- Esai dan OpiniPentingnya Apresiasi Drama dalam Pembelajaran Sastra
- Esai dan OpiniMengetuk Pintu Jiwa Menemukan Diri di Balik Lembar-lembar Puisi
- Esai dan OpiniMenyimak di Era Digital: Dari Kedalaman Makna Menuju Kedangkalan Informasi
- Esai dan OpiniPengembangan Berbicara Anak Dalam Bahasa dan Sastra
- Esai dan OpiniPengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

DAMPAK BAHASA GAUL TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
By: Nadia Oktavia Br. Purba, Anggita Mawaddah Harahap
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai peran penting dalam komunikasi serta penyampaian kata. Ketepatan berbahasa mempengaruhi akurasi kata sehingga hal- hal yang bisa merusak penggunaan bahasa yang baik serta benar butuh dicermati. Bahasa merupakan kebutuhan mendasar manusia untuk mengantarkan iktikad, berbagi pengalaman, serta meningkatkan keahlian intelektual, dan wajib digunakan sesuai konteks serta keadaan. Tetapi, penggunaan bahasa gaul, campur bahasa , serta alih kata saat ini gempar, paling utama di golongan anak muda, yang sering kali mengabaikan bahasa resmi. Walaupun bahasa gaul merupakan ekspresi diri, namun penggunaann yang berlebihan bisa mengurangi apresiasi terhadap bahasa Indonesia selaku bukti diri bangsa. Oleh sebab itu, berarti buat meningkatkan cinta terhadap bahasa serta budaya supaya jati diri bangsa senantiasa terpelihara.
Bahasa gaul muncul menjajaki tren di golongan anak muda, serta kehadirannya, seperti dalam wujud bahasa” alay,” mencerminkan eratnya hubungan antara style berbahasa dengan warga penggunanya (Gunawan, 2011). Bahasa gaul bukan semata-mata perlengkapan komunikasi, namun pula jadi gambaran benak, perilaku, dan budaya yang dianut. Tidak hanya itu, bahasa ini berikan petunjuk pada warga tentang metode mengatakan pengalaman mereka. Kerutinan bahasa ini sudah tumbuh bersamaan waktu serta kerap kali berlangsung tanpa disadari oleh para penuturnya, yang buatnya terus menjadi mendarah daging dalam komunikasi tiap hari. Setiap masyarakat negeri mempunyai tanggung jawab dalam menjaga kelestarian bahasa Indonesia. Seluruh susunan masyarakat diharapkan untuk melindungi bahasa nasional dari pengaruh negatif yang bisa mengurangi peranannya. Bila generasi muda terus menjadi larut dalam pemakaian bahasa gaul serta melupakan bahasa Indonesia, lambat laun bahasa kita akan kehilangan posisinya sebagai bukti diri serta simbol persatuan bangsa (Rahayu, 2015). Bahasa Indonesia ialah hasil perjuangan para pahlawan serta generasi muda terdahulu, serta telah sepatutnya generasi dikala ini melindungi dan menghargainya dengan tidak menyalahgunakan bahasa dalam kehidupan tiap hari.
Sebagai bahasa nasional, peran bahasa Indonesia ditegaskan dalam bermacam dokumen berarti, seperti Teks Proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno, serta ikrar Sumpah Pemuda yang berkomitmen untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pula diakui selaku bahasa formal dalam UUD 1945 Pasal 36, menjadikannya bagian dari bukti diri bangsa yang butuh dipelihara. Pengaruh bahasa asing serta bahasa daerah dapat memperkaya, namun sering kali mempengaruhi struktur bahasa Indonesia serta menghasilkan variasi yang kurang pas. Sebab itu, pemakaian bahasa gaul butuh dibatasi supaya tidak menggeser peran bahasa Indonesia sebagai simbol kebanggaan dan persatuan.
Penelitian ini memakai tata cara deskriptif kualitatif. Tata cara ini dipilih karena penelitian dicoba dengan mengamati fenomena berbahasa di masyarakat, paling utama di golongan anak muda, dalam keadaan alamiah. Hasil pengamatan setelah itu diperkuat dengan kajian pustaka dari penelitian sejenis yang telah terdapat. Penguatan ini membantu menentukan keakuratan penemuan yang diperoleh peneliti mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks yang sesuai.
Sumber utama dalam penelitian deskriptif kualitatif merupakan aksi serta perkataan partisipan, sedangkan informasi bonus diperoleh dari dokumen, arsip, serta sumber yang lain. Informasi yang diteliti mencakup objek penelitian, partisipan, posisi, dan peristiwa yang relevan dengan penelitian ini. Seluruh sikap serta interaksi dari objek penelitian ikut mempengaruhi hasil akhir. Penelitian kualitatif menghasilkan informasi deskriptif berbentuk catatan tertulis menimpa sikap yang diamati secara langsung oleh peneliti, yang berperan menyelidiki masalah secara objektif. Hasil keseluruhan informasi yang dikumpulkan jadi bawah dalam formulasi kesimpulan akhir.
Bermacam tipe ilustrasi dijadikan rujukan dalam riset ini. Anak muda dipilih sebagai objek penelitian yang dikaitkan dengan aspek- aspek sosial yang lain. Keberlanjutan bahasa Indonesia diukur dari seberapa kuat bahasa tersebut saat dipengaruhi oleh bahasa gaul. Dari informasi yang terdapat, terlihat bahwa bahasa gaul di golongan anak muda banyak memiliki wujud abreviasi, seperti singkatan, akronim, kombinasi keduanya, dan pemotongan kata (Zakiah, 2018). Wujud akronim berfungsi berarti dalam menyebarkan bahasa gaul di golongan anak muda, sebab singkatan ini dikira lebih instan serta cocok buat obrolan antar sahabat sebaya, membagikan kesan aman yang lama- lama mengambil alih posisi bahasa Indonesia dalam obrolan tiap hari.
