- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital

BAHASA ASLI ACEH SINGKIL KIAN TERPINGGIRKANMengapa Gerenasi Muda Enggan Menggunakannya?
By: Manda Azzahra
Bahasa aceh Singkil merupakan salah satu bahasa daerah yang dituturkan oleh etnik singkil di wilayah Subulussalam Singkil. Subulussalam dan Singkil merupakan daerah yang memiliki banyak sekali persamaannya dari segi bahasa, adat dan budaya. Kedua daerah ini sebenarnya memang satu kesatuan, tapi sejak 2 januari 2007 Kota Subulussalam resmi menjadi kota sendiri dan terpisah dari kabupaten Aceh Singkil.
Bahasa aceh singkil ini juga memiliki banyak kesamaan dengan bahasa pakpak yang merupakan bahasa serumpun jadi orang yang berbicara dalam kedua bahasa ini dapat saling mengerti karna dalam segi kosakata yang sama, baik dalam bentuk kata,makna dan pengucapannya.
Menariknya, bahasa ini memiliki banyak sebutan, namun mayoritas penduduk di daerah subulussalam singkil ini menyebut bahasa ini sebagai “bahasa kampong” artinya bahasa kampung, ada juga menyebutnya dengan bahasa “pakpak boang”, ada juga menyebut dengan “bahasa julu” yang dimana dalam masyarakat subulussalam dan singkil ini kata julu itu diartikan sebagai orang pendatang dari pakpak yang telah bermigrasi ke subulussalam/singkil, bahkan yang anehnya ada juga yang menyebutkan bahasa ini sebagai “bahasa kade-kade” yang jika diartikan kedalam bahasa indonesia ialah bahasa apa-apa.
Sebagaian besar masyarakat di kota subulussalam masi sangat kental dengan penggunaan bahasa ini, namun didaerah singkil utara bahasa ini secara perlahan mulai terancam punah yang dimana mereka lebih dominan dalam menggunakan bahasa pesisir atau bahasa jame. Banyak anak muda di singkil utara ini lebih memilih menggunakan bahasa komukasi sehari-hari menggunakan bahasa jame ini, dan bahasa asli mereka perlahan mulai ditinggalkan. Bahasa jame ini dianggap lebih modern dan mudah diterima dalam pergaulan dari pada bahasa asli aceh singkil. Sayangnya banyak anak muda merasa malu menggunakan bahasa asli singkil ini karna takut diaggap kuno, kampungan atau pun kurang keren karna dari segi pengucapannya terdengar seperti sedikit kasar.
Saat ini bahasa asli singkil ini lebih sering digunakan didaerah pelosok itu pun biasanya hanya antar orang tua saja, tetapi dalam situasi formal mereka tetap menggunakan bahasa indonesia. Kalau ada yang berbicara menggunakan bahasa asli aceh singkil ini, sering kali mereka mendapatkan ejekan atau dianggap berbeda. Akibatnya mereka lebih memilih menyesuaikan diri dengan mayoritas dari pada bahasa daerah sendiri. Banyak orang tua juga lebih sering mengajarkan anak-anaknya berbahasa jame sejak kecil, sehinggal mereka tumbuh tanpa memiliki kebiasaan menggunakan bahasa asli mereka sendiri.
Salah satu penyebab utama bahasa ini semakin jarang digunakan ialah kurang adanya kesadaran dari masyarakat sendiri terhadap pentingnya melestarikan bahasa daerah ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi kehilangannya. Banyak orang tua merasa tidak perlu lagi mengajarkan bahasa asli mereka ini kepada anak-anaknya karena menganggapnya tidak terlalu memiliki manfaat besar dimasa yang akan datang. Padahal, bahasa daerah ini bagian penting dari identitas budaya yangs eharusnya dijaga dan dilestarikan.
Jika permasalahan ini dibiarkan, bukan tidak mungkin bahasa asli aceh singkil ini akan benar-benar punah dalam beberapa generasi ke depan. Ini bukan sekedar kehilangan bahasa, tapi juga kehilangan bagian penting dari sejarah, adat dan budaya masyarakatnya sendiri.
Jadi, dari permasalahan ini saya sangat berharap agar pemerintah bisa mengambil langkah cepat mengatasi permasalahan ini, dapat melakukan langkah-langkah yang dapat mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap bahasa daerah aceh singkil ini.
Menurut pandangan saya hal ini dapat dilakukan dari hal kecil yang sangat menjadi pondasi awal yaitu dari orang tua, orang tua dapat membiasakan kembali berkomunikasi menggunakan bahasa asli aceh singkil ini dan membiasakan bahasa ingi menjadi bahasa sehari-hari dirumah. Bahkan jika diluar jam pelajaran guru juga dapat menggunakan mengajak siswanya berkomunikasi menggunakan bahasa ini, tanamkan dalam diri bahasa ini adalah bahasa yang sangat unik dan jangan dianggap bahasa ini bahasa yang kampungan yang memunculkan rasa malu. Pemerintah juga dapat membuat program edukasi, perlombaan berbahasa daerah serta bisa juga dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan sebagai mata pelajaran muatan lokal.
Jadi, hilangnya bahasa asli aceh singkil ini bukanlah hanya perubahan kebiasaan berbahasa, melainkan juga ancaman terhadap identitas budaya masyarakat setempat. Rasa malu yang dirasakan generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah mereka sendiri merupakan permasalahan yang sangat serius dan harus segera diatasi sebelum berakibat sangat fatal. Kalau tidak ada kesadaraan dan upaya nyata untuk mengembalikan bahasa ini, maka dalam waktu yang tidak lama lagi bahasa asli aceh singkil ini akan hanya menjadi kenangan sejarah. Oleh karena itu sudah saatnya masyarakat terutama generasi muda bangga menggunakan bahasa daerah ini dan kembali aktif menggunakannya agar warisan budaya yang berharga ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.