Home » Esai dan Opini » Hakikat Bahasa dan Sastra

Hakikat Bahasa dan Sastra

admin 06 Jun 2026 12

By : Ira Astria, Bahasa adalah alat komunikasi, kemudian bahasa juga di artikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer/arbiter (mana suka atau sewenang-wenang), yang digunakan untuk berkomunikasi dan interaksi bersifat sistematis, produktif, dan dinamis. Ada beberapa hakikat bahasa, yang dimana sebagai alat komunikasi (bahasa sebagai alat berpikir), sebagai alat ekspresi diri, dan sebagai alat integrasi sosial. Sastra adalah karya seni berbasis bahasa (tulis, lisan, gerak tubuh) yang mengandung nilai estetika, imajinasi berdasarkan pengalaman yang nyata atau sesuai kehidupan manusia. Ada juga hakikat sastra, yaitu sebagai ekspresi estetika/estetis, dan sebagai media pendidikan nilai.

Bahasa dan sastra adalah dua elemen yang saling terkait dalam kehidupan manusia terutama dalam konteks pendidikan. Bahasa berfungsi sebagai sarana utama berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta membangun interaksi sosial, sementara sastra berperan sebagai medium untuk mengekspresikan emosi, kreativitas, pengalaman hidup, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam lingkungan pendidikan di sekolah dasar, pemahaman hakikat bahasa dan sastra sangat krusial bagi calon guru SD, karena keduanya memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan karakter siswa. Oleh karena itu, calon guru SD tidak hanya perlu mengetahui cara mengajarkan bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang makna, fungsi, serta hakikat dari kedua elemen tersebut.

Hakikat bahasa pada dasarnya berfungsi sebagai alat komunikasi yang dipakai manusia untuk menyampaikan ide, pikiran, emosi dan informasi. Bahasa tidak hanya terbatas pada kata-kata yang diucapkan, tetapi juga mencerminkan budaya, identitas, serta pola pikir individu. Dalam pendidikan, bahasa berperan sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Semua interaksi antara guru dan murid terjadi melalui bahasa. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan bahasa, siswa menjawab pertanyaan dengan bahasa, bahkan untuk memahami ilmu pengetahuan juga dilakukan melalui keterampilan berbahasa. Karena itu, seorang calon guru SD harus memiliki kemampuan berbahasa yang memadai agar dapat menyampaikan materi dengan jelas, mudah dimengerti, dan menarik perhatian siswa.

Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga berperan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Anak-anak yang berada di sekolah dasar Tengah mengalami fase penting dalam perkembangan bahasa dan kognitif mereka. Di fase ini, para siswa diajarkan untuk memahami arti kata-kata, menyusun kalimat, membaca, menulis, dan mengemukakan pendapat. Ketika guru menggunakan bahasa dengan baik dan benar, siswa akan lebih mudah menangkap materi pelajaran dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Di sisi lain, penggunaan bahasa yang tidak tepat dapat membuat siswa menghadapi kesulitan dalam memahami konten pembelajaran. Maka dari itu, calon guru SD perlu memahami hakikat bahasa agar bisa menciptakan proses belajar yang komunikatif serta efektif.

Sementara itu, sastra bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan dan pembentukan karakter. Sastra membantu siswa untuk memahami kehidupan melalui alur cerita dan pengalaman karakter-karakter di dalamnya. Dengan membaca sastra, anak-anak dapat meningkatkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan mereka dalam memahami perasaan orang lain.

Bagi calon guru SD, pentingnya memahami hakikat sastra tidak bisa diabaikan karena sastra dapat menjadi alat pembelajaran yang menyenangkan serta berarti. Anak-anak di tingkat SD biasanya menyukai cerita dan aktivitas yang melibatkan daya imajinasi. Oleh sebab itu, para guru bisa memanfaatkan karya sastra sebagai cara untuk meningkatkan ketertarikan belajar siswa. Sebagai contoh, guru dapat menerapkan dongeng untuk mengajarkan nilai kejujuran, puisi untuk melatih keberanian berbicara, atau cerita rakyat untuk memperkenalkan budaya lokal kepada siswa. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya terfokus pada aspek akademis, melainkan juga pada pengembangan karakter dan kepribadian siswa.

Di era digital saat ini, pemahaman mengenai bahasa dan sastra juga semakin krusial. Kemajuan teknologi membuat anak-anak menjadi lebih sering menggunakan media sosial dan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menyebabkan penggunaan bahasa yang baik dan benar seringkali diabaikan. Banyak anak yang sudah terbiasa dengan bahasa yang singkat, tidak baku, bahkan terkadang kurang sopan dalam berkomunikasi. Pada titik ini, peran guru sangat dibutuhkan untuk membimbing siswa agar menggunakan bahasa dengan sopan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, guru juga harus menanamkan rasa cinta terhadap sastra agar siswa tetap tertarik membaca karya-karya yang memiliki nilai-nilai pendidikan dan budaya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra

admin

06 Jun 2026

By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …

Mengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi

admin

06 Jun 2026

By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …

Menyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi

admin

06 Jun 2026

By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …

Pengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra

admin

06 Jun 2026

By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …

Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

admin

06 Jun 2026

By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …

Pengembangan Kemampuan Berbicara sebagai Dasar Komunikasi Efektif

admin

06 Jun 2026

By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …