Home » Esai dan Opini » Dampak Penggunaan Bahasa Gaul terhadap Kemampuan Berbahasa Siswa SD

Dampak Penggunaan Bahasa Gaul terhadap Kemampuan Berbahasa Siswa SD

admin 19 Apr 2026 138

By: Vivi Fadya Rinika

Di zaman sekarang, bahasa gaul sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anak-anak sekolah dasar. Kata-kata seperti “anjay”, “gas”, “baper”, atau “santuy” sering banget dipakai saat ngobrol, baik di sekolah maupun di media sosial. Bahkan, kadang bahasa ini terasa lebih “dekat” dan seru dibanding bahasa Indonesia yang formal. Tapi, di balik itu semua, ada dampak yang perlu kita perhatikan, khususnya terhadap kemampuan berbahasa siswa SD.

Penggunaan bahasa gaul sebenarnya nggak selalu buruk. Di satu sisi, bahasa ini bisa bikin anak lebih percaya diri saat berkomunikasi dengan teman sebaya. Mereka jadi lebih santai, tidak kaku, dan lebih mudah mengekspresikan diri. Selain itu, bahasa gaul juga bisa mempererat hubungan pertemanan karena terasa lebih akrab dan “sefrekuensi”.

Namun, masalah mulai muncul ketika penggunaan bahasa gaul ini terlalu dominan. Banyak siswa jadi terbiasa menggunakan bahasa tidak baku, bahkan dalam situasi formal seperti saat presentasi atau menjawab pertanyaan di kelas. Akibatnya, mereka kesulitan menyusun kalimat yang rapi dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Menurut Huda (2022), penggunaan bahasa gaul yang berlebihan dapat menghambat kemampuan siswa dalam menggunakan kosakata baku dan menyusun kalimat yang sistematis.

Selain itu, kemampuan menulis siswa juga bisa ikut terdampak. Banyak anak menulis sesuai dengan cara mereka berbicara sehari-hari. Misalnya, penggunaan singkatan atau kata tidak baku dalam tugas sekolah. Hal ini tentu membuat kualitas tulisan mereka menurun, terutama dalam hal struktur dan pilihan kata. Amanah dan Gani (2024) juga menyebutkan bahwa kebiasaan menggunakan bahasa gaul di media sosial dapat memengaruhi etika dan kualitas berbahasa siswa di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, guru dan orang tua punya peran penting untuk mengatasi hal ini. Bukan berarti bahasa gaul harus dilarang sepenuhnya, tapi perlu ada batasan yang jelas kapan harus menggunakan bahasa santai dan kapan harus menggunakan bahasa formal. Siswa perlu dibiasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi akademik, seperti saat menulis tugas, presentasi, atau berdiskusi di kelas.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan siswa membaca dan menulis menggunakan bahasa baku. Guru juga bisa membuat kegiatan yang menarik, seperti permainan kata atau diskusi ringan, tapi tetap menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Dengan begitu, siswa tetap bisa belajar tanpa merasa terbebani.

Referensi

Amanah, N., & Gani, R. A. (2024). Fenomena bahasa gaul media sosial terhadap pergeseran etika berbicara siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 3(5), 812–824.

Huda, N. (2022). Eksistensi Bahasa Indonesia di tengah arus bahasa gaul pada media sosial TikTok. Jurnal Literasi Amarta, 1(2), 45–53.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …