari bergelut dengan kurikulum dan dunia pendidikan, saya sering merasa ada yang “kering” dalam cara kita memperkenalkan …