Home » Esai dan Opini » Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin 06 Jun 2026 10

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah fondasi utama dari seluruh gerbang literasi manusia.

Namun, perkembangan teknologi hari ini telah mengubah lanskap tersebut secara radikal. Kehadiran media sosial dengan video pendek, podcast yang dipercepat, serta tumpukan informasi visual yang instan telah menurunkan daya konsentrasi (attention span) kita. Kita sedang mengalami pergeseran budaya dari menyimak secara komprehensif (mendalam) menjadi menyimak secara fragmentaris (sepotong-sepotong). Akibatnya, keindahan sastra lisan seperti puitika, intonasi, dan kedalaman cerita sering kali kalah bersaing dengan kecepatan algoritma yang memanjakan mata.

Meski teknologi juga membawa dampak positif lewat bangkitnya audiobook dan podcast sebagai bentuk modern tradisi lisan, tantangan besarnya tetap ada pada kualitas fokus kita. Ketidakmampuan untuk menyimak dengan tuntas adalah akar dari maraknya disinformasi, salah paham di media sosial, hingga menipisnya rasa empati. Menyimak dalam sastra bukan sekadar memahami kata yang terucap, melainkan menangkap emosi dan pesan di balik kata tersebut.

Oleh karena itu, di tengah dunia yang bising di mana semua orang berebut untuk berbicara, keterampilan untuk diam dan menyimak secara mendalam adalah sebuah kebutuhan mendesak. Kita harus mengembalikan kedaulatan menyimak dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk menjaga kelestarian bahasa, tetapi juga untuk menyelamatkan budaya berpikir kritis kita.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …

Hakikat Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Ira Astria, Bahasa adalah alat komunikasi, kemudian bahasa juga di artikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer/arbiter (mana suka atau sewenang-wenang), yang digunakan untuk berkomunikasi dan interaksi bersifat sistematis, produktif, dan dinamis. Ada beberapa hakikat bahasa, yang dimana sebagai alat komunikasi (bahasa sebagai alat berpikir), sebagai alat ekspresi diri, dan sebagai alat integrasi …