- Esai dan OpiniPembelajaran Literasi Di Sekolah Dasar Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Siswa
- Esai dan OpiniPembelajaran Sastra Dan Bahasa Di Sekolah Dasar: Perspektif Para Ahli Pendidikan
- Esai dan OpiniMenurunnya Kemampuan Menulis Siswa di Era Digital
- Esai dan OpiniStrategi Cerdas Menggunakan Presentation Script untuk Mengasah Kemampuan Menyimak Siswa di Era Modern
- Esai dan OpiniBahasa di Ujung Jari: Cara Cerdas Belajar di Era Digital
BAHASA DAN MEDIA SOSIAL
By: Khairil Jannah, Media sosial, sejak kemunculannya, telah bertindak bukan hanya sebagai saluran komunikasi, tetapi juga sebagai laboratorium linguistik global yang beroperasi tanpa henti. Platform seperti WhatsApp, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter) menuntut kecepatan, ringkasan, dan respons emosional, memaksa Bahasa Indonesia bertransformasi dari struktur baku yang kaku menjadi ragam yang lebih cair dan ekspresif. Perkawinan antara bahasa dan teknologi ini menghasilkan dua dampak utama yang saling terkait: efisiensi kaidah dan pembentukan identitas kelompok.
Tuntutan efisiensi adalah alasan utama terjadinya penyimpangan dari kaidah baku. Dalam pesan instan, pengguna cenderung mengorbankan kelengkapan sintaksis demi kecepatan. Ini terlihat jelas dari maraknya penggunaan akronim dan singkatan serta peluruhan tanda baca. Tanda titik dan koma, yang dalam konteks formal berfungsi memberikan jeda struktural, sering diabaikan atau digantikan oleh emoji. Lebih dari sekadar pengganti, emoji, stiker, dan GIF telah berkembang menjadi lapisan komunikasi visual yang mandiri. Emoji bertindak sebagai intonasi visual, menyampaikan nuansa emosi (seperti humor, keseriusan, atau ironi) yang tidak dapat disampaikan oleh teks polos. Sebuah emoji tertawa sampai menangis bisa menggantikan frasa “itu lucu sekali”.
Namun, efisiensi ini memiliki dua sisi mata uang. Walaupun praktis, ia berisiko menciptakan ambiguitas dan mengikis pemahaman terhadap struktur kalimat yang benar, terutama di kalangan remaja yang menjadikan media sosial sebagai referensi utama dalam berbahasa. Kesalahan penafsiran emoji antar generasi atau kelompok budaya adalah bukti nyata bahwa efisiensi ini tidak selalu menjamin kejelasan. Aspek kedua adalah pembentukan identitas, yang kini dipercepat oleh mekanisme algoritma media sosial. Bahasa gaul atau slang di media sosial berfungsi sebagai penanda eksklusif bagi suatu komunitas daring. Sebuah istilah bisa menjadi viral dalam hitungan jam, diadopsi oleh jutaan pengguna, dan menjadi bagian dari leksikon baru. Fenomena ini juga diperkuat oleh campur kode (code-mixing), di mana pengguna secara sengaja mencampur Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris atau bahasa asing lain. Tindakan ini bisa menjadi simbol status intelektual, modernitas, atau sekadar upaya untuk menyesuaikan diri dengan tren global. Komunitas spesifik seperti penggemar K-Pop atau pemain gim daring bahkan mengembangkan jargon mereka sendiri yang semakin memperkuat kohesi internal sekaligus menjadi penghalang bagi orang luar.
Meskipun media sosial sering dituduh merusak Bahasa Indonesia baku, penting untuk melihatnya sebagai adaptasi evolusioner. Ruang digital hannyalah arena baru yang mempercepat laju perubahan tersebut. Bahasa Indonesia di ruang digital memang menjadi lebih fleksibel dan kaya secara leksikal, menunjukkan kreativitas penuturnya dalam menciptakan istilah dan gaya baru. Ini bukan tentang memilih mana yang benar dan salah, melainkan tentang memahami ragam bahasa mana yang paling tepat untuk situasi tertentu. Generasi muda harus mampu beralih mulus antara ragam bahasa cair (saat chatting dengan teman) dan ragam bahasa baku (saat menulis laporan akademis atau surat lamaran kerja).Kesimpulannya, media sosial telah menjadi katalisator yang mempercepat laju perubahan bahasa. Bahasa Indonesia kini hidup dalam dualisme yang menarik: terikat pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) untuk konteks formal, tetapi bebas, lincah, dan sangat visual dalam konteks digital. Kunci untuk mempertahankan kualitas bahasa nasional adalah melalui literasi digital yang komprehensif, yang tidak hanya mengajarkan aspek teknis, tetapi juga mendidik pengguna untuk menghargai setiap ragam bahasa sesuai dengan tempat dan tujuannya.
admin
26 Apr 2026
By: Rachel Fairus Mumtaz Sebagai calon guru Sekolah Dasar, saya menyadari bahwa proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir serta pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan reflektif. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara …
admin
26 Apr 2026
By: Nurul Fadila Putri HAKIKAT DAN TUJUAN PEMBELAJRAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR Pembelajaran sastra di sd memiliki hakikat yang berbeda dengan pembelajaran sastra di jenjang yang lebih tinggi. Menurut Saxby dalam Nurgiyanto (2013), sastra anak adalah karya sastra yang secara emosional dan psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak-anak yang bersumber dari pengalaman emosional …
admin
26 Apr 2026
By: Gledy Sintya Situmorang Perkembangan teknologi digital menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi memberikan dampak positif sekaligus negatif. Salah satu dampak negatif yang terlihat adalah menurunnya kemampuan menulis siswa, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal …
admin
26 Apr 2026
By: Nurhanisa Lubis Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan menyimak merupakan fondasi utama yang mendukung kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Namun, pada praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya fokus, metode pembelajaran yang monoton, serta penyampaian materi yang tidak terstruktur. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi …
admin
26 Apr 2026
By: Endah Nur Hafizah Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa. Saat ini, belajar bahasa tidak lagi terbatas pada buku dan ruang kelas. Dengan adanya internet dan berbagai aplikasi digital, siapa pun dapat belajar bahasa kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini sering kali tidak …
admin
26 Apr 2026
By: Delfi Nanda Azmita Minat baca adalah salah satu bagian penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Namun yang terjadi di Indonesia, minat baca masyarakat tergolong sangat rendah. Kondisi ini menjadi perhatian yang cukup serius karena kemampuan membaca sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan juga mengembangkan …
18 Dec 2024 2.823 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 1.850 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.470 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.