- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

Tantangan Menghidupkan Kembali Minat Sastra dan Kualitas Berbahasa Anak Sekolah Dasar di Tengah Arus Digital
By: Seila Rizky Rizaik
Kalau kita perhatikan pada suasana yang ada di SD saat ini, terdapat perubahan yang besar dengan anak dalam berkomunikasi. Pada Sebagian proses pengembangan Bahasa, sebaiknya anak sudah mahir dalam menyimak, berbicara hingga menulis dengan berurutan. Sedangkan pendapat saya Adalah pengembangan Bahasa saat ini sedang mengalami kebocoran yang sangat parah, yang dimana anak jauh lebih dekat dengan istilah atau kata kata khusus yang sedang viral dam singkat yang diambil dari media sosial disbanding kalimat yang ada dalam buku cerita. Kemudian fakta ini menjadi tantangan yang serius bagi kita dikarenakan Bahasa bukanlah sekedar soal menghafal pada kosakata, sebaliknya tentang bagaimana anak bisa menyampaikan isi pikiranya dan perasaannya dengan jelas dan halus.
Terdapat salah satu fakta yang sering dikeluhkan dalam ruang kelas yaitu rendahnya daya menyimak siswa. Menurut pendapat saya pribadi, anak anak pada zaman sekarang mempunyai selera informasi yang serba cepat sehingga daya tahan pendengaran anak itu menurun drastis. Anak anak kadang terbiasa menonton video pendek yang berdurasi dalam hitungan detik, dan cepat bosan Ketika harus mendengarkan guru dalm menjelaskan hal yang sedikit Panjang atau Ketika menyimak pembacaan cerita sastra yang mendalam. Ini berakibat, Ketika diminta menceritakannya Kembali, anak bingung dan hanya menjawab seadanya. Dari fakta ini terdapat bahwa kemampuan mereka untuk menangkap pesan moral atau inti dari sebuah karya sastra menjadi tumpul, dan inilah letak kunci dalam pengembangan Bahasa yang sebenarnya.
Kemudian masalah ini merembet pada kekayaan kosa kata yang dimiliki mereka. Banyak anak sekaang yang perbendaharaannya sangat terjangkau atau bisa dibilang cukup miskin dengan kata. Saya berpendapat bahwa kegagalan dalam memberikan asupan terhadap sastra cukup membuat anak tersebut kesulitan pada saat menulis karangan atau deskirpsi. Kalimat yang anak hasilkan sering kali menjadi hambar dan terus menerus diulang. Mereka jarang dalam menggunakan pilihan kata yang indah, dikarenakan Bahasa internet yang serba singkat sudah masuk kedalam gaya bicara mereka sehari hari. Tanpa pembiasaan untuk mencintai sastra, anak akan merasa kesulitan dalam berbicara secara formal atau menulis dengan berurutan di masa yang akan datang.
Dalam menghadapi situasi ini, Solusi yang paling tepat Adalah adanya penerapan metode Digital Storytelling dan Teknik Read Aloud atau disebut dengan membaca nyaring secara rutin di kelas. Guru bukan lagi tidak bisa hanya melarang anak menyentuh teknologi, akan tetapi teknologilah yang harus diisi dengan konten sastra yang berkualitas. Misalnya, guru dapat mengajak siswa membuat podcast sederhana atau pun video pendek yang berisi cerita rakyat. Dengan car aini, anak dapat memperkaya kosa kata nya. Selain itu, kegiatan membaca nyaring selama lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai, dan bisa melatih kembali untuk mengetahui fokus pendengaran anak yang sempat menghilang akibat menonton video instan.
Selain ini, sekolah juga perlu menghidupkan kembali panggung sastra mini di dalam kelas untuk menjadi Solusi dalam mengasah keberanian berbicara anak. Anak tidak boleh hanya disuruh menulis dalam buku, tetapi juga harus diberi ruang untuk memerankan tokoh nya dalam cerita atau membacakan puisi hasil karya mereka sendiri. Pendapat saya tentang ini, dengan melalui drama atau bermain peran, anak secara otomatis akan bisa belajar tentang tata krama dan Bahasa yang santun. Karena anak harus memerankan kaakter yang berbeda bereda. Inilah yang menjadi Solusi praktis agar anak tersebut tidak berbicara kasar lagi seperti yang selalu mereka tiru dengan konten konten yang tidak bermoral di internet.
Sebagai penutup, pengembangan bahasa di SD tidak bisa lagi diandalkan dengan cara lama yang kaku dan membosankan. Jika kita bisa menghidupkan kembali roh sastra di sekolah dengan cara-cara yang kreatif, anak tidak hanya akan mahir bahasa Indonesia secara nilai akademis, tetapi juga memiliki karakter yang lebih halus dan pemikiran yang lebih tajam. Karena pada akhirnya, lewat bahasa dan sastralah kita mengajari anak-anak cara menjadi manusia yang bisa menghargai sesamanya melalui tutur kata yang bermartabat.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.