Walaupun demikian, penggunaan bahasa gaul tidak memberikan ancaman besar untuk kelestarian bahasa Indonesia karena cenderung digunakan pada umur tertentu serta dalam konteks yang santai( Setyawati, 2016). Bahasa terus hadapi perubahan, serta sebutan bahasa gaul dapat saja pada kesimpulannya diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia di masa depan. Pentingnya kesadaran untuk menggunakan bahasa sesuai dengan konteksnya jadi langkah utama dalam melindungi batas- batas yang dibutuhkan. Pada saat yang sama, bahasa gaul hendaknya senantiasa ditempatkan dalam suasana nonformal, supaya keberadaannya tidak menghasilkan ketimpangan yang signifikan dengan bahasa Indonesia formal. Dari analisis informasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan bahasa Indonesia di masyarakat, dengan anak muda selaku pendukung utamanya. Kehadiran bahasa gaul di tengah bahasa Indonesia tidak dapat dihindari, paling utama dengan kemajuan teknologi yang memudahkan percampuran antara kedua tipe bahasa ini. Walaupun bahasa gaul tidak senantiasa mempunyai konotasi negatif, penggunaannya tanpa kendali bisa mengakibatkan tergesernya posisi bahasa Indonesia, bahkan berpotensi mengambil alih penggunaannya secara seketika. Penggunaan bahasa gaul yang terus menerus bisa menyebabkan seseorang membawa sebutan tersebut ke dalam suasana resmi, sehingga perpaduan antara bahasa formal serta bahasa gaul jadi perihal yang tidak terhindarkan. Buat menanggulangi kasus ini, berarti buat menanamkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia semenjak dini kepada kanak- kanak. Dengan menyayangi bahasa Indonesia, orang akan lebih mudah mempertahankan pemahaman dan penggunaannya, sehingga tidak akan terpengaruh oleh bahasa lain yang muncul di sekitarnya.
admin
06 Jun 2026
By : Livia Salsabila Siregar, Apresiasi drama memiliki peran penting dalam pembelajaran sastra karena lewat drama siswa tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memahami kehidupan yang digambarkan di dalamnya. Dalam drama, siswa bisa melihat bagaimana tokoh berbicara, bersikap, dan menghadapi masalah yang terjadi. Saat mempelajari drama, siswa juga belajar memahami karakter tokoh, alur cerita, suasana, …
admin
06 Jun 2026
By: Aulia Alvira, Secara kasat mata, puisi hanyalah deretan kata yang berbaris di atas kertas. Ia sering kali dituduh sebagai karya yang rumit, penuh teka-teki, bahkan berjarak dari realitas kehidupan sehari-hari. Namun, bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan membaca dengan hati, puisi berubah menjadi sebuah cermin ajaib. Mengapresiasi puisi bukan sekadar …
admin
06 Jun 2026
By: Filzah Shahirah, Dalam ilmu bahasa dan sastra, menyimak sering kali dianggap sebagai keterampilan yang pasif dan terjadi secara alami. Padahal, menyimak (listening) sangat berbeda dengan sekadar mendengar (hearing). Mendengar hanyalah proses fisik masuknya suara ke telinga, sedangkan menyimak adalah sebuah tindakan aktif-kognitif untuk mencerna makna, menghayati rasa, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Menyimak adalah …
admin
06 Jun 2026
By: Siti Nurhalizah Lubis, Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fundamental dalam kehidupan manusia. Bagi anak-anak, kemampuan berbicara bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Sejak lahir, anak telah memiliki potensi bahasa yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa stimulasi yang tepat dari lingkungan …
admin
06 Jun 2026
By : Siti Fadillah Suyoto, Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam konteks pembelajaran, teknologi digital telah menciptakan paradigma baru yang menawarkan berbagai kemungkinan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa, pendidik terus mencari berbagai strategi dan inovasi pembelajaran yang efektif. …
admin
06 Jun 2026
By: Nur Maghfirah Fakhri, Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa yang berperan langsung dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, berbicara tidak sekadar digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami, dan mengungkapkan gagasan secara runtut. Oleh sebab itu, pengembangan kemampuan ini perlu dilakukan secara terencana agar dapat mendukung …
18 Dec 2024 3.116 views
By: Siti Nurhalija, Rizky Fadhilah Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang berfokus pada kajian tentang hakikat pendidikan, termasuk tujuan, nilai, dan praktiknya. Sebagai disiplin ilmu, filsafat pendidikan berusaha memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa itu pendidikan, mengapa pendidikan penting, dan bagaimana proses pendidikan seharusnya dilakukan. Filsafat pendidikan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi …
01 Apr 2025 2.165 views
By: Reza Widya Lubis Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, terutama yang berasal dari tradisi Melayu. Kearifan lokal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari seni, adat istiadat, sastra lisan, hingga filosofi hidup masyarakatnya. Namun, di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan masuknya budaya …
03 Jan 2025 1.584 views
Inoe Kamis, 19 Desember 2024, tim dosen dari berbagai program studi di Fakultas Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah Medan, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Program Studi Ekonomi Manajemen, Program Studi Pendidikan Fisika, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Plus Kasih Ibu …
Comments are not available at the moment.